BUDAYA SUKMA

GARIS KEHIDUPAN YANG BENAR

PENDAHULUAN

Manusia hidup didunia ini sebenarnya harus melangkah dan bertindak  sesuai kehendak yang maha pencipta.Atau dengan kata lain sesuai dengan kodrat hidupnya , hanya tahukah kodrat hidup masing- masing .Hal inilah menjadi permasalahan dalam kehidupan setiap manusia.

Manusia yang tergolongan  makhluk hidup istimewa dihadapan sang Pencipta seharusnya mencari tahu sendiri apakah kodrat hidupnya,sehingga dalam menjalankan kehidupan selalu bermanfaat pada kehidupanya sendiri dan kehidupan orang lain termasuk mahkluk Tuhan yang lain.

Bagaimanakah cara mencari kodrat hidupnya ?

Mencari kodrat hidup berkaitan dengan urusan batin karena berurusan pada sang Pencipta yang Maha Ghoib,oleh sebab itu tidak mungkin mengerti kodrat hidup lewat tataran lahir saja ,tetapi  harus lewat tataran batin .Laku untuk mencari kodrat hidup ditempuh melalui cara rialat dan tirakat. Yang dimaksud  tirakat adalah olah lahir lewat perilaku dalam mencari kebenaran, sedangkan tirakat adalah mesu diri menahan diri atau pengendalian nafsu dalam rangka mendekatkan diri pada sang Pencipta.

Berkaitan dengan hal tersebut di atas dalam buku ini akan diuraikan hal- hal berkaitan dengan kedua laku tersebut berdasarkan ungkapan tulisan berbahasa jawa yang diberikan judul BUDAYA SUKMA ,karangan SMH.Sirwoko

Temanggung , 1 Agustus 2011

Salam hormat Penulis

Drs. Suhartono . M.Pd

Sosok Pengarang budaya sukma

Bagaimana sosok Pengarang  tembang ( lagu )  yaitu Bapak SMH  Sirwaka itu  ,ini dapat kita fahami dalam pupuh pertama Dhandhanggula seperti berikut ini

Suhana sru sarkara kumawis

Kyatartane ngawimba pra wikan

Tareh weh tarih nyruweteh

Marma sagung partemun

Taryana dwija ngalantip

Hardanta ingahira jamake sibujul

Sirsa-sorang-sirsana-san

Wagal wagu weh wuruk ruwet jinarwi

Kayeki kang wewekas

Pengarang ini menyatakan bahwa dirinya seolah-olah jadi orang pintar  dan wakita  akan memberikan nasehat seperti seorang guru yang memberikan pembelajaran pada anak didiknya,tetapi ia merasakan dirinya masih bodoh ( jamake si bujul) hingga nasehat dan pembelajaran yang disampaikan akan nampak tidak pas dan ruwet (susah untuk difahami)

Dari ungkapan ini jelas tersirat bahwa sang pengarah rendah hati ,tidak menyombongkan dirinya atau merasa dirinya paling benar  paling tinggi ilmunya.Dengan sosok pengarang yang demikian maka penulis berusaha untuk menterjemahkan dan manafsirkan pupuh temabang yang ia tulis ,dengan harapan mampu difahami oleh pembaca sekaligus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari

Pedoman Nasehat

Pada pupuh kedua dalam Dhandhanggula diungkapkan bahwa nasehat yang ia tulis dalam bentuk pupuh tembang tersebut berdasarkan nara sumber seorang winasis (orang pintar ) yang dikenal dengan sebutan  Rama Resi Pransoeh Sastra Suwignya

Pan Paduka Panutan Ramarsi

Pran Soeh Sastra Suwignya amejang

Nagurip iku wajibe

Mikani asal usul

Biyen siki tanapi benjing

Binudya mrih sembada

Awya kandeg tembung

Tembang suluk lelungidan

Japa mantra lapel klenik dakik ndelik

Dekeman dakon setan

Dalam nasehat awal dinyatakan bahwa orang hidup itu mempunyai kwajiban untuk mengerti asal usul ,mulai dari sebelumnya sampai sesudahnya , harus benar-benar dimengerti agar hidupnya sembada (mandiri hidupnya) tidak  dipengaruhi oleh aktivitas setan.

Ring sejarah Panutan Maharsi

Gusti Allah paring tugas mulya

Tri perangkat iku cacahe

Eko kinen mitepung

Para umat lawan Yang widhi

Kadwi nimbulaken lakyan

Nengahi pra – lakon

Agama nengah Agama

Katri brasta angkara murka puniki

Yogya den kawruh ana

Berdasarkan pupuh di atas  Rama Resi Pransoeh Sastra Suwignya  diberikan tugas oleh Allah yang disebut Tri Perangkat ( tiga Perangkat).Yang pertama adalah memperkenalkan umat manusia dengan Sang Pencipta,yang kedua adalah memunculkan perilaku baru yang tidak perilaku sang sudah berjalan saat itu.Sedang yang ketiga membasmi Angkara Murka.

Seolah sebagi guru maka beliau telah secara nyata mendidik dan mengarahkan anak didiknya untuk selalu berperlaku sesuai dengan apa yang beliau embannya

Katri tugas wus binabar dadi

Destun nyata sampun kinedepan

Mring para pangrasuk kabeh

Gyan kabyak durung tuwuk

Nging sayekti kabeh ngakeni

Ageng munfangat ira

Lahir bathin tuhu bagya

Donya kubur kirat

Tri budaya suksma

Arahan beliau pada anak didiknya jika mereka mampu melakukan tiga tugas tersebut maka mereka akan dijamin kehidupan di dunia maupun diakhirat nantinya.

Ajaran pertama

Beliau memberikan arah ajaran yang pertama adalah pembenahan urusan kepercayaan urusan ketaahitan ,keimanan .

Pan kawuwus tugas Tri prakawis

Yen kinata kadya datan telas

Gya ginarba hakikine

Dumunung Hyang Maha Agung

Yeku asal usuling urip

Ya Allah Maha Esa

Kita wajib tepung

Tepung tenan ing sarwinya

Dzad sifat myang cirri makarti atertip

Dikongsi nyata tenan

Menurut beliau dinyatakan bahwa hanya kepada Allah kejadian kehidupan itu , oleh sebab itu sebagai manusia mempunyai kwajiban untuk kenal ( tepung ) ,yang benar-benar terhadap Allah berkaitan dengan dzat dan sifat-sifatnya.

Tenan jumbuh kawula lan Gusti

Tumenan neng Alam ghaib

Alam suci Asuwung

Amung isi kawula lan Gusti

Wengku winengkeng cahya

Kang padang ngalimut

Nglimuti tanpa wusana

Awya kandeg yen durung ngrasa keyektin

Makna tenan kadyeka

Menurut beliau mengenal Allah yang sebenarnya adalah dapat menyatu dengan Nya  di alam Ghoib .Alam ghoib yang disebut adalah alam tanpa penghuni kecuali perwujudan Allah yang berupa cahaya  bersinar menyelimuti keadaan tanpa batas .Manunggal antara sukma suci kita dengan Allah di alam suci yang ghoib.

Alam ciptaan Allah itu dapat dibedakan menjadi tiga yaitu alam suci ,alam kukus dan alam wadag.Dialam suci sukma-sukma belum didampingi oleh nyawa sehingga  di alam ini belum terasa perbedaan antara laki-laki dan perempuan,sementara di alam kukus sukma sudah didampingi oleh nyawa yang sudah membawa nafsu sehingga sudah dirasakan perbedaan antara laki-laki dan perempuan.Kehidupan dialam alam kukus ini akan tercerminkan kehidupan di jagad wadag.

Menurut beliau alam –alam tersebut dapat dirasakan saat kita tidur dan bermimpi , jika mimpi kita masih terasa adanya ciri laki-laki atau perempuan ,maka mimpi yang kita dapatkan adalah mimpi di alam kukus.Karena masih tercampur oleh nafsu-nafsu maka mimpi kita belum dapat dipastikan kebenarannya,tetapi jika mimpi kita terjadi di alam suci maka dapat dinyatakan bahwa kebenarannya mendekati seratus prosen

Komponen Jiwa manusia

Banyak orang yang memahami bahwa  jiwa setiap manusia adalah tunggal atau satu ,tettapi menurut pandangan beliau panutan ,komponen jiwa kita itu tidak tunggal tetapi alus kotor dan alus suci yang semuanya mendapatkan sinergi dari Allah yang akhirnya mampu menjadi dasar kehidupan.

Mangkya urip kita kang  kadyeki

Dumadi sing kumpuling gempilan

Anasir maneka warneng

Wadag kalawan alus

Alus kotor myang alus suci

Sari swasaneng jagad

Jagad agal- lembut

Sinepuhan cahya Allah

Cahya Allah manjing dadya dasar urip

Kang murba-mobah-molah

Dalam melakukan kehidupan di dunia wadag ini manusia di kelola oleh dua komponen jiwa yaitu alus kotor dan alus suci .Yang dimaksud alus kotor adalah jiwa yang dipenuhi dengan perilaku nafsu dan yang dimaksud alus suci adalah kompoenen jiwa yang bersih sesuai

kehendak yang Maha Pencipta .Untuk selanjutnya alus suci disebut sukma dan alus kotor disebut nyawa.

Mencermati rahasia hidup

Yen jinereng wewadining urip ,angendarah kawya tan wusana ,kalimat ini dapat dimaknai bahwa  rahasia kehidupan  itu jika digali, sangat luas dan seperti tidak ada batasnya,namun jika diambil intisarinya hanya akan didapatkan lima perkara yang saling bersinegri satu dengan yang lain.

Yen jinereng wewadining urip

Angendarah kawya tan wusana

Nging lamun pinet lajere

Pinanggya gangsal sampun

Nadyan ruruh tinata ritis

Siki gempilan Allah

Cahya iku wujud

Manjing dasar urip kita

Mobah –molah mriksa-myarsa-ngrsa-ngerti

Dayaning cahya Allah

Komponen pertama adalah gempilan Allah ( sebagian dari cahaya Allah ) yang merupakan energi utama yang memberikan kehidupan pada komponen yang lain.Jika manusia masih menjalan hidup di dunia maka empat komponen tersebut masih mendapatkan pasokan energi dari cahaya Allah.

 

Kapindone warana Hyang widhi

Gedong Allah  ya sukma – Kapisan

Ring Allah kinarya Bibet

Bibit salwiring wujud

Agal lembut kotor myang suci

Jumeneng wakiling Hyang

Pan ugi sinebut

Suksma nabi- lajer-Allah

Sring manjanma ngeja wantah wola wali

Ngampil agama Allah

Komponen kedua warono Hyang Widhi ,yaitu wujud Hyang Widhi tempat bersemayam Allah yang disebut pula sukma pertama yang merupakan bibit kehidupan  baik kehidupan makro maupun mikro ,yang kotor maupun yang suci.Sukma ini merupakan wakilnya Allah sehingga disebut pula sukma Nabi Lajer Allah ( Nur Muhammad)

Menurut beliau sukma ini sudah berulang kali mengalami kehidupan di dunia sejak beliau kajeng nabi Adam sampai utusan  dan nabi –nabi lain.Di alam Ghoib sukma suci utusan ini selalu menjembatani sukma- sukma lain yang menginginkan menyatu dengan Allah.

Kang katelu suksma kita sami

Yeku-aku-alus-suci kita

Kang madepak alam Ghoib

Mangkya lajer pananggung

Nanggung jawab nasibing urip

Begja lawan cilaka

Lahir bathin nipun

Gumantung ambeking suksma

Hukuming Hyang tuhu sipat otomatis

Salwir reh met sing kita

Komponen berikutnya adalah apa yang disebut sukma kita yang merupakan aku alus suci yang berada dalam alam suci.Sebenarnya sukma kita inilah yang bertanggung jawab terhadap kehidupan di dunia ini ,bertanggung jawab terhadap nasib kehidupan beruntung maupun tidak beruntung sangat tergantung dari bagaimana sukma bekerja.Sukma yang kurang sembada akan berakibat kehidupan yang kita jalani kurang meyakinkan .

Kapat  nyawa napsu kita sami

Aku-alus-kotor –murkeng kara

Alam kubur makuwone

Dadya begal myang satru

Pamurunging suksma mrih suci

Kelima iku raga

Wadag wadahipun

Perangan kang patang prangkat

Raga wadag rusak pejah demakarti

Purba nyawa myang suksma

Komponen keempat adalah Nyawa  nafsu kehidupan ,komponen ini juga dikenal dengan aku alus kotor yang angkara murka,ia tinggal alam ghoib juga tetapi alam kubur.Nyawa selalu bersinergi dengan nafsu kehidupan sehingga orang yang cenderung membesarkan nafsunya ia akan menghalalkan segala cara untuk mencapai kepuasan nafsunya.Hal ini pada kahirnya akan selalu menggoda bahkan membegal sukma yang beringinan suci.

Yang kelima adalah raga yang merupakan wadah keempat komponen lain , oleh sebab itu untuk menyikapi aktivitas kehidupan di dunia ini kebanyakan didominasi oleh aktivitas nyawa  pada hal seharusnya yang pegang kendali adalah sukma yang mempunyai budaya baik seperti kehndak yang Maha Agung.

Pan kadyeka wewadining urip

Gangsal prangkat kang kalih wus ngegla

Yeku raga myang suksmane

Kang samar ana telu

Eka cahyaning Allah

Mangkya kadwinipun

Suksma nabu lajer Allah

Katri nyawa satruning Hyang Maha suci

Ngaurip wajib wikan

Pada pupuh terakhir dhandhanggula dinyatakan bahwa rahasia kehidupan sudah dibuka secara gamblang , dua komponen sudah jelas tetapi yang tiga merupakan komponen yang masih samar-samar.Untuk menjadi orang yang sempurna menjalani kehidupan maka ketiga komponen yang samar harus dikenal ( ditemukan ) .Bagaimanakah cara menemukan ketiga komponen yang samar tersebut.Karena ketiganya ada di alam ghoib maka cara mencarinya juga harus melibat sukma yang berada di alam ghoib pula.

Cara Menemukan tiga Komponen yang samar

Untuk dapat menemukan komponen tiga yang samar dapat ditempuh dengan petunjuk-petunjuk laku yang ada dalam tembang pupuh sinom berikut ini:

Muda-wreda-kenya-priya

Kekasih Hyang Maha Suci

Den gandrung asmareng warah

Wewarahing sakara ngarsi

Ngelmi wewading urip

Donya-kubu –keratipun

Rucat racuting gesang

Ilmu katri wajib pinirih

CahyaningHyang-wakiling Hyang-satruningHyang

Petunjuk ini berlaku untuk orang-orang dalam tingkatan umur berapapun dengan kata lain kaum muda kaum tuwa laki-laki perempuan yang memang berminat untuk mempelajari ilmu rahasia kehidupan. Ilmu Rahasia kehidupan baik di dunia ,di kubur maupun di akhirat meliputi ; Cahyaning Hyang , wakiling Hyang dan musuhnya Hyang,artinya ketiga ilmu ini harus benar-benar dimengerti , difahami danm harus dijalankan.

Untuk menemukan ilmu tersebut mestinya kita harus mengetahui dimanakah letaknya.Untuk itu perhatikan pupuh sinom yang kedua berikut ini

Katri sipat ka alusan

Pantumameng alam ghaib

Alam jro ning nendra kita

Kang kaprah sinebut ngimpi

Marma tanliya maning

Suksma pribadi kang nempuh

Nitik niti sumpena

Naluri tindak pra nabi

Pra-pandita- tanampi panutan kita

Ketiga komponen kealusan tersebut berada dalam alam ghoib.menurut beliau yang dinamakan alam ghoib tersebut adalah alam dimana saat kita sedang tidur dengan cara memperhatikan setiap mimpi yang kita dapatkan ,seperti yangdilakukan oleh para nabi dan pendeta termasuk Panutan kita ( Rama Resi Pransoeh Sastra Suwignya.)

Wajib ugi penengetan

Watak wantu ngelmi katri

Dzat sipatnya asring tan wlaka

Mancala putra myang putrid

Anging kang watak cirri

Ajeg tan owah saglugut

Cahya Hyang watak padang

Wakiling Hyang watak asih

Satruning watak goroh gething nistha

Yang perlu diingat dan difahami bahwa dzat ujud tiga ilmu tersebut sering tidak jelas ( mancala putra mancala putri ) tetapi sifat dan wataknya tidak pernah akan berubah. Cahaya Allah mempunyai watak menerangi , wakiling Hyang punya watak selalu asih , sedangkan satruning Hyang punya watak penipu dan selalu nista.

Pilih suksma kwawa mbabar

Mrih wlakaning  ilmu katri

Kwawa myang tan kwawanira

Minangka pratanda bukti

Leres lepating karti

Tumraping manungsa iku

Mangkya Panutan nyabda

Yen dek urip durug bangkit

Prapteng maut selak mokal yen bangkit

Hanya sukma yang terpilih yang akan mampu membuka rahasia ini , agar ilmu tiga perangkat dapat ditemukan secara nyata.Mampu dan tridaknya  akan memperlihatkan benar dan tidaknya dalam menjalani kehidupan.Untuk hal itu panutan memberi semangat “Yen dek urip belum bangkit,prapteng maut selak mokal yen bangkit “Artinya bila saat hidup tidak mampu menemukan Ilmu Tiga Perangkat,maka nantinya kalau sudah mati tidak mungkin mampu menemukanya.

Dengan demikian sebaiknyalah Ilmu tiga perangkat tersebut harus sudah didapat saat kita masih hidup di dunia .Jangan hanya menunggu nanti saat sudah mati sebab tidak dapat meemukan di alam kematian.

Prasuksma titah kang tansah

Kwawa mbabar ilmu katri

Pratanda winahyeng Allah

Neng donya tansah pratitis

Neg kubur tansah sakti

Neng kirat tansah pagut

Ingandikan wakil Hyang

Yeku’jumbuh kawula lan Gusti”

Minggah maning”manungal kawula lan Gusti”

Segenap sukma orang-orang awam yang mampu menemukan ilmu tiga perangkat ,menujukan bahwa mereka dikasih oleh Allah, didunia selalu titis(tepat arah kehidupan),di akhirat tansah sakti dan diakhirat selalu mendapatkan kebenaran.Menurut Panutan orang yang demikian adalah orang yang sudah “ jumbuh kawula lan Gusti “ artinya sepak terjang kehidupan selalu sesuai dengan kehendak Allah . Lebih tinggi tingkatannya lagi manakala “ Manunggal kawula lan Gusti “ artinya Menyatu antara umat dan penciptanya.

Kanthi dasar pengalaman

Sing para lebda semedhi

Murih lan petang ilmiah

Ilmiah lahir myang bathin

Karana  Allah yekti

Wujud cahya padang mancur

Watak Hyang mung sun ngganjar

Mung mring para kang idep ugi

Ganjaranya ugi mung sipat pepadang

Bedasarkan pengalaman dari yang senang melakukan semedhi  agar mampu difahami secara ilmiah lahir maupun batin wujud cahaya Allah terang memancar , watak Allah hanya selalau memberikan ganjaran ,ganjaran juga berupa penerangan saja.

Dudu banda dudu drajat

Dudu dewa – widadari

Anging dayaning pepadhang

Sayekti maweh pratitis

Teges tembung pratitis

Salwiring reh pan kawengku

Sarwa kinarsa teka

Kang sarwa cinipta dadi

Pan sarwa trep mangkya-donya-kubur-kerat

Bukan berupa harta benda bukan drajat pangkat bukan dewa dan bidadari tetapai kekuatan penerangan Allah selalu membuat perilaku kehidupan yang dijalankan tepat sasaran,semua yang diharapkan akan datang, yang diciptakan akan jadi dan selalu pas antara donya kubur dan akhirat.

Yekti Hayang tan nate nyiksa

Myang ngukum pra umat sami

Mengkono tumrap pra titah

Kang samya nyingkur Hyang Widhi

Ateges ngungkuraken sih

Pepadanging Hyang Maha Agung

Kang ingadep tan liya

Mung pepeteng kang nglimuti

Peteng karsa-peteng cipta –peteng rasa

Sebenarnya Tuhan tidak pernah menghukum tetapi orang-orang yang selalu menjauh dari Allah berarti menjauh dari penerangan dan mendekat pada kegelapan, sehingga hidupnya akan mengalami gelap karsa , gelap cipta dan gelap rasa.

Hyang tan butuh ngukum-nyiksa

Sipeteng nyemplung pribadi

Kukum kasiksa priyangga

Tumamenglahir myang bathin

Mangkya kupiya mangkin

Tumrap aneng donyanipun

Dyan sinung bandha drajad

Yen tan winahyeng Hyang – widhi

Sing masrakat doh wibawa prak brahala

Gusti Allah tidak pernah mengukum makhluknya tetapi yang mengalami kegelapan akan masuk sendiri dalam hukuman baik hukuman lahir maupun hukuman batin.Sebagai akibatnya didunia meskipun kaya raya , drajat tinggi tetapi jika jauh dengan Allah ,akan berakibat di masyarakat jauh dari kewibwaan dan dekat dengan kemaksiatan.

Dalil ruwat maweh warah

Tanapi kathah nekseni

Kanang”wewadining kamuksan”

Kandep mayang sampurnane pati

Kukuming suksma nitis

Pasiksaning alam kubur

Neka warneng tan enak

Wirang isin mangkel sakit

Kang tumimbal mlorot saking drajad mulyanya

Pedoman untuk ruwat ( perbaikan ) memberi petunjuk  tentang rahasia kamuksan , untuk kesempurnaan pati, hukumnya sukma akan reinkarnasi ( manitis), siksa kubur bermacam-macam yang semuanya tidak enak, kewirangan , malu , mangkel dam sakit yang reinkarinasi akan turun derajatnya ,yang dari orang bisa jadi binatang dan lain sebagainya.

Mangkya suksma kang sembada

Ruwat rucaty angoncati

Nyawa napsu napsinira

Gya mandiri suksma suci

Saksana pareng manjing

Alam padhang marak magut

Suksma-nabi-warana Hyang

Yeku”Jumbuhing kawula lan Gusti”

Kang sampurna suksma suci tunggal gusti

Jika sukma punya kemampuan dan sembada dapat ngruwat kotoran yang dibawa oleh nyawa,kemudian jadi sukma yang mandiri dan suci yang dapat dikatakan Jumbuhing kawula lan Gusti “ yang artinya semua tingkah laku perbuatan sesuai dengan kehendak yang Maha Suci.Keadaan ini ditandai apabila sukma suci kita sudah menyatu dengan sukma suci utusan ( nabi lajer ).Akan lebih sempurna lagi manakala sukma suci kita dapat menyatu dengan Yang Maha Agung ( Yang Maha Ghoib ) yaitu Allah swt.

Pemahaman kejadian alam

Pemahaman tentang alam Ghoib dapat difahami dari buku Mula Buka dari Pangripta yang sama yaitu SMH.Sirwaka ,seperti berikut ini.

Durung ana sawiji dadi

          Mung Allah thil Purweng ana

          Awang uwung klenggahane

          Allah sifat cahya mulya

          Nglimuti tan wusana

          Maha suci agung luhur

          Tanpa kantha tanpa kanca

Dalam pupuh Asmaradana ini dijelaskan bahwa awal kejadian hanya ada Allah Yang Maha Kuasa yang tinggal di Awang Uwung . Pengertian Awang uwung tidak boleh artikan sebagai ruang yang kosong ( dalam bahasa jawa Suwung ) ,sebab saat itu memang belum ada yang lain kecuali Allah ta’ala jadi pengertian awang uwung belum dapat dinyatakan dengan dimensi apapun kecuali dimensi keberadaan Tuhan.

Allah dinyatakan sebagai Cahya Mulia ( Cahaya Mulia ) yang merupakan sumber energi yang suci yang tidak mengalami kontaminasi energi-energi kotor yang lain. Kekuatan energi tanpa batas  ,sifat energi Allah Suci , sagung dan luhur.Keberadaan ini tanpa kawan tanpa teman semuanya Maha segala Maha.

   Purba-wasisaning Widhi

   Awang uwung trus cinahyan

   Mangkya panas kahanane

   Kang temah dumadya brama

   Yeku geni kapisan

   Geni suci aranipun     

   Geni suci mbabar daya

Dengan Kehendak Yang Widhi .awang uwung terus disoroti dengan kekuatan Cahaya Allah  sebagai akibat timbul panas keadaan yang pada akhir timbulah api yaitu api pertama yang dfisebut api suci .Api suci ini kemudian melahirkan daya yang bermanfaat timbulnya anasir lain.

Jika peristiwa ini diuraikan melalui ilmu fisika yang disebut Fisika kwantum ,maka dapat dikatakan bahwa kekuatan Cahaya Allah yang berupa Cahaya yang mengandung partikel kecil yang disebut Foton.Menurut tunjauan Fisika foton dapat juga berperilaku seperti gelombang ,sehingga jika sejumlah foton terkukung dalam sautu tempat akan terjadi apa yang disebut peristiwa interfferensi.Akibat interferensi saling menguat akan timbulkan energi kekuatan yang membesar sebagai akibat timbul panas yang semakin-lama semakin tinggi suhunya dan pada akhirnya timbulah api.

Kita tahu bahwa akibat dari api ini akan menimbulkan menimbulkan gejala lain seperti tersebut dibawah ini

   Awang –uwung keneng geni

   Ing samangke melar mobah

   Dumadi angin temahe

   Yaiku angin kapisan

   Angin suci wastanya

   Angin suci mubeng-mlaku

   Sesarengan lan sang brama

Mekanisme perubahan akibat adanya api “Ing samangke melar mubah “ atau mengalami pemuaian terus yang pada akhirnya menimbulkan angin yang pertama yang disebut angin suci.Angin ini bercampur dengan api bergerak terus dan terus mendapatkan cahaya Allah secara bersamaan.Sebagai akibat akan timbul anasir ketiga seperti berikut ini

Dayan dinayan sang kadwi

   Kapraban cahyaning Allah

   Gya nguwap dumadya wareh

   Banyu –pisan suci aran.

   Mangkya Allah purawanya

   Kagungan bakalan telu

   Geni lan angin myang toya

Keduanya antara api dan angin selalu bersinergi dan mendapatkan tambahan kekuatan cahaya Allah akhirnya menguap dan terjadilah apa yang disebut wareh (air) dan disebut sebagai air suci.Demikian pada akhirnya Allah telah menciptakan tiga anasir bibit yaitu api,angin dan air.

Bagaimana kekuatan Allah setelah beliau punya modal tiga anasir tersebut , perhatikan pupuh berikut ini.

Nuninggih Purwaning ugi

   Lahiring jagad kapisan

   Jagad suci sebuttane

   Mangkya puser lenggah Allah

   Tri-Bakal-Suci mangkya

   Terus mobah mubeng-mlaku

   Ngubengi pusering Allah

Dalam pupuh ini dinyatakan bahwa dengan terciptanya tiga anasir tersebut timbul pula jagad sepisan ( alam pertama ) yang disebut alam suci dengan pusat kekuatan pada puser Allah,tiga anasir tersebut terus berputar mengeliling puser Allah.Dengan peristiwa demikian akan menimbul ciptakan berikutnya .

Kocap larikane laris

   Cahya saking puser allah

   Lawan geni –angin-wareh

   Kang ngubengi puser Allah

   Panggihan pundi papan

   Kethok-kinethoking larap

   Timbul kantha tan wilangan

Dengan putaran tiga anasir mengeliling puser Allah yang selalu ketemu pada titik dan saling potong memotong ‘timbul kantha tan wilangan “ .Kantha adalah bibit –bibit kehidupan yang jumlah sangat banyak.Pengertian bibit kehidupan tidak hanya kehidupan manusia saja tetapi mencakup kehidupan yang lain.

Kantha –geni-kantha angin

   Kantha –Toya jutan lendran

   Tata urut runtut rentes

   Sawiji tan ana tumpang

   Undha usuk tebih prak

   Lan puser Hyang Maha Agung

   Nut nom sepuhing dumadya

Kantha api , kantha angin dan kantha air, tertata secara teratur mengikuti aturan.Pengertian tertata teratur adalah mengikuti hukum yang besar ada didepan dekat puser Allah dan yang lebih kecil semakin jauh dari puser Allah.

Menurut hukum Alam dapat dinyatakan semua yang lebih besar akan dikeliling yang kecil , dengan kata lain secara alami juga yang besar akan menjadi pusat akitivitas yang kecil-kecil.

Pan ngriku purwane mangkin

   Cakrawala jagad pisan

   Kebek kantha jejer-jejer

   Kabyanya sinung cahya

   Ageng alitipun cahya

   Gumantung prak tebihipun

   Klayan Puser Hyang Kalekas

Demikian keadaan jagad pertama penuh dengan ledran (bibit kehidupan) yang jumlahnya tidak terhitung semuanya mengeliling puser Allah ,sebagai akibat ledran-ledran ini selalu mendapat sorot kekuatan Cahaya Allah yang besar kecilnya sangat tergantung dari posisinya .Yang posisinya dekat puser Allah akan mendapatkan lebih banyak dibanding dengan yang ada dilebih jauh.

Sagung Kantha katri jenis

   Mobah mubeng tan kendat

   Ngubengi puser Hyang Manon

   Tumameng jagad –kapisan

   Samya dayan dinayan

   Mangkya kantha temah Ngukus

   Tan sawiji kantha kliwatan

Semua kantha (lendran ) selalu berputar mengeliling Puser Allah  dan selalu bersinergi satu sama lain yang pada akhirnya mengkukus (menguap ) tidak ada satupun yang ketinggalan, sebagai akibat terciptanya jagad kedua, seperti dijelaskan dalam pupuh berikut.

Sagung kukus kentar saking

   Cakrawala jagad –kapisan

   Gumolong neng alam seje

   Umapan runtut tumata

   Nut- asal-usul-kantha

   Swiji tan ana tumpang suh

   Mandhapuk jenis jagad

Jadi semua kukus secara bersamaan terlempar dan secara utuh menempat tempat lain. Namun demikian didalam kukus itu sendiri tetap masih tertata seperti  sebelum terlempar,tidak ada yang menjadi tumpang didih antara posisi yang besar dan kecil.

Semanten Purwaning ugi

   Gusti Allah tambah bawahan

   Yeku jagad kapindone

   Jagad kukus wanastanan

   Kukus pedut sipatnya

   Cahyeng Allah pan kalimput

   Tan katingal gantranira

Demikianlah selanjutnya Allah mempunyai bawahan lagi yaitu terciptanya jagad kukus ( alam kukus ) yang sifatnya penuh dengan kabut sehingga cahaya Allah akan susah menembusnya ,demikian pula ledran dialami suci juga akan terhambat sinerginya.

Dalam pupuh berikut akan tersaji bagaimana Allah menciptakan jagad wadag atau jagat ampas

Wiseseng terus lumaris

   Tumameng kadwi jagad

   Akibat wus tinuturke

   Kocap jagad kukus mangkya

   Pinraban Hyang Kalekas

   Kukus ngampas dadya endut

   Temah ngentel dapur jagad

Dengan kekuatanya Allah jagad kukus mendapatkan energi cahaya Allah ,jagad kukus mengental yang akhirnya mengkristal menjadi jagad ampas atau jagad wadag.

Pan inggih purwane malih

   Allah tambah panguwasa

   Jagad katlu lahir nembe

   Kang winastan jagad ampas

   Dumadi sing ampasnya

   Dwi jagad kang timbul ruhun

Jagad ampas peperangan

Jadi jagad ampas atau alam wadag merupakan ciptaan Allah yang ketiga,termasuk kita manusia yang hidup di dunia ini bersama dengan wadag lain mengalami kehidupan saat ini.

Demikian bagaimana Allah menciptakan Jagad dan isinya .Yang perlu dimengerti dan difahami bahwa Isi jagad menyesuaikan dengan nama jagad . Dalam jagad pertama jagad suci semua kehidupan suci ,namun dalam jagad kukus kehidupan telah mulai terkotori oleh kabut nafsu kehidupan , apalagi dalam jagad wadag semua kehidupan telah dilambari oleh nafsu kehidupan.

Jika dalam jagad wadak nafsu –nafsu nampak jelas , tetapi dijagat kedua yaitu jagad kukus nafsu sudah mulai timbul tetapi masih belum dapat tersalur dengan sempurna.

Jagad kukus termasuk Alam Ghoib sehingga yang tinggal dalam jagat ini juga makhluk yang bersifat ghoib yang dalam budaya sukma dijelaskan sebagai alam ghoib tingkat pertama yang disebut alam kubur.

Beliau Rama Resi Pransoeh Sastra Suwignya Mengatakan bahwa untuk mempelajari ilmu tiga perangkat dapat ditempuh dengan meniti sumpena (mimpi ) sebab saat mimpi kita berada dalam alam ghoib alam  pada saat kita tidur.

Sebagai ciri mimpi dapat dinyatakan jika dalam alam mimpi kita masih membawa nafsu contohnya kita masih merasa laki-laki atau perempuan , maka mimpi kita ini masih di alam ghoib yang berkukus yang masih diganggu oleh kekuatan nafsu kita.

Dalam kehidupan ini sebenarnya yang bertanggung jawab adalah komponen jiwa yang disebut Sukma yaitu aku alus dan suci, tetapi ternyata masih banyak manusia yang kehidupannya didominasi kemampuan nyawa ( pembawa nafsu),oleh sebab itu sebagai manusia harus mampu meniti dan mengendalikan aktivitas nyawa, yang pada akhirnya kehidupan yang baik manakala aktivitas kehidupan telah dikendalikan oleh sukma.

Untuk hal tersebut Rama Resi Pransoeh Sastra Suwignya telah memberikan tuntunan bagaimana caranya agar kehidupan yang pegang komando sukma.Tuntunan beliau manyatakan agar kita menusia mempelajari ilmu tiga perangkat.

Ilmu tiga perangkat tersebut yang pertama , mengenal dan bertemu dengan berkas cahaya Allah yang memberikan kehidupan. Yang kedua harus bertemu dengan sukma suci utusan Allah ,karena beliaulah yang dapat menuntun kearah kesucian. Yang ketiga harus bertemu dengan satru Allah ( nyawa kita ) atau dengan katakan lain mampu bertemu dengan saudara kembar kita.Semuanya itu hanya dapat

Bagaimana laku untuk mempelajari ilmu tiga Perangkat

Untuk mempelajari sampai menemukan ilmu tiga perangkat perlu petunjuk yang tersaji dalam tembang pupuh Asmaradana berikut ini

Kang yekti kasmareng ngelmi

“Ngelmi ghaib tri Prakara”

Kang katri pan tumameng

Sak jroning alam sumpena

Pramila pangungsetnya

Tan liya mranata turu

Purwa madya wusananya

Dalam uraian terdahulu telah disebutkan bahwa komponen jiwa kita terdiri dari lima yaitu cahaya Allah , Sukma suci utusan , sukma suci kita , nyawa dan raga /jasmani.Yang dua sudah jelas yaitu sukma dan raga ,tetapi yang tiga masih samar.Agar tidak samar lagi perlu dijumpainya .Menurut pupuh di atas dinyatakan bahwa “kang katri pan tumameng sak jroning alam sumpena”

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa tiga yang samar hanya dapat ditemui dalam alam tidur kita atau dalam alam mimpi kita,oleh sebab itu harus dimulai dengan menata tidur.Menata tidur yang dimaksud adalah sesuai dengan pupuh berikut:

Saben niat sare sami

Ngatur karsa-cipta –rasa

Mrih gilik-geleng golok

Neleng sawiji sedya

Pinathok jro wardaya

Tan nedya mlenceng sarambut

Riwusnya iku nata mapan

Pupuh di atas mempunyai maksud agar setiap niat akan tidur , perlu mengatur karsa ,mengatur cipta dan mengatur rasa agar dapat menyatu sesuai dengan tujuan yang telak dimasukan kedlam hati sanubari.Antara karsa –cipta –rasa menyatu punya keinginan untuk mencari ilmu tiga perangkat.Disamping menata batin sebaiknya juga menata tempat dimana kita akan tidur ,seperti pupuh berikut

kang papan tinata tertip

dudu edi peni penak

kang pokok pinrih tentreme

kang gampang ginanggu sira

dening iki lan ika

Riwusnya mangkya sinambung

Nyuceni kanang sarira

Tempat untuk tidur ditata tertip,bukan baik dan tidaknya tempat tidur yang peting kita data tidur dengan tentram tidak terganggu apapun.Disamping itu juga diperlukan badan yang suci dalam menjalan tidur,suci dari semua kotoran hadas kecil dan besar.

Siram iku kang utami

Kepeksane cukup suryan

Wijik tanapi akemon

Rampung iku mapan lenggah

Pasarean tumata

Nulya ngucapaken atur

Sembahyangan kunjuk Allah

Menurut pupuh ini dianjurkan agar sebelum tidur sebaiknya mandi dulu , jika dalam keadaan terpaksa boleh cuci muka saja dan kumur .Setelah itu duduk di tempat tidur sambil menyampaikan permohanan kepada yang Ghoib dengan cara sembayangan.

Ing kalaning suksma eling

Eling sak jroning sumpena

Apa kang panggih lan winruh

Pan kayeka ginatosna

Sipat padhang pinraka

Den kongsi ngasta angrasuk

Yeku caket babaring hyang

Pada suatu ketika sukma ingat dalam suasana mimpi apa yang ditemui dan apa yang dilihat

Jika ketemu dengan sesuatu yang terang bederang sesuatu yang sifatnya menerangi suasana hal merupakan tanda bahwa kita sudah mendekati babaring Hyang

Yen panggih kang sarwa asih

Luhur adil myang welasan

Dyan mawa dzad apa wae

Tukulan-kewan-manungsa

Sembarang neka warna

Gondelana kang abakuh

Bakal babar wrananing hyang

Jika dalam alam mimpi kita ketemu dengan sesuatu yang sifatnya serta merta kasih dan sayang,luhur budi pekerti ,meskipun berujud apa saja , misalnya ujud hewan ,tetumbuhan ,atau manusia ,hal ini perlu diresapkan dalam harti bahwa akan babar wujud utusan ( wrananing Hyang )

Kalamun sira pinanggih

Sarwa sipat pepenginan

Kang warana apa bae

Napsu-lidah dedaharan

Napsu birahi asmara

Napsu galih milik butuh

Emas picis raja brana

Jika kita berjumpa dengan sesuatu yang menunjukan sifat keinginan ,nafsu lidah ,nafsu birahi asmara , menginginkan sesuatu yang berhubungan harta benda ,kita harus :

Myang kang karya-wedi kwatir

Kayeku warana nyawa

Marma tampiken den age

Amuken den ngengeh ringga

Yen kalah sambat Allah

Pan jibna pasti tinulung

Mangkya nyawa bakal babar

Dan yang menyebabkan kita kawatir ,itu semua kehendak nyawa nafsu , sebaiknya tolaklah apabila perlu ditolak dengan kasar sampai berkelai jika merasa kalah anda minta bantuan pada Allah.Peristiwa ini memberi tanda akan ketemu dengan nyawa kita sendiri ( saudara kembar kita ).

Dalam pupuh berikut dijelaskan dan digariskan bahwa;

Mangkana prakara iki

Sayekti prakara gawat

Tan pantes ginampilake

Witnya “soal pejah gesang”

Yenkongsi tunda bima

Kedrawasan tan angukup

Tuna donya kubur kerat

Sebenarnya perkara ini bukan perkara ringan tapi termasuk perkara berat /gawat , sebab ada kaitanya dengan hidup dan mati,jika tidak dapat menemuinya maka jelas akan rugi dunia dan akhirat.

Marma garapan puniki

Amrih basukining lampah

Tanampi mentes asile

“Tata tertip”pan wus ana

Pitugas tunanggenah

Nyuluhi mring para panggayuh

Mligi urusan sumpena

Perlu diperhatikan bahwa perkara ini  agar dapat berjalan secara lancar dan dapat akurat hasilnya diperlukan seseorang yang dapat memberikan pengarahan dalam mengupas hasil ,yang disebut Panyuluh

Mila Pra Panggayuh sami

Sadaya sumpenanira

Ywa ringga lawan pekewuh

Sinuluhnya mring pitugas

Kang nyata syah kwajiban

Yekti mangke sang pinyuluh

Suka rigen lan wewarah

Maka diharapkan pada semua yang sedang mempelajari ilmu ini,tidak boleh ragu untuk selalu berkonsulatasi dengan Penyuluh agar ia dapat memberikan arahan laku selanjutnya.

Siapakah yang dapat kita angkat sebagai panyuluh adalah yang sesuai dengan pedoman berikut ini

Daliling panyuluh mangkin

Kang pokok limang prakara

Eka kanyata prasetyeng

Mring Allah lan agamanya

Kadwi nyata tamat

Wewadining ngelmi tetelu

Katri saguh suka warah

Menurut pupuh di atas yang dapat dinyatakan sebagai panyuluh adalah orang-orang benar setya pada Allah dan agamanya,yang kedua sudah katam /tamat tentang rahasia ilmu tiga perangkat ,yang ketiga bersedia menjadi Panyuluh.

Catur sayekti kadugi

Weh garapan myang dadaran

Mring pra kadang suluhane

Ing daya myang gunasira

Ngelmi ghaib “Tri Prangkat

Panca pan dadi pendunung

Wewadining pejah gesang

Yang keempat  yakni mampu memberikan dadaran dan arahan tentang daya dan gunanya ilmu Tiga Perangkat,yang kelima jadi pengarah rahasia pejah gesang.

Ing wingking mangkin tinulis

Sumpenan Panutan kita

Pantes dadya kupiyane

Mring pra pangungset kasuksman

Kang ngangkah tepung Allah

Myang murba mring nyawanipun

Yeku sejarah Panutan

Pada uraian beriutnya akan disajikan masalah mimpinya Panutan kita , yang pantas untuk menjadi petunjuk dan teladan badi setiap orang yang ingin mempelajari ilmu kasukman,yang pingin kenal dengan Allah secara nyata dan dapat memerintahkan nyawanya.

 

Sejarah Panutan dalam menemukan Ilmu Tiga Perangkat

Pada mulanya Rama Resi Pransoeh Sastra Suwignya mempunyai nama kecil Raden Gunung.Ringkas cerita Raden Gunung bekerja sebagai abdi dalem di kraton Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat.Dia diberi tugas untuk membaca sekali gus menyanyikan lagu-lagu macapat.Dalam mempelajari lagu-lgau tersebut ternyata mengundang niat dia untuk melakukan tata brata di Pesisir ( Parangtritis).Hal ini dipacu karena pada pupuh macapat dituliskan bahwa Sultan Agung dapat menemui penguasa laut selatan.Dalam hati Raden gunung ingin bertemu dengan penguasa laut selatan dengan cara melakukan tatap brata di pantai selatan selama 11 hari dimulai hari Selasa kliwon dan berakhir pada jumat kliwon.Tetapi setelah selesai ia tidak mendapatkan hasil apapun.Niatnya menjadi perubah ingin ia bunuh diri dengan cara masuk laut.Berulang kali dilakukan masuk laut tetapi selalu dikembalikan,dengan rasa kecewa dan lelah kemudian dia duduk dibawah pohon gedaya dan akhirnya tertidur lelap.Dalam tidurnya itu ia mimpi seperti pupuh macapat dibawah ini;

PANGKUR

Larwa larap lakweng nalar

Raden gunung gya sumpena

Suksma jakti lenggar sangking raga sampun

Miyat samodra mombak

Kinedepaken kang samodra gantya wujud

Rimba gung kebekan wreksa

Ning kang kathah witnya krambil

Dalam mimpinya rasanya Raden Gunung sukmanya meninggalkan raga menuju samodra,setelah diamati dan kemudian dengan kerdip netranya lautan berubah

Rimba kakedepaken sirna

Hawahana alun-alun waradin

Isi janma ma ewu-ewu

Anyambut karya peksa

Sandanganya sawiji tan ana runtut

Weneh samya tanpa sandang

Pating bligung larweng isin

Sekilas dengan kerdipan netra hutan tersebut berganti ujud menjadi alun-alun yang luas ,isinya manusia yang jumlah beribu-ribu dan bekerja seperti dipaksa.pakaian compang camping ,malah ada yang tanpa busana nampak seperti orang-orang yang malu.

Weneh samya nandang raga

Budeg-bisu-belek –memak kadas-kudis

Gudik kowak ubung busung

Tan ana ingurusan

Neka warna rudatine alam kukum

Mangkya pindah nereng suksma

Mulat waringin gung angigil

Ada pula nampak menderita sakit budek bisu kadas kudis ,kowak busung tanpa terawat sama sekali. Menurut pemahaman beliau Allah memperlihat alam hukuman bagi manusia yang hidupnya salah jalan.Kemudian Raden melihat pohon beringin yang besar dan tinggi ,ternyata pada pohon itu bertengger ….

Pang waringin penecokan

Kukila maweh gawok ing galih

Cucuk bang panjang cantuk

Jengger lamba wangunya

Siku tiga pan sami gembering janggut

Abang branang pindha dubang

Netra brit mblalak ngajrihi

Burung besar  kemudian Raden Gunung sejenak berpikir ,karena burung tersebut berparuh merah panjang cantuk ,jengger besar glember abang branang seoalah dubang ( air ludah orang makan sirih ).Matanya merah mblalak menakutkan

Biru wilis wulu nira

Mung ing dada sinung seling warni abrit

Sirah alit jangga lengkung

Swiwi myang buntut panjang

Dadya tanda sang ukila betah mabur

Kang cakar ajalu panjang

Weh candra galak awingit

Bulunya biru mengkilat ,hanya didada ada selang seling abrit,kepala kecil leher lengkung,sayap dan ekornya panjang,sebagai tanda bahwa burung tersebut kuat terbang.Dikakinya tumbuh taji panjang yang memperlihatkan bahwa burung ini galak dan berbahaya.

Binatin ukila musna

Jlek sakala sang suksma ing ngarsa maning

Wanita ngembari wujud

Yekti jambe sinigar

Anehe mung sifat kenya lawan kakung

Silih tanya sang akembar

Jarwa jinarwi sang akalih

Setelah dibatin oleh Raden Gunung burung tersebut hilang dan berbalik ujud seorang wanita ,yang langsung berhadapan dengan sukma raden Gunung.Wanita tersebut ujudnya seperti sukma raden Gunung persis seperti Jambe dibelah yang beda hanya sifat laki dan perempuan .Mereka kemudian bercakap-cakap…

Pan samana purwanira

Suksma raden gunung tinarbukeng widhi

Mbabarnapsu kenyanipun

Nyawa pribadi nira

Ingkang kalok ratu jim segara kidul

Kang ingungset lameng tapa

Ing tri bana tan ana kalih

Dan dalam percakapan tersebut raden Gunung dibuka oleh yang Widhi bertemu dengan nafsu wanitanya ( nyawa pribadinya yang berujud wanita ),yang dikenal dengan sebutan ratu Jin laut selatan dan dialam ini tidak dua ( satu-satunya)

Ning riwusnya wawancara

Ponang nyawa gya menggak sang suksma suci

‘jumbuh lan Allah” mrih wurung

Swala abitu tomo

Nyawa Kenya soring yudha musna luluh

Manjing iga wekas kiwa

Tilar janji sanggem ngabdi

Tetapi setelah bercakap-cakap ternyata nyawa menghendaki sang sukma untuk tidak suci lagi atau dengan kata lain “jumbuh lan Allah mrih wurung “.Dengan demikian keduanya bertengkar dan terjadi pergulatan ramai.Nyawa wanita kalah musna masuk ke iga wekas ( terakhir ) kiri dan ninggal janji pingin mengabdi.

Saksana gantya wahana

Suksma suci Raden Gunung jleg wus manjing

“Jumeneng neng alam suwung”

Pribadi tan na liya

Apan mengku cahya linuwih angepung

Tepung tenan tepi tebanya

Ayem tentrem raseng galih

Dengan secepat kilat gantilah swasana sukma suci Raden Gunung tiba-tiba sudah berada dalam alam kosong ,sendiri tanpa teman hanya dia diselimuti oleh cahaya,rasanya ayem dan tentrem sekali.

Tan pantara ana “sabda”

Laras bening dumeling telenging galih

Tinampi ing galih tembus

Yekti tan kampir karma

Pan makaten”sabda dumelenging –kalbu’

Sira anerusna tapa

Tri dasa warsa malih

Tidak lama kemudian terdengar sabda langsung kedalam hati sanubari dan tidak melewati telinga.Isi sabda tersebut adalah “Sira anerusna tapa tri dasa warsa malih “Kamu harus melanjutkan bertapa selama tiga puluh tahun lagi.

Ngrame neng guwa samun mapan

Kanan kering kidul wetan tidar ardi

Mbesuk akhir tembenipun

Nimbulaken lakon sira

Lakon pinet anengahi para lakun

Telas sabda wungu nendra

Dyan Gunung legeging galih.

Bentuk tapa yang dianjur adalah “ngrame ana ing guwa samun” tempatnya ditimur laut gunung Tidar ,yang akhirnya nanti akan menimbulkan kejadian dan menjadi penengah kejadian ( lakon).Demikian kemudian Raden Gunung bangun dari tidurnya.

Dengan sejarah di atas jelas diteladan bahwa untuk dapat menemui nyawa nafsu kita dan bertemu dengan Allah hanya dengan melakukan semedhi tidur, dan mencermati setiap mimpi.Bukan dengan cara lain yang banyak dilakukan melalui aktivitas spritual lain.

Sejarah  Panutan saat bertemu dengan Nyawa lelakinya.

Setiap sukma manusia selalu didampingi oleh Nyawa wanita dan Nyawa lelakinya(kembaran putri lan kakung ).Bagaimana Panutan dapat menemui nyawa laki-lakinya . Perhatikan sejarah berikut;

Durma

Putek rising RPS Sastrasoewignya

Datan sae ing galih

Ring gerahing garwa

Myang mothaing pra putra

Sanget kanang dadya guling

Jroning sumpena suksma enget rudatin

Dalam pupuh durma tersebut dijelaskan bahwa panutan sedang tidak enak batin pemikiran ,karena sang isteri yang menderita sakit kangker payu dara dan nakalnya putra-putranya.Dalam tidurnya Panutan ingat mencarikan jampi (obat ) untuk isterinya.

Risang suksma jumeneng madyaning latar

Tumengeng ngantariksi

Myat palwa udara

Kekiter nginggil wisma

Trang katenon kang nitihi

Raja wanita anjlok tumedak siti

Dalam mimpinya sang sukma  berdiri ditengah halaman melihat ke langit ,kemudian melihat pesawat terbang  berputar-putar di atas rumah dan nampak jelas raja wanita turun ditanah dari pesawat tersebut.

Jleg laksana Raja Putri malih rupa

Priya ngembari warni

Pan jambe sinigar

Kalawan rising suksma

Aben ajeng silih liling

Satata lenggah ruruh tanya jinarwi

Secara tiba-tiba raja putri berganti rupa menjadi lelaki yang kembar dengan sang sukma seperti jambe sinigar,setelah saling mengamati satu sama lain kemudian duduk bersama dan bercakap-cakap.

Risang sakala engeting driya

Ring purwaning dumadi

Ing kekalihira

Witnya jagad sapisan

Nyawa priya napsu napsi

Waleh ing karsa cinatet ‘Tri wigati”

Kemudian keduanya ingat akan awal kejadian saat terciptanya jagad pertama,Ri sang nyawa ( kembaran priya ) memberikan tiga rahasia yaitu

Eka asrah wahyu wewadining urip

Jagading lahir batin“Adeg Trining Tunggal”

Wit wus tan kwawa kanggyan

Dawuhing Hayang Maha luwih

Kasrah sang suksma gia nyimat sak kering

Pertama wahyu rahasia kehidupan jagad lahir batin yang disebut wahyu Trining Tunggal. Sebab sudah tidak mampu lagi ketempatan.Perintah yang Maha Agung supaya diserahkan pada ri sang sukma.

Kering nginggil rasukanira sang suksma

Sang suksma grayangi glis

Pan tan krasten asta

Wahyu wus manjing jaja

Jaja suksma ingkang kiring

Terus kadriamurba misesing kelir

Wahyu tersebut seperti dimasukan dalam saku sang sukma bagian kiri , kemudian sang sukma merabanya tetapi sudah terlanjur masuk dada sang sukma sebelah kiri yang kemudian menyatu dengan ri Sang sukma.

Kadwi nira sung usada ingkang garwa

Pincuk ron pisang kang wis

Tilas kanggya ajang

Timpalan ngendi papan

Jinanji mesthi mulyani

Wau sang suksma tan suwala nyanggemi

Pemberian yang kedua adalah obat untuk sang isteri wujud pincuk daun pisang yang merupakan bekas diapaki makan.Oleh sang sang nyawa dijamin mesti mujajarab sembuh dari sakit.Jika tidak mujarab sang nyawa bersedia bertanggung jawab.

Katrinira krana sang nyawa nglenggana

Tan darbe kuwasa maning

Purba wasesanya

Wus pindah mring sang suksma

Gya sang nyawa minta pancen

Nasibing gesang sang suksma paring janji

Yang ketiga karena nyawa sudah tidak punya kekuasaan lagi untuk memerintah,kekuasaan sudah pindah ke sang sukma ,segera sang nyawa minta jatah pembagian nasibnya hidup,sang sukma memberikan janji …

Sira nyawa sejati napsu kala

Boganta wus pinesthi

Yeku tan aliya

Sifat barang lan banda

Thethukulan kewan sami

Manungsa pisan kang wus samyakabuktin

Kamu nyawa sebenarnya nafsu kala ,sebenarnya sudah menjadi kepastian bahwa sifat barang dan harta , tumbuh-tumbuhan dan manusia yang sudah terbukti…

Pisan apa sing datan dinarbekan

Pindho tan den ruwati

Katri datan mulat

Cirri ningsun lan sira

Kapat kalah apus tuwin

Roda paksanta yeku panganmu sami

Pertama apa saja yang tidak dikuasai,kedua tidak dirawat ,ketiga tidak memperhatikan ciri saya , keempat kalah apus (kapusan ) dan hasil paksaan itu semua jadi makananmu.

Dyan mangkono ambak wus kanyata klakyan

Aneng tanganmu sami

Nging saweneh ira

Sun butuhken sanyata

Sun pintho sawanci-wanci

Tan kena sira tambuh swaleng kapti

Meskipun demikian meskipun sudah terbukti sudah jadi milikimu , tetapi jika aku butuhkan sewaktu-waktu tidak boleh kamu menahannya.

Rampung janji sang suksma nganti sang kala

Nganglang midereng keh desi

Wijang winejang mrih keplok

Janjinira cinonto

Cinoba tertib

Telas mangkana sang kembar kundur sami

Selesai perjanjian sang sukma membawa nyawa kala mengeliling dunia saling memberikan masukan supaya makin jelas dan keduanya setuju . Janjinya dilengkapi dengan contoh – contoh yang terkait.Setelah itu sang kembar pulang.

Kocap gancar suksma nyawa merak garwa

Kang ngrengih dening rogi

Suksma lagya priksa

Garwa ginodeng yaksa

Yaksi jim cacahnya katri

Kapraban suksma kanang menter ajrih

Dengan sekejab sang sukma dan nyawa telah mendekati sang Isteri ,yang sedang merintih kesakitan,sukma baru tahu bahwa isterinya digoda oleh tiga raksasa(jim berjumlah tiga).Karena kekuatan dan kekuasaan sang sukma jin tersebut pergi.

Risang nyawa nenggih kala gya manabda

Kakang garwamu mari

Ning pinesthi mangkya

Kang payu dara kanan

Kebacut gring awarih

Seseping putra mung kari sisih kering

Risang Nyawa kala segera bicara “kakang Isterimu sembuh”tetapi sudah jadi penesti bahwa payudara sebelahnya terlanjur kering air susunya,menyusuinya anak tinggal payudara bagian kiri saja.

Wis ta kakang semene disik pepanggyian

Aku lilakna bali

Mung samangsa kakang

Butuh nimbali mring wang

Pan batinen aku prapti

Sigeg sumpena suksma nyarira nglilir

Kemudian sang nyawa pamit kembali, hanya sewaktu kakak membutuhkan aku batinlah saja aku bakal datang.Demikian sumpena sukma Panutan kemudian bangun dari tidurnya.

Pada cerita mimpi Panutan ini menunjukan bahwa pada saat itu Panutan menerima wahyu sejatine lanang ( wahyu sebenarnya lelaki).Sudah sekian lama Panutan melakukan tapa ngrame didalam guwa  rahasia ( samun ) baru saat itu Panutan menerima wahyu adeg telune atunggal (berbentuk segitiga yang tengahnya memancar cahaya kehidupan ).

Dengan diterimanya wahyu tersebut Panutan terbukan batinnya sehingga mengetahui kejadian-kejadian yang telah ia lakukan pada jaman kehidupan sebelumnya dan tahu dengan pasti siapa dirinya sebenarnya.

Petunjuk untuk mempelajari ilmu Tiga Perangkat

Menurut tuntunan yang dianjurkan oleh Panutan untuk mendapatkan ilmu tiga perangkat diperlukan amliah,laku tirakat dan rialat seperti yang tertulis dalam tembang macapat gambuh berikut ini

Gambuh nimbuh pituduh

Mrih tan tepyur ninging tansah tuwajuh

Gennya ngungset ngelmi pati urip

Tri ghaib kongsi kacakup

Neng ndonya linatih lobok

Tembang gambuh memberikan nasehat agar tidak bingung dan selalu tuwajuh dalam mempelajari ilmu hidup dan mati Tri ghoib hingga tercakup.Di dunia sudah dilatih lobok(mudah melakukan perbuatan sesuai dengan kehendah sang Pencipta ).

Ywa kandeg godeng semu

Pan masyrakat sayekti sampun

Palsapahe mring ngelmi pati lan urip

Weneh cengkah weneh rujuk

Kene ngene kene ngono

Jangan hanya berhenti pada hal-hal semu (maya), masyarakat sebenarnya sudah melakukan falsapah hidup dan mati ada yang menolak ada pula yang setuju disana mengatakan begini disini mengatakan begitu.Hal ini disampaikan karena dalam kehidupan saat ini memang banyak tuntunan dan kepercayaan yang menyesatkan.

Pra lagya nedeng gilut

Mring palsapah kita kang kadyeku

Lakung dhihin anindakna jroning batin

Geseh bali cocok mbacut

Lingsem yen tan klakon weroh

Kepada semua yang sedang mempelajari falsapah yang sebenarnya ini,lebih awal lakukan dalam batin,jika tidak cocok kembali dan jika cocok silahkan lanjut .Sebaiknya malu jika tidak menyaksikan sendiri kebenaran ilmu.Ilmu ini bukan hanya mengikuti cerita sang guru tetapi murid wajib menyaksikan sendiri benar dan tidaknya.

Tumrap pra kang wus dangu

Tetahunan meksa dereng nyakup

Lan ing petang lakung lepat lamun licik

Langkung leser nambah gentur

Sutapa brataning lakon

Bagi yang sudah lama  beberapa tahun tetapi belum dapat menuntaskan ,jika mundur berarti langkah yang salah,sebaiknya nambah laku tapa brata nambah rialat dan tirakatnya.Rialat berarti mengendalikan hawa nafsu dan rialat melakukan amaliah yang baik-baik.

Kinarya pandom laku

Kita wajib enget dalilipun

Syah bataling sembahyang dasar semedhi

Sowan Allah jroning turu

Ngangkah jumbuh tampi dawuh

Sebagai pedoman laku , kita harus selalu mengingat dalil dan hukumnya,syah dan batalnya semedhi turu menghadap Allah dalam tidur untuk mendapatkan perintah dari Nya.Laku ini mencontoh saat panutan ketemu dengan nyawa wanita dan ketemu Allah.

Marma hakekatipun

Semedhi kang sinebut syah tuhu

Syah tuhu datan liya yeku pisa turu ngimpi

Kapidhone nyata jumbuh

Katelune nampi dawuh

Pada hakekatnya semedhi yang dinamakan syah manakala adalah dapat tidur dan bermimpi,yang kedua nyata cocok dengan yang diharapkan,ketiganya menerima perintah.Mimpi dikatakan bunga tidur tetapi mimpi yang ditata dan diharapkan belum tentu mudah jadinya.Ingat mimpi tidak dapat diciptakan maupun dibuat.Pada umumnya manusia akan risau jika mimpi buruk yang didapat dan merasa senang dan bahagia jika mimpi baik.Orang yang mengatakan bahwa mimpi hanya bunga tidur alias mengikari dan tidak percaya pada para nabi,ingat adanya Hari raya Qurban umat islam karena mimpi Nabi Ibrahim.

Kaping pat ngerti dawuh

Klima wungu sare tetep emut

Kanem yekti linampahan liring galih

Kaping pitu nyata rampung

Keplok plek jiwaning dawuh

Yang keempat adalah mengerti perintah yang diterimnya,kelimanya bangun tidur tetap ingat,keenam dilakukan dalam lahiriyah secara ikhlas.Ketujuh nyata-nyata selesai cocok dengan jiwanya perintah.

Mangkya kang batal gugur

Kosok wangsul lan kang syah puniku

Mrih cethane pan wajib jinereng ugi

Pinet dalil panalusur

Ring semedhi kang wus klakon

Bagi yang batal dan gugur merupakan kebalikan dari yang syah sukses,agar jelas seharusnya dikonsultasikan pada panyuluh ( pengarah orang yang sudah katam) hasil semedi yang sudah dilakukan.Penting panyuluh adalah dapat mengarahkan laku berikut untuk memperbaiki cara belajarnya.Kekurangan apa sebenarnya akan terlihat dalam mimpi ,tetapi bagi pemimpi mungkin tidak memahami tetapi penyuluh yang jeli akan menunjukan.

Tetep batal myang gugur

Nadyan kanthi tapa satus tahun

Nyirik uyah nyirik sega nyirik daging

Nyirik putri nyirik kakung

Kabeh nikmat ndonya emoh

Dinyatakan tetap batal dan gugur , meskipun dengan tapabrata seratus tahun,nyirik garam,nyirik nasi,nyirik daging ,nyirik putri ,nyirik lelaki , semua nikmat dunia tidak mau…

Siram sawengi ping pitu

Matur Allah tembunge aruruh

Panebute nglaras napas ping saketi

Nanging datan bisa turu

Semedhine tetep bobrok

Mandi sehari tujuh kali,mohon pada Allah dengan bahasa yang halus,dengan manebut ngikuti nafas sampai seribu kali , tetapi tidak dapat tidur ,semedhi tetap rusak alias bobrok…

Sanadyan bisa turu

Nging tan ngimpi iku uga gugur

Nadyan ngimpi lamun sang suksma kalindhih

Kerem pabegaling napsu

Semedhine nora dados

Meskipun dapat tidur tetapi tidak mimpi juga gugur,meskipun mimpi tetapi jika sang sukma kalah oleh nyawa ,semedhinya juga belum jadi.

Nadyan suksmane wus unggul

Enda saking pambegaling napsu

Wlaka pisan ri sang nyawa-napsu-napsi

Nging yen durung ngraos jumbuh

Iku uga dereng dados

Meskipun sukma telah menang dari godaan nafsu nyawa dan secara walaka sang nyawa mengaku ,tetapi jika dirasa belum cocok dengan apa yang diharapkan ,hal itu juda dikatakan semdhinya belum jadi.

Nadyan wus ngraos jumbuh

Awya ngraos tinunggalan sampun

Dening Allah tanampi dening wakil

Nging wungune datan emut

Sami mawon dereng dados

Jika sudah merasa cocok ,telah manunggal dengan Allah dan wakilnya , tetapi bangun tidur lupa semuanya , halm itu juga dinyatakan semedhi belum jadi.

Dyan enget salwiring dawuh

Ning tumindak kaseb ngowah nyatut

Kang ngresepi anging tan eklasing galih

Mangkono ya durung wutuh

Durung trep semedhi dados

Meskipun ingat semua perintah , tetapi bertintah nambah dan ngurangi perintah yang menyenangkan tidak ikhlas lahir batin demikian itu juga belum sempurna , belum dapat dikatakan semedhinya jadi.

Marma sagung panggilut

Dyan pra katam apa maneh durung

Riwus kita ngetutaken dalil puniki

Swawi kita sami nlusur

Ring lir tindak kang wus klakon

Oleh sebab itu untuk semua yang lagi mempelajari, pada para yang sudah katam apa lagi yang belum sebaiknya kita ikut dalil ini dan menelusuri tindakan yang sudah lampau.

Kita kudu tan tambuh

Pitukone semedhi mring Kabul

Syah sembadane ngelmi ghaib katri

Kang baku pan murba nafsu

Panyegah karsa Hyang manon

Kita tidak boleh meremehkan syarat-syarat semedhi supaya terkabulkan syah dan sempurnya ilmu ghaoib ketiga-tiganya.yang utama (baku) harus dapat mengendalikan nafsu yang merupakan penghalang dari kehendak yang Maha Kuasa (Hyang manon)

Pandom laku

Apapun aktivitasnya sebaiknya dipersiapkan secara matang , agar proses dapat berjalan dengan baik dan mendapatkan hasil yang optimum.Demikian proses mempelajari ilmu rahasia hidup dan mati ini diperlukan persiapan yang matang.Untuk kepentingan ini panutan telah memberikan pandom ( petunjuk) seperti berikut ini :

Kinanthi

Kanthi nginthil kabya wuruk

Kang winarah ngarsa sami

Yen riningkes hakekatnya

Ngagesang sayekti wajib

Sapisan kudu rumangsa

Asal usuling Hyang Widhi

Dengan mengikuti nasehat yang sudah kita terima semua pada hakkekatnya seiap orang hidup sebenarnya mempeunayai kewajiban :

Pertama harus merasa bahwa keberadaanya atau asal usuknya hanya dari Allah tangala,,yang kedua harus kenal dengan hayang widhi, yang…

Pindho marma kudu tepung

Tepung tenan lan Hyang Widhi

Katlu Hyang Widhi mangkana

Winadeng ngelmi tri Ghaib

Kapat Tri Ghaib punika

Mung ketemu mligi ngimpi

Ketiga bahwa ilmu Tri ghoib yang punya adalah Hyang Maha Tahu .Dan ilmu tersbut dapat ditemukan hanya melalui proses mimpi

Syah batalnya wus dinalil

Endi syah endi batal

Wus tinabel tirik tirik

Kunci pitumbasing esyah

Murba nyawa satru gusti

Dalam melakukan semedhi dalam tidur mana syah dan mana batal sudah dipatok dengan dalil yang jelas ,kunci untuk mendapatkan mimpi (dawuh ) yang syah adalah kemampuan mengendalikan nyawa ( nafsu  ) musuh Allah.

Pamurbaning nyawa satru

Agama kita ha dalil

Yekti angger-angger sewelas

Sapta kang minangka wajib

Catur dadya larangan

Angger-angger sewelas muni

Pengendalian hawanafsu nyawa satru , Agama kepercayaan kita sudah punya dalil yang jumlah sebelas ,Tujuh merupakan kwajiban dan empat berupa larangan,Sebelas dalil itu adalah…

Mangkya sapta wajib iku

Eka bekti mring Hyang Widhi

Tanampi utusan nira

Kadwi bekti mring nagari

Tanapi marang masrakat

Tri ngajeni yayah wibhi

Dalil yang merupakan wajib itu adalah , Pertama berbakti pada Hyang Widhi beserta utasanya ( nabi-nabi),Kedua berbakti negara  beserta masyarakat,yang ketiga menghormati kedua orang tuwa…

Sumrambah para ngasepuh

Catur tresna asih siwi

Myang garwa sumrambah brayat

Panca tresna asih maring

Jagad kalawan isinya

Sat sregep nyambut kardi

Beserta orang-orang yang dituwakan, yang keempat syang kepada anak ,isteri/suami beserta kelaurga,Kelima sayang dan cinta pada dunia deiisinya,yang keenam rajin bekerja menurut kemampuannya sendiri-sendiri.

Anut guna bisanipun

Sapta budi luhur ngadil

Ambeg welas ing sesame

Gya catur larangan mangkin

Eka ngambandrek hazina

Dwi garwa langkung satunggil

Ketuju berbudi luhur adil dan welas asih  sesama.Empat larangan adalah pertama suka mencuri suka berzina,yang kedua punyai isteri lebih dari satu /untuk putri punya suami lebih dari satu…

Tri nakal lan nistha wantu

Catur kang hasarwa sarwi

Cengkah lan sapta wajibnya

Dyan kinata ngriku nging

Ing budaya sinuksma

Dalil budaya wus nulis

Yang ketiga nakal dan bertidak nistha,keempat adalah yang melanggar tujuh kwajiban .Dengan demikian orang akan dikatan mampu mengendalikan bahkan memerintah nyawa manakala ia telah melakukan sebelas aturan di atas.

Galih dalil weh pitunjuk

Karsa-cipta-rasa salwir

Tan kenging anguja nyawa

Sang suksma kang kudu mimpin

Ing sarwa sarwi sinuksma

Sumengku Hyang Maha Suci

Dalam dalil itu sebenarnya karsa cipta dan rasa tidak boleh membiarkan kehendak nyawa ( anguja nyawa) sang sukma harus dapat memenag ( mengatur) aktivitas kehidupan untuk semua aktifitas  berbagai macam jenis .

Pedoman syah dan batalnya semedhi

Sebenar syah dan batalnya semedhi ,kita sendiri yang mengetahui karena kita yang melakukan .Untuk mengetahui syah dan tidaknya semedhi perhatian petunjuk berikut:

Pucung

Kanang pucung

Ngrumpaka semedhi turu

Sembahyanging suksma

Dados guguring semedhi

Tetep mutlak gumantung aneng sumpena

Dalam tembang pucung ini isinya memelihara semedhi tidur yang merupakan sembahyangnya sukma.Gugurnya semedhi tetap mutlak tergantung dalam mimpi.

Lamun gugur

Wungu sare raga lesu

Kenging daya nyawa

Begaling sukma semedhi

Kapitunan nasib ndonya –kubur- kerat

Jika gugur bangun tidur badan lesu tidak enak badan karena kadayaan oleh kemampuan nyawa dalam menggoda semedhi.Jika demikian akan kerugian nasib dunia –kubur maupub akhirat.

Lamun dados

Wungu sare raga cancut

Nalar padang gawang

Salwiring reh sarwa titis

Tuhu bagya nasib ndonya-kubur – kerat

Jika semedhinya jadi  bangun tidur raga sehat (gesit) , pikiran cerah ,semua aktivitas akan tetap sasaran ( titis).Hal ini akan mendapatkan nasib baik donya kubur maupun akhirat.

Ning kalamun

Ragi dados ragi gugur

Wungu saking nendra

Enget calone dumadi

Untung rugi mungguweng raga-nyawa-suksma

Tetapi jika semedhinya anggak jadi agak gugur,bangun tidur ingat apa yang akan terjadi,untung rugi akan diterima oleh raga – nyawa dan sukma.

Mangka sampun

Sinerat ing ugeraniun

Sembahyangan kita

Angka gangsal panjinarwi

Bakalaning takdir Allah saking kita

Namun sudah tertulis pedomanya pada sembayangan kita pada nomor lima yang mengatakan “ Gusti Allah kawula nekseni lan ngakeni bilih sadaya gesang alus ingkang sampun pisah kalian wadag ipun menika wonten jagad alus.menggahing kendela dalah mobah molahipun amung karana nampi purba wasesa paduka , inggih ing mriku nyatane pangadilan paduka netepaken sasaf utawi kawon antawising sukma kalian nyawa , inggih pangunduhing woh makartipun piyambak-piyambak nalika gesang wotening donya.Contonipun kados kacetha wotening jagad sumpena kawula.”

Marma iku

Wajib ana dalilipun

Gotong royongira

Suksma lawan nyawa amrih

Sesarengan tanggung jawab nasib gesang

Oleh sebab itu sebaiknya harus ada dalilnya kerja samanya nyawa dengan sukma ,supaya kedua bertanggung jawab nasib hidup.

Tegesipun

Suksma ribet nyawa nulung

Nyawa karibetan

Sang suksma kudu nulungi

Kanang raga tanggelan suksma lan nyawa

Artinya jika sukma ada kesulitan ,nyawa harus memberi pertolongan,Jika nyawa yang ada kesulitan sukma harus memberi pertolongan sebab sukma lan nyawa harus bertanggung jawab tentang keadaan Raga.

Contonipun

Raga sakit nyawa nulung

Anyirika karsa

Kang nambah rusaking ragi

Suksma nulung nyuwun jampi ngarseng Allah

Sebagai contoh saat raga sakit nyawa memberi pertolongan dengan cara deit ( nyirik) kemauan yang dapat menambah sakit raga , sedangkan sukma  memberi pertolongan dengan memohon obat pada Allah.

Pan kalamun

Nyawa sanget kagolipun

Suksma kadugia

Ngatas neges jro semedhi

Pan binela nging anut sastra sabda Hyang

Jika nyawa sangat kecewa dengan kegagalan sesuatu, sukma seharus membelanya dengan cara mohon petunjuk ( semedhi) menurut sabda Allah.

Kosok wangsul

Sang suksma lagia pinedut

Peteng tan sumpena

Dyan sumpena nging kalindhih

Kapikuting nyawa tan antuk pepadang

Sebaliknya jika sukma sedang gelap keadaanya ,tidak pernah bisa mimpi ,meskipun mimpi tetapi selalu kalah mengikuti nyawa hingga tidak mendapatkan terang dari Allah…

Malihipun

Suksma datan bangkit jumbuh

Myang dawuh kang cetha

Nyawa kudu nulungi

Sesarengan lawan raga talak brata

Apalagi sukma tidak dapat bangkit  sesuai dengan perintah yang jelas,Nyawa harus meberi pertolongan bersama dengan Raga tapa brata.

Nyawa kudu

Saguh ngendaleni napsu

Lidah brai nira

Tanapi murkaning galih

Kanang raga pinurba amrih susila

Nyawa harus sanggup mengendalikan hawa nafsu makan dan birahi,begitu juga nahan amarah dan raga dukendalikan untuk selalu berbuat baik.

Pan tinutup

Sinigeg mangkya kang kidung

Pangripta memuja

Mugi wewuruk puniki

Ketang kedik pan wonten munpangat ira

Demikian penutup dalam kidung ini , Pengarang memuja semoga nasehat ini meskipun sedikit ada manfaatnya.

Dalam pupuh kinanthi ini berisikan bagaimana kerja sama antara Raga , Nyawa dan sukma ,ketiganya harus diusahakan dapat bergotong royong untuk menentukan nasib kehidupanya.Sebenarnya Raga itu tanggungnya sukma dan nyawa,jadi jika raga sakit nyawa memberi pertolongan dengan diet makanan yang menyebabkan sakitnya tambah parah , begitu juga sukma harus mampu semedhi minta obat dari Hyang Maha Agung.Jika nyawa nafsu menderita karena kekecewaan kegagalan kehendak , maka sukma wajib menolong dengan cara mohon petunjuk Allah agar kekecewaan tersebut mampu terobati , untuk hal ini raga juga harus membantu dengan cara mengendalikan diri aktivitas yang menambah kecewanya nyawa.Yang terakhir jika sukma gelap tidak pernah mimpi maka nyawa harus menolong dengan mengurangi kehendaknya baik urusan dengan lidah urusan dengan seksual dan lain sebagainya.Sedangkan Raga mengikuti apa yang sedang dilakukan oleh nyawa.

Mangkya pemut

Lestaning pangripta kidung

Rebo paing rina

Kaping wolulas ing sasi

Pan oktober mangkana angkaning warsa

Pupuh ini menjaelaskan kapan tembang ini karipta (dibuat ),yaitu Rabo paing pagi tanggal 18 bulan Oktober

Sewu langkung

Sangangatus swidak punjul

Satunggal sinurya

Sangkalanira sayekti

Tinengeran raga sad-mbuka- suksma

Seribu sembilan ratus enam puluh satu , dengan sengkala Raga sat-mbuka-sukma

Penutup

Tidak ada harapan lain semoga penjelasan budaya sukma ini akan mampu difahami oleh generasi sekarang dan yang akan datang.Penulis yakin bahwa karena kemampuan berbahasa jawa generasi saat ini dan yang akan datang sangat terbatas pada hal tembang-tembang yang ada dalam budaya sukma ini jika dipahami akan mampu merubah karakter , merubah budi pekerti dan meluruskan kepercayaan yang kurang benar.

Penulis sangat kawatir jika generasi penerus akan selalu merasa benar dijalan yang sebenarnya salah,sebab pengaruh mayoritas ,pengaruh meteriil serta pengaruh budaya luar yang tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia.

Kemerdekaan ,kedamian dan kemakmuran hanya dapat dicapai manakala sebagian besar orang mampu memilih jalan hidup ,melalui kepercayaan yang benar dan sesuai dengan budaya bangsa dimana manusia itu tinggal.

Jika dikaji secara cermat budaya sukma ini sebenarnya akan mampu merubah sikap hidup sendiri , berikut sikap hidup masyarakat banyak , naik lagi sikap hidup bangsa Indonesia.Berkaitan dengan ilmu-ilmu jiwa yang saat ini telah digeluti oleh ahlinya ternyata belum secara jelas dapat mengungkupan komponen jiwa manusia yang sebenarnya,kebanyakan hanya berlandasan pada lapisan jiwa yang mendominasi aktivitas raga yaitu berkaitan dengan hawa nafsu saja.Oleh sebab itu jika ada ahli jiwa yang bersedia mempelajari penulis bersedia menjadi pemandu.

Demikian terima kasih untuk semuanya

Temanggung , 12 Agustus 2011

Penterjemah

Drs.Suhartono M.Pd

Tentang bopong

saya penggemar budaya jawa saya guru SMA saya senang menulis
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s