TEORI RELATIVITAS ISLAM

PENDAHULUAN

Dunia barat  dunia internasional boleh berbangga diri dengan kemajuan ilmu dan teknologi dengan diungkapanya teori Relativitas Einstien hingga dapat membuat bom atom yang maha dahsyat.Menurut Einstien dinyatakan bahwa semua besaran fisika itu relatif kecuali kecepatan cahaya dengan kata lain kecepatan cahaya nilainya mutlak.Teori ini merupakan jiwa dari Fisika Modern saat ini.

Jika hal ini dikembangkan maka keberadaan massa,panjang dan waktu serta energi sangat tergantung dari kondisi benda.Dalam perkembangannya dinyatakan bahwa ukuran massa benda akan membengkak manakala benda tersebut bergerak semakin cepat dan panjang akan menyusut jika kecepatan bertambah.Suatu pernyataan bagaimanakah jika benda tersebut bergerak dengan kecepatan sama dengan kecepatan cahaya. Jawabanya benda tersebut akan meledak dan berubah menjadi energi semuanya.

Dengan teori ini jika tidak didukung dengan logika relegi yang mantan akan merusak pemahaman tentang perjalanan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad ,karena saat itu dinyatakan bahwa kendaraan nabi adalah burraq yang kecepatanya sama dengan kilat (berkas cahaya),sebab menurut logika teori relatifitas Einstien badan nabi akan hancur dan berubah jadi energi semua.

Bagaimana sikap Islam menanggapi permasalahan ini apakah hanya akan dibantah dengan kekerasan dan kekuatan iman saja ,hal ini jelas tidak akan menyelesaikan permasalahan yang ada.Kita memahami bahwa sebagian masyarakat muslim juga banyak yang berkecipung dalam dunia ilmu pengetahuan (sains) apakah hanya menerima saja apa adanya tidak beristihat untuk menganternya.

Kesempatan ini dengan hanya didukung oleh pengetahuan logika sains dan logika relegius yang dangkal penulis mencoba untuk mencari solusi yang insya’ Allah menjadi masukan pada pakar-pakar sains dan islam  guna memberikan informasi yang lebih meyakinkan.

TEORI RELATIVITAS ISLAM.

Islam jika dikaji secara cermat akan menemukan teori relative yang cakupanya lebih luas dibanding teori relativitas Einstien.Teori relativitas Islam disebutkan dalam Surat al Ikhlas .Sebab dalam surat tersebut dinyatakan bahwa ”Katakanlah (Muh) bahwa Allah itu Maha Esa, Allah tempat memohon segala sesuatu, tidak beranak dan tidak diperanakan,dan tidak ada sesuatu yang setara dengannya.”Dalam surat inilah jelas dinyatakan bahwa hanya Allah yang kekal dan mutlak adanya semuanya relative terhadapNya.

Jika difaham lebih kuat maka keimanan kita tidak akan dapat mengalami distorsi manakala kita manusia benar-benar mampu meyakini bahwa yang kekal adanya atau mutlak adanya itu hanyalah Allah.Namun kebanyakan kita tidak terasa bahwa masih ada sesuatu yang juga dianggap kekal yaitu kehidupan di akhirat nanti.Maaf pemahaman ini apa tidak menyebabkan keimanan kita mengalami pengotoran (tercemar) karena kemampuan pemahaman yang salah.Kalau begitu apakah polutan ini dibiarkan saja selalu mengotori keimanan kita, sementara itu kita tidak boleh percaya pada tahayul ,khurofat yang juga menjadi pengotor iman kita

Jika kembali pada perjalan Isro’Mi’roj nabi Muhammad maka dengan teori relative Islami ini sudah mampu terjawab , karena pada saat itu Allah yang menghendaki sehingga logika-logika sains yang ada dimuka bumi ini sudah tidak berlaku lagi.Sebagai contoh pembanding .Dimasyarakat jawa mengenal mahkluk halus yang dinamakan tuyul,karena makhluk ini sering digunakan oleh orang untuk memperkaya diri dengan pertolongannya.Tuyul mempunyai aktivitas mencuri uang dari orang lain untuk diberikan pada bosnya.Permalahan yang ingin saya kemukakan  uang yang sudah dipegang oleh tuyul tersebut saat dibawa pulang oleh tuyul apakah dapat dilihat oleh mata telanjang.Jawaban yang dapat dimukakan jelas tidak dapat dilihat oleh mata. Tuyul termasuk makhluk Allah  yang ghoib saat mereka memegang uang maka uang tersebut tidak tampak.Sementara itu Allah Maha Ghoib jika Nabi saat itu dikehendaki Allah jelas nabi masuk ke Alam Ghoib sehingga hokum-hukum alam yang ada berbeda dengan hokum alam yang berlaku dimuka bumi ini.

Akhirat menurut teori relativitas Islam.

Menurut ayat terakhir dari surat Al Ikhlas dinyatakan ”dan tidak ada sesuatu yang setara”.Dengan pedoman ini maka akhirat yang selama kita yakini alam kehidupan yang kekal ,kekekalan yang dimaksudkan tidak boleh disamakan dengan kekekalan Allah karena alam akhirat ini juga diciptakan oleh Allah, sebagai konskwensinya keberadaan alam ini sepenuhnya tanggung jawab Allah  dengan kata lain akhirat itu keberadaanya relatif terhadap kekuasaan Allah.Jika alam akhirat itu juga ciptaan Allah dimanakah letaknya , apakah diplanet lain atau juga ada dibumi ini.

Untuk menjawab pertanyaan ini kita perlu rujukan ayat Allah yang tercantum dalam surat A’raaf ayat 25 yang menyatakan bahwa ”Katakanlah : dibumi itulah kalian hidup dan dibumi itu kalian mati dan dari bumi itu kalian akan dibangkitkan”.Berdasarkan ayat ini maka akhirat juga berada dibumi karena kebangkitan manusia terjadi setelah hari kiamat yang berarti di alam akhirat.

Ayat tersebut memperkuat pengertian bahwa bumi di desain Allah untuk kehidupan manusia sejak awal sampai akhirnya.Pada hal selama ini kita punya keyakinan bahwa nanti diakhirat saat kita berada di Syurga maupun di Neraka kita sudah lepas dari muka bumi.Kehidupan di syurga sudah terlanjur diyakini penuh dengan kedamian ketentraman dan lain sebagainya , sementara  itu di neraka kita akan terhukum dengan panas api neraka,timbul suatu pertanyaan lagi apakah saat ini Syurga dan neraka sudah tercipta dan dimana letaknya.

Untuk menjawab pertanyaan itu perlu rujukan dari surat Ali-Imran  ayat 133 yang artinya ”Dan bersegeralah kalian kepada ampunan Allah dan syurga yang luas seluas langit dan bumi, yang disediakan kepada orang-orang yang bertaqwa.”Dalam ayat ini ada statemen yang perlu digali lagi yaitu pengertian seluas langit dan bumi ,karena Allah telah menciptan tujuh langit berserta bumi lalu yang dimaksud langit dan bumi tersebut adalah langit dan bumi yang mana?

Menurut logika pengetahuan sains dinyatakan bahwa bumi itu hanya satu dan mempunyai langit ( lapisan atmosfer) yang namanya Tratopir,stratosfer, ionosfer, dan lain sebagainya.Namun menurut logika relegius langit itu ada tujuh bumipun ada tujuh pula.Sebagai rujukan perhatikan surat Ath Tallaq ayat 12 yang artinya :”Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi.Bumi yang saat ini digunakan sebagai arena kehidupan kita adalah bumi yang mempunyai tiga dimensi,sementara jin berada pada bumi yang berdimensi empat.Oleh sebab itu meskipun jin dan manusia hidup dalam bumi yang sama tetapi berlainan dimensi tidak pernah terjadi persinggungan,sepertibayangan anda dalam cermin yang berdimensi dua tidak akan pernah bersinggungan dengan anda sendiri yang ada pada demensi tiga.

Kembali pada pertanyaan sudah adakah syurga dan neraka saat ini jawaban yang perlu disampaikan adalag sudah ,dimanakah letaknya ? jawabanya ya ada dibumi tetapi yang berdimensi sembilan atau yang ada dibumi berlangit ketuju, atau dikenal dengan sebutan sidrotul muntaha.Nabi Muhammad pernah menyaksikan adanya pada saat beliau Mi’roj oleh Allah sengaja diperlihatkan .Disamping itu langit-langit dimensi lima sampai delapan adalah tempat jiwa menunggu kapan kiamat tiba.Perlu juga diketahui bahwa semakin tinggi dimensi langit semakin luas cakupanya .Sebagai contoh kehidupan kita saat ini akan terlihat oleh kehidupan di dimensi empat, tetapi kita yang ada dimensi tiga tidak melihat yang ada didimensi empat ke atas.

Dimanakah siksa kubur akan terjadi? Jawaban termudah adalah dialam alam kubur yang ada dibumi dimensi empat  keatas.Jiwa yang banyak menanggung beban dosa akan tersiksa di bumi dimensi empat dalam waktu yang sangat lama.Jiwa ini bergaul dengan masyarakat jin yang memang penduduk aslinya.Sementara itu jiwa-jiwa tersebut sebagai pendatang baru.Kapan jiwa ini dimutasi ke dimensi yang lebih tinggi ,menunggu sampai keputusan Allah yang jelas sampai upah dosa sudah menipis

Tentang bopong

saya penggemar budaya jawa saya guru SMA saya senang menulis
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s