MENGANTAR KESUKSESAN ANAK

MENGANTAR KESUKSESAN ANAK

Pendahuluan

Pada era tahun tujuh puluan aku bertemu dengan orang tua yang telah secara nyata dapat mengantarkan anak-anaknya sukses dalam study.Pak Padmo(nama yang disamarkan ) mempunyai tujuh anak enam laki-laki dan satu perempuan semuanya sudah sarjana ,mereka tinggal disebuah dusun disalah satu peloksok tanah air.Aku berjumpa dengan hanya secara kebetulan saja saat aku melaksanakan tugas Kuliah Kerja Nyata .

Kesempatan malam itu kebetulan malam minggu aku datang ke rumahnya yang serba sederhana dan sahaya ,kedatangan disambut dengan ramah oleh bapak dan ibu Padmo.Terus terang saat itu merasa sangat tertarik untuk mencari tahu apakah yang melatar belakangi kehidupan keluarga itu.Dengan nada selalu merendah pak Padmo menceritakan  semua startegi dalam mengasuh anaknya.

Dasar falsafah kehidupan

Pak Padmo mempunyai dasar falsafah kehidupanya sangat berbeda dengan kebanyakan orang ia mengatakan “Kulo niki namung pingin nyuwargake anak , mboten pados swarga kiyambak”.Artinya kurang lebih bahwa pak Padmo hidupnya punya idaman untuk dapat mengantar anak-anaknya mendapat surga,bukan mencari surga untuk dirinya sendiri.Menurut penjelasan beliau yang dimaksud syurga adalah kenikmatan hidup ,sejak didunia sampai akhirat nanti.

Tujuan kehidupanya

Dengan didasari falsafah yang kuat maka pak Padmo menggariskan tujuan kehidupan yang menunjukan ciri khas orang  jawa yaitu “Wong urip niku butuhe mung werna telu yaiku Wareg,waras , lan wasis , syukur migunani wong akeh “Artinya kurang lebih “orang hidup itu kebutuhanya hanya Wareg ( terpenuhi kebutuhan makan ),Waras ( terpenuhi kebutuhan kesehatan dan Wasi (pandai ), meningkatnya kehidupan berguna bagi orang banyak.Menurut beliau ia tidak ingin kehidupan anaknya seperti yang ia alami sekarang , serba kekurangan , serba banyak keterbatasan, untuk merubah semuanya itu anak-anaknya harus pintar tidak seperti bapaknya.

Strategi pelaksanaan

Untuk mencapai tujuan yang telah digariskan menurut beliau kita harus punya setrategi yang tepat.Strategi tersebut adalah “nek gegulang bocah niku kedah mawi raos asih asuh lan asah “Jika diterjemahkan kurang lebih”jika membimbing anak itu harus dilandasi rasa asih ,asuh dan asah “.Menurut beliau yang dimakasud rasa asih itu digunakan rasa penuh kasih sayang dari lubuk hati yang dalam ,rasa asih dapat berhasil manakala hubungan antara orang tua dengan anak terjalin secara akrap.Jika asih tidak berhasil mudah sekali mendeteksinya yaitu jika anak merasa selalu takut dengan orang tua.Setelah terjalin kasih sayang yang benar maka untuk mengasuh anak kejalan yang benar dan baik sangat gampang sebab komunikasi selalu terjalin dengan baik.Keberhasilan rasa asuh itu dideksi dengan kesetyaan anak terhadap orang tua.Yang terakhir adalah asah ,setelah anak dan orang tua terjalin komunikasi yang baik dan anak selalu mematuhi orang tua maka pengasahan kemampuan berpikir mudah untuk dilakukan.

Contoh-contoh penerapan Asih ,Asuh dan Asah.

1.Selalu menyempatkan untuk berkomunikasi  kepada anak meskipun ia sesibuk apapun.Hal ini dilakukan agar pada diri anak selalu merasa diperhatikan ,sebab perhatian ini sangat penting untuk membimbing anak.Menurut beliau komunikasi yang paling bagus dilakukan dengan humoris ,bersenda gurau.Dengan cara yang demikian maka anak merasa rindu manakala pada suatu saat orang tuanya tidak melakukannya.

2.Menasehati anak sebaiknya digunakan situasi dan kondisi yang tepat ( empan gawa papan).Beliau jika ingin menasehati putranya selalu dimeja makan setelah selesai makan bersama,meskipun sebenarnya kesalahan anak dilakukan  sebelumnya.Menurut beliau jika saat itu anak baru datang dari bepergian langsung dinasehati anak tentu tidak gampang menerima karena kondisi tubuh masih capai perut masih lapar.Apa yang terjadi malah memancing anak untuk berani membantah nasehat orang tua.

3.Soal memberikan makan .Beliau memberikan manakanan kepada anak-anaknya selalu dipenuh kebutuhan gizinya.Meskipun dulunya beliau hidup dikalangan orang ningrat yang selalu dibiasakan makan setelah orang tuanya makan lebih dahulu,hingga anak-anaknya hanya seakan makan makanan sisa dari orang tua.Dari pelajaran ini beliau sebenarnya brontak kepada orang tuanya dengan cara tidak akan mewariskan budaya buruk ini pada anak-anaknya.Jadi soal makan selalu mendahulukan anak orang jatuh kemudian.

4.Yang perlu dicontoh lagi ,selama anaknya belum tidur masih belajar maka pak Padmo dan ibu selalu menunggui dan setelah mereka semuanya tidur beliau baru berangkat tidur.Urusan bangun beliau selalu lebih dulu dibanding anak-anaknya.Menurut beliau menahan tidur adalah laku prihatin ikut mendukung perjuangan anak-anaknya.

5.Perhatian kepada anaknya selalu diusahakan sama satu dengan yang lain ,menurut beliau ini sangat penting dilakukan agar respon anak terhadap orang tua nantinya tidak menimbulkan kecemburuan satu dengan yang lain.Hal ini juga mampu menumbuhkan keakrapan terhadap saudara-saudaranya.

6.Pak Padmo juga menerapkan nilai kegotong royongan kepada anak-anaknya ,sebab hanya dengan cara demikian kesuksesan bersama dapat dicapai.Bentuk kegotong royangan yang telah diterapkan dalam keluarga adalah bagi anaknya yang telah selesai study dan telah bekerja diwajibkan untuk menukung beaya study dan motivasi bagi adik-adiknya.

Kesimpulan ku peroleh

Dari informasi sumber langsung kepada pelaku maka dapat saya tarik kesimpulan

1.Jika pingin ada peningkatan kwalitas kehidupan dari generasi  penerus maka perlu perjuangan dari generasi sebelumnya.

2.Falsafah kehidupan secara khusus perlu digariskan oleh fihak keluarga sendiri,atau dengan kata lain diperlukannya falsafah kehidupan jelas untuk dapat dipedomani oleh generasi berikutnya.

3.Tujuan jangka pendek dan jangka panjang perlu perumusan yang jelas dan dapat diperkirakan untuk dijangkau ,tidak perlu bermuluk-muluk merumuskan.Perumusan tujuan disesuaikan dengan budaya kehidupan yang dapat mendukungnya.

4.Strategi yang dipilih untuk pencapaian tujuan adalah yang efisien dan efektif sesuai dengan kondisi dan situasi (Fleksibel).

5.Dalam pelaksanaan dan penerapan perlu konskwensi dan komitmen yang nyata ,tidak mudah berubah karena gangguan apapun.

6.Semuanya perlu dilandasi dengan keprihatikan atau rialat maupun tirakat , sesuai dengan keyakinannya ,sebab hanya yang mengecet lombok yang mampu menentukan.

 

Tentang bopong

saya penggemar budaya jawa saya guru SMA saya senang menulis
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s