CIPTA RASA KARSA

CIPTA ,RASA DAN KARSA

DAPAT MENJADI LANDASAN PENDIDIKAN

YANG KOKOH DI INDONESIA

Dunia Pendidikan sekarang telah mengalihkan pandangan dari perhatian terhadap IQ saja ke perhatian  terhadap tiga aspek yaitu  perhatian IQ , perhatian EQ dan perhatian terhadap SQ,yang konon menurut pakarnya ketiga aspek tersebut harus dikembangkan secara harmonis ( selaras ).Waktu yang telah lalu Indonesia hanya memperhatikan satu aspek yaitu IQ .Menurut ahli pendidikan dengan memperhatiakan tiga aspek berarti pendidikan sekarang selangkah lebih maju mampu menjadi manusia seutuhnya betul-betul.

Bagi orang –orang pendahulu kita yang menggeluti wulang reh (dalam bahasa jawa) ,maka dapat dinyatakan bahwa model pendidikan yang mencakup tiga aspek tersebut justru kembali ke ajaran tempo dulu untuk orang-orang yang mengerti budaya jawa ,karena landasan pendidikan yang menganut ajaran kejawen jaman dulu mengatakan “ Wong iku kudu bisa nggolong nggiliake Cipta,Rasa lan Karsa”.Jika diterjemahkan lepas kedalam bahasa Indonsia konsep tersebut berarti orang harus mampu menyatukan Cipta , Rasa dan Karsa dalam mengambil keputusan maupun tindakan.

Apa sebenarnya yang dimaksud Cipta itu dan dari faktormana Cipta berasal?

Cipta sebenarnya merupakan aktivitas jiwa yang didominasi oleh kemampuan piker dan disponsori oleh aktifitas nafsu manusia.Pesan sponsor akan mengatakan kamu jadilah manusia terbesar ,terkuat , terkaya terpandang dan masih banyak lagi yang ter-ter tersebut.Pada hal banyak orang bijak mengatakan bahwa nafsu punya sahabat karip syetan yang selalu membisikan kedalam dada manusia.Alam pikiran manusia yang telah termodulasi oleh kemampuan nafsu plus syetan tersebut jelas akan tercipta manusia yang berwatak “Adigang ,Adigung ,Adiguna “. Sifat ini adalah sifat angkara murka yang tidak mengenal toleransi sama sekali , ia akan menghalalkan segala cara.

Apa yang dimaksud dengan Adigang itu ? Menurut orang arif jaman dulu adigang itu sifat keangkuhan ,kesombongan orang karena mengandalkan kekuatanya , kesaktian , keampuhannya.Jika diterapkan pada jaman orang  adigang terjadi karena kemampuan dalam mewujudkan fasilitas hidup yang serba modern , berapa kendaraanya , berapa rumahnya , berapa TVnya , berapa usahanya dan masih banyak lagi .Coba anda perhatikan  dengan saksama orang  yang mempunyai kemampuan untuk mengadakan fasilitas rumah tangga yang berlebihan  kebanyakan akan membuat seluruh anggota keluarga menjadi orang sombong angkuh mungkin juga takabur,tidak mengenal kemasyarakatan lagi ,apalagi kemanusiaan , semuanya seolah akan mampu diukur dengan fasilitas harta yang mereka miliki.

Apa pula yang dimaksud dengan Adigung? Adigung dapat dikatakan bahwa kesombongan seseorang mampu tercipta karena kebesaranya , karena ketinggian pangkat dan jabatannya .Drajat dan pangkat serta jabatan merupakan racun kehidupan yang maha dahsyat meskipun pada saat meraihnya diperlukan perjuang hidup yang melibatkan orang banyak. Sebagai contoh ; Jabatan politik menjadi anggota DPR meraihnya jelas melibatkan orang banyak ,tetapi setelah menjadi anggota DPR ternyata tidak mampu menyuarakan kehendak yang tadinya memilih mereka lupa daratan karena kekuasaan,karena harta  ,karena kedudukan jabatan yang mereka nikmati.Saya kira jabatan lain juga demikian ,jika tidak mampu memanfaatkan jabatanya akan menjadi racun bagi hidupnya sendiri.

Apa pula yang dimaksud dengan adiguna ? Adiguna adalah sifat kesombongan manusia karena kemampuan dan ketrampilan yang mereka miliki.Orang-orang pandai orang pintar bahkan orang ahli akan banyak terkena wabah penyakit adiguna ini, mereka akan menjadi angkuh dan sombong , mereka akan menganggap dirinyalah yang paling tahu , yang paling benar ,yang paling mengerti.Malahan dapat terjadi mereka akan mendewakan dirinya sendiri menjadi orang nomor satu dalam bidangnya.Penyakit ini justru akan membuat orang ketinggalan jaman karena mereka sulit untuk dapat menerima masukan informasi baru yang berasal dari luar kehidupanya.

Bagaimanakah dengan Rasa , siapa yang mampu mensponsori ? Rasa juga merupakan kegiatan Jiwa yang berasal dari lubuk hati yang dalam dan hanya disponsori oleh kehendak yang Maha Kuasa saja.Rasa ini dapat dikembangkan dengan mempertajam mata hati kita. Mata hati ataupun mata bathin akan menjadi tajam jika manusia peka terhadap kehendak sang pencipta . Untuk dapat mampu mempertajam mata hati orang harus mampu mengendalikan nafsu , menahan diri dari  kehendak syetan dengan kata lain harus selalu mendekatkan diri ke yang Maha Ghoib.Bentuk usaha mendekatkan diri dapat dilakukan dengan berpuasa ,menahan diri dari nikmat-nikmat  nafsu dan lain sebagainya.

Apakah yang dimaksud dengan  Karsa ? Menurut sumbernya karsa berasal dari keputusan akhir antara pendapat cipta dan pertimbangan rasa.Dengan demikian keputusan karsa yang diambil berasal hasil diskusi cipta dan rasa.Jika dalam dikusi antara cipta dan rasa banyak didominasi oleh cipta ,maka karsa yang terjadi akan bernuansa nafsu belaka ,artinya karsa yang terjadi hanya memperlihatkan kemampuan akal fikir saja.Oleh sebab itu karsa hanya akan mencari kepuasan pribadi ,keuntungan pribadi yang menyangkut urasan keduniaan.Karsa yang baik haruslah bernuansa imbang antara cipta dan rasa ,artinya karsa yang terjadi mempunyai kapasitas yang sama antara pendapat akal fikiran dan kapasitas hati nurani.

Jika dikaji dengan saksama maka pendidikan yang mengembangkan komponen IQ,tidak lain juga dapat dikatakan pengembangan unsure Cipta saja yang hanya memperhatikan akal fikir dan menurut orang bijak   dikatakkan hanya memperdayakan otak kiri saja. Sementara itu pengembangan pada kecerdasan emosi dapat dikatakan juga merupakan pengembangan kecerdasan rasa yaitu kecerdasan otak kanan. Kecerdasan SQ nuansanya sama dengan kecerdasan pengembangan karsa yang seharusnya melibatkan kehendak sang Pencipta alam semesta.

Sebagai kesimpulan  pengembangan kecerdasan IQ ,EQ dan SQ  mempunyai nuansa yang sama dengan pengembangan kecerdasan Cipta ,Rasa dan Karsa. Dengan demikian kemajuan dalam bidang pendidikan  yang mengembangkan tiga kecerdasan tersebut sebenarnya dapat dikatakan kembali pada landasan pendidikan jaman dahulu.Hal inilah yang menurut budaya jawa dikatakan “ Cakra manggilingan “

Tentang bopong

saya penggemar budaya jawa saya guru SMA saya senang menulis
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s