BESARAN DAN SATUAN

BESARAN DAN SATUAN
I.Pendahuluan
Perkembangan ilmu fisika didukung oleh penelitian ,pengematan dan pengembangan konsep.Untuk dapat melakukan penelitian dan pengamatan diperlukan pengetahuan tentang adanya besaran ,satuan serta pengukuran.
Disamping itu diperlukan juga pengetahuan tentang bagaimana cara menganalisis hasil pengukuran agar didapatkan konsep fakta yang mudah difahami.Analisis data pengukuran ini dikenal dengan perhitungan angka penting.
Untuk dapat melakukan sebuah percobaan diperlukan methode ilmiah yang secara mudah methode ini didukung oleh pertanyaan apa , mengapa,bagaimana dan dimana.Atau dengan kata lain diperlukan sikap ilmiah dalam mempelajari ilmu fisika.
Modul ini dibuat dalam rangka seorang siswa benar-benar mampu belajar fisikan, bukan hanya mempelajari konsep fisika saja. Oleh sebab itu untuk dapat mempelajari modul ini secara baik lakukan petunjuk-petunjuk yang disajikan.
II.Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai mempelajari modul ini siswa diharapkan punya kemampuan(kompetensi ) sebagai berikut :
2.1 Dapat membedakan antara besaran pokok dengan besaran turunan
2.2 Dapat mendiskripsikan sistem satuan yang digunakan dalam fisika
2.3 Dapat melakukan pengukuran besaran panjang dengan jangka sorong dan mikrometer
2.4 Dapat mengukur besaran massa dengan neraca OHAUS dan neraca Pegas
2.5 Dapat mengkur besaran waktu dengan stop wacth
2.6 Dapat menganalisis dimensi suatu besaran
2.7 Dapat menganalisis hasil pengukuran dengan menggunakan angka penting

III.Uraian Bahan ajar
Besaran dan Satuan
KONSEP DASAR
• Besaran:
• Merupakan sesuatu yang akan ditentukan nilainya melalui proses pengukuran
• Satuan:
• Merupakan seuatu yang digunakan untuk menentukan nilai besaran melalui hasil pengukuran.
• Pengukuran
• Membandingkan antara besaran dengan satuan
• Besaran Pokok terdiri dari
1. Besaran panjang
2. Massa
3. Waktu
4. Suhu mutlak
5. Kuat arus listrik
6. Kuat cahaya
7. Jumlah zat
8. SATUAN DARI BESARAN

BES

BES1

Pengukuran besaran pokok panjang
Penggunaan jangka sorong
1. Indikator
Membaca alat ukur panjang ( jangka sorong dan mikrometer sekrup

BES2

a.Penggunaan rahang bawah
Rahang bawah digunakan untuk mengukur diameter luar (ukuran luar

BES3

b.Penggunaan rahang atas
Mengukur diameter pipa bagian dalam
c.Cara membaca skala
– Perhatikan skala nol nonius paling dekat dengan skala berapa untuk sekala pokok ( pada gambar di atas skala nol nonius dekat dengan 18 mm pada skala pokok)
– Kemudian untuk menentukan kelebihanya carilah skala nonius yang lurus dengan skala pokok (pada gambar pertama ditunjukan skala 85 artinya o,85mm)
– Hingga hasil akhirnya 18,85 mm
Penggunaan Mikrometer skrop

BES4

Penggunaan alat ini biasanya digunakan untuk mengukur barang yang halus dan kecil , caranya benda dijepitkan pada rahang.Nilai pengukukuran dapat dilihat pada skala pokok.Angka yang muncul bagian atas menunjuka angka bulat ,sedang yang dibagian bawah menunjukan skala tengahan.Kelebihan nilai ukurang dilihat pada skala nonius yang ada pada rotor (perhatian jika skala nonius maksimum 50 maka hasil pembacaan skala di kalikan dua,misalnya 0,25 maka hasilnya adalah 0,50 dst)

Aktivitas pengukur besaran panjang yang lain ( lhat gambar)

BES5

Besaran turunan
Besaran yang dihasilkan dari penjabaran besaran pokok

Contohnya:
.Kecepatan,.percepatan,gaya,luas ,volume,momentum
Momen gaya , tekanan,impuls,energi,usaha
Massa jenis dan masih banyak lagi

DIMENSI BESARAN
Dimensi besaran merupakan cara pan-
dang suatu besaran melalui
besaran pokok
Dimensi besaran merupakan cara pandang suatu besaran melalui besaran pokok .

BES6

Contoh penentuan Dimensi besaran
• 1.Kecepatan dinyatakan sebagai jarak tiap satuan waktu.
• kecepatan = Jarak/waktu
• Dimensi kecepatan= dimensijarak dibagi dimensi waktu
• Secara matematik : Dv =Ds/Dt
Dv = L/T
• Sering ditulis [L][T]-1
Soal latihan
• 1.Luas adalah panjang x lebar ,tentukan dimensinya
• 2.Massa jenis adalah massa tiap satuan volume,tentukan dimensinya
• 3.Gaya merupakan massa dikalikan percepatan ,tentukan dimensinya
PERHITUNGAN ANGKA PENTING
• PENGERTIAN DASAR
• Angka penting adalah sejumlah angka diperoleh dari hasil pengukuran.
• Perbedaan angka dengan bilangan
• Jika angka penting diperoleh dari hasil pengukuran ,maka bilangan di peroleh dari hasil membilang
• Sebagai ciri khas angka penting ditulis dengan diakhiri satuan.
Contoh
• Seorang siswa mengukur panjang meja dengan menggunakan mistar diperoleh hasil 200,75 cm,maka pengukuran ini memperolleh hasil terdiri dari 5 angka penting.
Penentuan angka nol
• 1.jika angka nol terletak didepan angka tidak nol tidak dianggap sebagai angka penting ( contohnya : L = 0,545 Cm ),terdiri dari 3 angka penting
• 2. Nol yang apit dengan angka bukan nol termasuk angka penting ( misalnya p = 6,071 Cm ) terdiri dari 4 angka penting
• 3.Nol yang terletak dibelangkang angka bukan nol dapat dinyatakan sebagai angka penting apabila angka tersebut mempunyai tanda desimal dan bukan

angka penting apabila tanpa tanda decimal(contohnya : p = 230 m ini hanya 2 angka penting dan l = 2,30 m ini tiga angka penting.
Bagian dari angka penting
Angka penting terdiri dari :
1.Angka Eksat ( pasti ) yaitu angka yang diperoleh dari skala yang ada pada alat ukur
2.Angka taksiran adalah yang diperoleh dari cara memperkirakan karena alat ukur sudah tidak mampu menunjukan.
Contoh
 Seseorang diminta untuk mengukur panjang sebuah batang dengan menggunakan mistar dengan sekala terkecil mm.Hasil yang diperoleh adalah 78,3 mm.
 Dari hasil pengkuran ini diperoleh:
 1.terdiri dari 3 angka penting yaitu 7 , 8 dan 3
 2.Hasil tersebut mendapatkan dua angka pasti yaitu 7 dan 8 dan satu angka taksiran yaitu 3
PERHITUNGAN ANGKA PENTING
• PENJUMLAHAN/PENGURANGAN ANGKA PENTING MEMPUNYAI ATURAN

• 1.Angka penting hanya dapat dijumlahkan /dikurangkan dengan angka penting lain yang satuanya sama.
• 2.Angka pasti yang ditambah dengan angka taksiran diperoleh angka taksiran
• 3.Penulisan hasil akhir dari penjumlahan/pengurangan hanya diperbolehkan dengan menggunakan satu angka taksiran
Contoh

 Penjumlahan
 X = 78,45 cm
 Y = 4,15 cm
 ——————– +
 X+Y= 82 ,60cm , maka ditulis 82,6 cm
Aturan penulisan angka taksiran
 Jika angka taksiran kedua kurang dari lima maka pembulatanya dihilangkan ,contohnya L = 44,54 Cm, maka angka empat terakhir hilang , hingga penulisanya L= 44,5 Cm
 Jika angka taksian lima ke atas maka dibulatkan kedepan, contohnya L= 44,56 cm, maka harus ditulis L = 44,6 cm.
PERKALIAN DAN PEMBAGIAN PADA ANGKA PENTING
• ATURAN YANG DIGUNAKAN:
• 1.Angka penting dapat dikalikkan /dibagi dengan angka penting lain meskipun satuanya tidak sama
• 2.Angka dapat dikalikan dengan bilnngan tetapi hasilnya tidak merubah satuan
• 3.Hasil akhir perkalian harus sesuai dengan banyaknya angka penting terkecil dari faktor yang dikalikan
CONTOH
 X = 20,2 m
 Y = 10 m
 —————————– x
 X x Y = 202 m² harus
 ditulis 20 x 10 m²
Soal latihan
 .selesaikan penjumlahan berikut
 A. X = 43,56 kg
 Y 1= 17,11 kg
 —————————–
 X + Y =
 B. X = 43,56 kg
 Y = 17,11 kg
 —————————–
 X + Y =
2.Selesaikan perkalian berikut:
a. X = 25,25 cm
Y = 10 cm
———————————x
b. X = 25,25 cm
Y = 10
———————————x
2.Selesaikan perkalian berikut:
a. X = 25,25 cm
Y = 10 cm
———————————x

b. X = 25,25 cm
Y = 10
———————————x

3.Hasil pengukuran empat persegi panjang diperoleh
panjang = 40,21 cm , sedangkan lebarnya 5,17 cm
Tentukan:
a. Kelilingnya
b. Luasnya

Uji kompetensi 1

1. Diantara kelompok besaran di bawah ini yang hanya terdiri dari besaran turunan saja adalah …
A. kuat arus, massa, gaya
B. suhu, massa, volume
C. waktu, momentum, percepatan
D. usaha, momentum, percepatan
E. kecepatan, suhu, jumlah zat
2. Dibawah ini adalah besaran-besaran dalam fisika.
1. panjang
2. massa
3. kuat arus
4. gaya
Yang termasuk ke dalam besaran pokok adalah …
A. 1 dan 3
B. 1, 2 dan 3
C. 2 dan 4
D. 3 dan 4
E. 2, 3 dan 4

3.

BES7

4.

BES8

5.

BES9

6. Pada pengukuran panjang benda, diperoleh hasil pengukuran 0,07060 m. Banyaknya angka penting hasil pengukuran tersebut adalah …
A. dua
B. tiga
C. empat
D. lima
E. enam

7.

BES10

8.

BES11

9.

BES12

10.

BES13

Tentang bopong

saya penggemar budaya jawa saya guru SMA saya senang menulis
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s