Kitab Agung Pandom Suksma

KITAB PANDOM SUKMA

KARIPTA DENING
S.M.H SIRWAKA
NALIKA TANGGAL ;27 -4 – 1962
TETENGERAN ING SURYA SENGKALA( JUMBUH RASA NARBUA BUDI)
ALIH BAHASA OLEH
DRS.SUHARTONO M.Pd

KATA PERNYATAAN
A.Mengapa pribadiku berani mengerjakan atau membuat adanya Kitab Agung Agama Makripat ,yaitu yang mempunyai ciri bernama “KITAB PANDOM SUKMA” seperti ini,secara lahir batinku,tidak lain hanya niat patuh pada” Tugas suci” sekemampuanku.Yang pada hakekatnya begitu,hanya bersipat membuat”Usaha pengrusan pendapat pendapat,yang ditemukan dalam pengalaman dari sebagian sejarah kehidupanku sampai saat ini”.Selanjutnya yang semuanya tadi sudah saya anggap bulat,menjelma jadi falsafah dan keyianan,apa lagi sudah jadi idaman para leluhur.Yang juga majing jadi pangibadahing urip terhadap Allah.Dan juga manjing jadi tata susilaning ngurip,yang sedikit banyak manjing jadi Rasa Pertanggungan kepada Lakuning-Bebrayan- Agung yang seperti ini.
B.Adanya kuberi nama “Tugas suci”,yaitu yang menyebabkan pada pribdiku jdi tumbuh niat untuk mengerjakan tugas seperti ini, karena ketemunya sementara “Pikukuh”lahir dan batin,yang saya rasakan cukup dan maton,yang umpama dirinci,disitu mengandung lima prangkat yang penting,dimana satu dengan lain ada hubungan tali temali;
1.Mengandung niat Patuh pada;” Parumusing Sabda Allah” yang berualang kali saya terima sendiri dialam ghoib melalui Mimpi.Dari sedikit sedikit lama lama jadi banyak.Iya suatu saat merupakan sastra sabdaWarana,Iya yang bersifat sastra sabda Walaka, iya yang tidak senagaja,iya yang mulanya disengaja.Iya yang Perantara”JUMBUHING KAWULA LAN GUSTI’’,juga sewaktu waktu mengerti kanyataan ana ing Alam”MANUGGALING KAWULA LAN GUSTI”.Mulai jaman saya masih disebut bocah,tekan nganti wis peputu iki.
2.Mengandung Niat patuh pada inti sari:”Wejangan-wejangan sarta amanat Paduka Panutan Kita Resi Romo Pran-Soeh Sastrasoewignyo”yang sayan terima mulai pada waktu pribadi dietrima jadi muridnya,terus sinambung sampai Panutan wafat.Iya yang kadang kala hanya aku sendiri dan kadang secara bersama saudara yang lain yang kehendaki,juga yang sering bersifat blak blakan atau umum.Yang disitu ketemu dawuh dari P.Panutan, Yang isinya merupakan pertangggungan jawab mutlakn tentang jadinya “KITAB AGAMA IKI”,oleh P.Panutan pasrah pada diri pribadiku.
3.Mengandung niat melaksanakan”Penertipan lan penglarasan”kepada semua peradilan Pangibadahe Agaman Makripat”ini.Yaitu mulai dari: “Hukum Dasar sampai pada peradilan peradilan,dan sampai pada perumusanya”.Terinci yaitu semua dilaksanakan mulai munculnya Agama Makrifat yang pertama(tanggal 14 –Oktober -1947,sampai meninggal panutan (tanggal:24 –Oktober -1957 ),dan jugan sampai pada waktunya “KITAB” ini tertulis.Yang semuanya tadinya menurut hakekat dapat dikatakan jadi karena”hasil karyaku kabeh apalagi mulai kawiwitan sampai sekarang,semua itu juga akan jadi pertanggungan jawabku secara mutlak.Namun bab:”Penerbitan dan Penglasan”,yang saya niatkan dikemudian ini,dengan cara cara;”Ngiset-Nyuda-Nambah lan sepepadane” untuk mana saja yang tinemu perlu.Tentu saja cara cara tadi selalu terbingkai oleh geris garis winates yang tertentu.Yaitu yang pokok tujuane –tidak lain agar semua perilaku pangibadahan Agama Makripat ini,hanya satu menyatu tak ada yang ketinggalan sama sama dibingkai oleh;”Rasa Kemurnian Tunggal,Kedaulatan Tunggal,Palsafah Tunggal,sarwa sarwimasumber Tunggal,Yaitu hanya kepada:”GUSTI KANG MAHA SAWIJI TEMENAN”.Artinya harus cocok benar benar dengan”Pangandika Allah atau sastra sabda”,Yang kaceta dalam alam Ghoib atau Alam Mimpi yang sempurna benarbenar.Apa lagi selanjutnya ,disutu waktu selalu dapat dipertanggung jawabkan untuk kenyataanya,untuk para umat yang sudah kenal dengan “Gusti Allah Kang Tumenan”,Senajan di nantinya dari sifat sifat”Ceboleking Satra Sabda AllaH”,yaitu bibit atau bakalan pokok,yang akan dijadikan : “hukum hukum,Dalil dalil ,Rumus rumus lan Sapadane”. Tadi seweneh atau bhakan kebanyakan,sama halnya membutuhkan adanya:’Pambesutan pambesutan ,reroncen reroncen utawa bumbu bumbu,agar supaya dapat keplok atau laras dengan wiramane kabudayan Lahir-Batin,apalagi dengan perhitungan Ilmiah yang terakhir.Tetapi “Jiwa Sastra Sabda Allah”Harus sekalu wutuh anjiwani Pangibadahan semuanya.Ya seperti ini yang tujuan pokok:Penerbitan lan Panglarasan kitab ini.
4.Niat mematuhi dawuh dan putusan putusan saudara saudaraku Pemeluk yang pada kenyataanya berjumlah ribuan ,yang banyak menabah keterangan bahwa kabeh prentah dan putusan putusan tadi ,tidak didasarkan rasa pangrasa serta petung petung dari sifat sifat kelahairan saja,tapi juga sudah mengku dasar dasar melaksanakan “Sastra s Sabda Allah”yang diterima dalam “Alam Semedi Maladinge” sendiri sendiri,yaitu melaLui “Mimpi”.Singkate dening para pemeluk mau :
a.Sudah semuanya mufakati dan ngesahake marang “KONSEPSIKU”,Yaitu yang mengku garis garis besar Kitab Agunge Agama Adam Makrifat kita ini.Yaitu yang saya muat didalam catatan saya yang saya tulis dengan bahasa indonesian yang saya beri judul;”Tentang Budaya dan filsafat”.Tanggal 4-Juni -1961,yang saya sambung lagi tanggal 14-Juni -1961
b.Yang selanjutnya sampai kapan selesainya “Kitab Agung”Ya ‘KITAB PANDOM SUKMA”,untuk pribadiku dipasrahi secara mutlak,yaitu yang katulis ing layang tgl; 12-Agustus 1961,yang selanjut diperkuat layang Putusan Musayawarah Agung(konggres); 26-11-1961
5.Dan seluruh yang berkaitan ,yang bila diringkas, niat beranggapan buruknya”Sarat Rukun Pikukuh pokok ing Agama Adam Makripat ini benar-benar membingkai “PIKUKUH” di pelaksanaan ngibadah yang maton.Mudah dalam memeriksa secara umum.mempermudah cara belajar para pameluk.Dan untuk pribadiku garapan yang yang demikian ini sedikit banyak,dapat memperkuat menjadi seburuknya tanda tanda prasetyaku terhadap Allah,kepada P.Panutan,kepada semua pemeluk ,run tumurun kepada anak Cucu semua.Artinya juga kepada Agama Adam Makripat dan perjuanganya.
C.Adapun “KITAB PANDOM SUKMA” yang pertama (origional) ini menggunakan” bahasa jawa dan ngoko”,yang demikian mengku pokok penting; 2 perangkat yaitu:
1.Bahasa Jawa agar jadi perhatian yang dalam sejarah Agama Adam Makripat ini ,kenyataan bahwa “SUKMA NABI LAJER ALLAH,iya SUKMA WARANA ALLAH,Iya SUKMA UTUSAN ALLAH” oleh Gusti Allah diwaktu itu pas dikersaake leledang hidup Tumimbal di jagat wentah dadi “suku jawa”(yaitu dengan nama Resi Romo Pran-Soeh Sastrosoewignjo” kang lahir tgl 30-9-1868 dan meninggal tgl ;24-10-1957
2.Bahasa ngoko agar mudah difahami .lan sewaktu waktu disalin dalam bahasa lain menjauhkan kesalahan tafsir.Jadi dengan cara demikian tidak ada mengku arti nyrik basa kromo dan bahasa lainya.Jadi dalam Agama Adam Makripat selalu mendidik dan mengajak menuju kepada budaya luhur.Termasuk juga pada kasusilan,serta kekeluargaan anatara bangsa bangsa dan suku suku,dari yang satu ke yang lain ,begitu juga untuk bahasanya.
D.Wajib juga untuk dimengerti oleh para-nupiksa
Setelah aku mulai memperhatikan adanyan Pikukuh :5 prangkat dan kelengkapanya yang menyelimuti “Tugas Suci” ini semula aku merasa males dan karena saya merasa banyak sekali kekurangan (kepincangan).Cupeting bakat dan kekuatan kekuatan yang sepatutnya untuk melengkapi sarat rukuning timbalan Tugas suci,yang tujuanya besar sekali.Semakin dalam mangertiku dimana garapan ini bukan merupakan garapan sembarangan.Bila meleset wawasanku,cupet panguluring budiku kepada apa yang termuat dalam Dawuh dawuh atau sastra sabda Allah,serta wejangan wejangan dan Amanat amanat swargi P.Panutan,yang kebanyakan tidak walaka atau tidak ngeblak,yaitu asifat warana atau sasmita ,sisip sembere tidak wurung menambah gelapnya jagad atau puteking masarakat agung ini. Ya Lahir ya Batin sedikit membuat nyasar para pemeluk ya dunianya,ya kuburnya, ya akhirat sekali gus.Seberapa besar dosaku umpama kejadian seperti itu.Mangka rina lan wengi idam idamanku kebalikanj dari itu.Namun dengan pertimbangan petug kang wola wali diulang,ketemunya hanya ajeg ,yaitu sepertinga untuk pribadiku sudah tidak patut mingkuh,oleh sebab itu dengan rasa bagaimanpun ,garapan yang berat dan gawat ini kepeksa daangkat sekemampuan.Dengan tekat hanya ngejib ngejibake;”Sih Wahyu Pepadang lan kekuwatan saka Allah”,Berkah P,Panutan bantuan suci dari fihak manapun, yang bersifat apa saja lebih lebih dari para winasis lebih lebih lagi dari kadang kadang pemeluk yang sudah katam ngelmu kasukmane. ,yang sudah semesinya harus konsentrasi terhadap tugas ini.Yaitu dengan memperkuat tapa brata,murnekae semedi sare yang sampai mendapatkan hasil yang nyata dapat wawancara dengan Allah.menerima satra sabda atau dawuh dawuh yang jelas,yang semuanya itu menuju pada sampurnane garapan ini .Yang pada akhirnya Agama Adam Makripat kita benar benar punya “KITAB PANDOM SUKMA”,yang benar benar sembada ,apalagi atas dasar “KARSA ALLAH”,benar benar.
E.Selanjutnya dengan atur pratelaku didepan semuanya tadi,untuk itu apa saja yang ketemu di dalam “Garapan iki” semua salah dan kecewa benar benar bukan salah dan kecewanya Gusti Allah tumedake marang P.Panutan kita dan siapa saja, namun kasalahan dan kecewa dari dari sang pangripta dewe.Kosok baline ,mana saja ketemu bener lan baik kenyataan bener dan bainya Gusti Allah kang Maha lebih,bener lan becike P.Panutan kita yang tuhu wicaksana,bener lan becik para sedulur dari fihak manapun yang ternyata sedikit banyak memberi bantuan terhadap perkara ini.Kang hakekate sang Pangripta hanya sekedar melaksanakan tugas sekemampuanya.
F.Apa lagi pribadiku wajib juga selalu melahirkan prasetya.
Demi ngibadah ing ngarsa Allah,demi sujud marang idam idaman luhur yaiku kanggo gayuh:”KABEJANING NGAURIP TUMRAP LAHIR-BATIN KANG SEJATI”Oleh sebab itu kalau sudah benar benar rampung ,ya sebelumnya dan sesudahnya”KITAB PANDOM SUKMA”riptanku yang demikian ini lahir,pada hal masih ada atau masih ada riptaan atau Kitab kitab lainnya yang membingkai Pradilan-pangibadahing ngaurip kepada Allah ketemu lebih sempurna dari pada riptanku atau sakpengrangane Riptanku ini.Disitu saya tansah ngucap syukur mangayu bagya lahir terusing batin.Dan kemudian saya benar benar ikhlas terhadap semuanya atau sebagian kang kamot di “Riptanku iki” terus segera dihapus,diganti, dirubah disuda atau ditambah,de3ngan cara yang bagaimanapun yang benar benar untuk pentingnya”PANGIBADAH UMAT MUNGGING ALLAH’.
G.Sesudahnya dalam batinku lupa selalu mengucapkan “Sembayang panuwunan dihadapan Allah yang bunyinya begini
a.Duh Gusti Allah ,kawula nyuwun tinebihaken saking panggodaning Nyawa Paduka
b.Gusti Allah kawula nyuwun Sih –Pepadang –Paduka ,ingkang saget narbuka pangertosan kawula nyumerepi ciri bedaning leres lan lepat, supados tansah patitis mennggahing sedaya makarti kawula.

c.Gusti Allah , kawula nyuwun sinyucekaken sukma kawula supados tansah cinaket menggahing pangadep kawula wonten ngarsa paduka.Punapa dene tansah pinaringan enget saha angestoaken sadaya Dawuh –Paduka
d.Duh Gusti Allah asal usul kawula saking Paduka .Pramila wangsul kawula nyuwun sempurna lan sembada manunggil lan Paduka.
Gusti Allah sesembahan kawula
Resi Romo Pran-Soeh Sastrasoewignjo Panutan Kawula
Pangripa
S,M,H SIRWOKO
Pinengetan dimulainya mengripta di Semanu
(Gung Kidul, Ngayogyakarta)
Nalika tanggal 27-4-1962
(Tinengeran ing surya- sengkala:DJUMBUH RASA NARBUKA BUDI)
Alih Bahasa oleh;
Drs.Suhartono MPd
(Tegalsari ,Kupen,Pringsurat,Temanggung)

PEMBUKAAN
I.Adapun Kitab ini ,mempunyai ciri nama “KITAB PANDOM SUKMA’ serta disebut “KITAB AGUNG AGAMA ADAM MAKRIPAT”,Karena:
a.Kitab ini memuat :usaha dan contoh contoh yang pada hakekatnya jadi Pandom atau Pituduh (Petunjuk),yang merupakan kerangka penting mengajak dan mendidik kepada para umat ini semua agar selalu”Ha-budaya-suksma”.Artinya semua kehendak Karsa ,kehendak Cipta,kehendak Rasa ,semua selalu berpedoman pada watak budi dari suksma.Semuanya selalu berpedoaman pada suksma.Artinya kata Suksma disini ini yaitu “ aku suci,aku murni,,aku sejati”.Suksma adalah Roh = Panunggaling Allah ya Roh wadag petilan Allah ,ya merupakan DAD yang punya hak dan wewenag mutlak kemabali manunggal dengan Allah.Jadi tentang inti sari pokok”KITAB PANDOM SUKSMA” ini adalah hanya jadi PENGAJAK kepada umat ini semua supaya mau bersujud kepada’ Gusti Allah Yang Maha Suci ,Maha Murni,Maha Sejati”.
b.Disebut” KITAB AGUNG”,karena memang wujudnya besar dan isinya banyak disini mengandung makna jadi Bapa Babuning kitab apa saja untuk Agama Adam Makrifat.Menjadi sumber atau mata air Palsafah Agama Adam Makrifat untuk apa saja.Yaitu dengan memaknai memuat “Sejarah P.Panutan Romo Resi Pran-Soeh Sastrasoewinja yaitu nabi” Agama Adam Makrifat”. Yaitu yang menjadi pedoman” Pangibadahan Umat terhadab Allah”.Termasuk juga masuk jadi”Tata Susilan” antara umat dengan umat lain, dan juga sambung rapete dengan semua keadaan yang gumelar di jagad ini semua; ya jagad wadag,ya jagad alus kotore,ya jagad alus sucine. Ini semua dimuat dalam “KITAB AGUNG” ini
c.Kemudian apa sebab Agama ini memakai nama”AGAMA ADAM MAKRIPAT”.disini mengandung tafsir begini :
1.AGAMA ;Yaitu Pranatan Allah .Atau Pranatan Pangibadahan Umat terhadap Allah.Yang Juga Mengandung Arti”Hak Wajibing Ngaurip”.
2.ADAM : Didalam Agama mengandung keyakinan bahwa ADAM ini nama dari manusia pertama jadi titisan” sukma kapisan”, yaitu sukama warana Allah,Yang selanjutnya jadi Suksma “NABI LAJER ALLAH”,ya “SUKSMA UTUSAN ALLAH”,yang manitis atau hidup tumibal dijagad wadag dunia ini,dan sering membawa tugas suci dari ALLAH ,menjalankan memuncul Agama Atau menertibkan dan melanjutkan mangku agama terdahulu.Dalam bab ini untuk Agama Adam Makripat ,nabi atau panutan ini yaitu beliau Romo Resi(Raden Gunung) Pran-Soehsastrasoewignjo kang wus swargi,oleh pemeluk pemeluke wus diyakini bahawa beliau nyata nyata “Titis-tumitising suksma Nabi Adam”Suksma kawitan.
3.MAKRIPAT : Artinya senyata nyatanya yaitu eleking indriya suksmaindriyaSuksma Suci di alam suci atau alam Ghoib tembunge sing gampang yaitu “Mimpi”.Tetapi mimpi yang paripurna,Jadi bukan mimpi sembarang,bukan totomen atau ketenta..
Jadi nama “AGAMA ADAM MAKRIPAT” demikian ini ,meluruskan bahwa Agama ini ,memuat suatu keyakinan bahwa “Panutan Atau Nabi”ini ternyata titisan dari suksma Nabi Adam.Dan untuk falsafahnya suntuk semuanya atas dasar kemakripatan.Atas dasar apa apa yang keplok dengan rasa pangrasane indriya Suksma.Yang ternyata di alam Ghoib, ya alam impen yang sembada dan benar benar paripurna.Cara mudah singkatnya atas dasar dawuh kehendak takdir Allah. Jadi tdak boleh hanya berdasarkan perhitungan dan wawasan yang hanya kasatmata atau karsa karumangsa indriya wadag-wewadagan saja.
II.Selanjutnya untuk cara cara pasang rakiting persoalan yang jadi isinya “KITAB PANDOM SUKSMA” ini,agar sementara mudah dimengerti oleh pembaca dan mudah cara mempelajari bagi saudara sudara yang niat memperhatikan,lebih lebih kepada para pemeluk kang mulai ingin mempelajari atau tengah tengah mempelajari Agama Adam Makripat ini,kemungkinan lebih prayoga bila dirakit dengan urut-urutan begini ;
Babak :A. Sejarah ringkas P.Panutan atau P.Panuatan Agama Adam Makripat Resi Romo Pran-Soeh Sastrusoewignjo ,yang berarti juga Sejarahe Agama Adam Makripat sampai pada”KITAB PANDOM SUKSMA” ini ditulis.
Babak : B. Intisari parumusan sejarah P,Panutan kita ,yaitu kejadian “Tugas Suci P.Panutan : “3 prangkat serta angger angger 11”.
Babak : C.Wedaran bab ;”Gusti Allah”,serta terjadinya jagad : 3 dan isi isi nya
Babak : D. Ilmu wewadining Kasuksman, ya ilmu untuk perkenalan umat dengan Gusti Allah,ya ilmu weradining Pati –Urip lengkap dengan gambaran jagad Kasuksman atau”sket Impen”.
Babak : E. Pradilan-pradilan ,Tata tertip ,perumusan-perumusan dan kelengkapannya.Yaitu yang masuk manjing jadi Sarat Rukuning Pangibadah,menurut falsafah Agama Adam Makripat.
Babak : F . Nasehat nasehat ,Amanat amanat, pesan pesan P.Panutan kita,yang penting –penting dan wajib dilaksanakan.Lengkap dengan wawasan sementara dari penulis.
Babak : G.Pangajab dan puja puji dari pangripta.
Babak : H. Pengumuman –pengumuman bab lakunie “Kitab Pandom Suksma” ini .
Babak : I. Penutup
Adalagi babaring (kejadian) riptaan,akan sambung sinambung yang digelar dibelakang ini nanti semua.
Kemudian kami serahkan dihadapan Allah , dan juga ngarsane para nupiksa semua.
Nuwun
Gusti Allah sesembahan kawula
Rama Resi Romo Pran-Soeh Sastrasoewignja Panutan Kawula
Pangripta.

Babak : A
Sejarah singkat Panutan Atau Nabinya Agama Adam Makrifat
“Resi Romo Pran-Soeh Sastrasoewignjo”
Yang juga berarti
“Sejarah Agama Adam Makrifat”
Sampai pada tinulis sejarah ini.
Kata Pendamping sejarah iniatau
Sejarah tentang Panutan atau Nabi Agama,tentu tidak bisa dipisahkan sejarahnya Agamanya.Lebih lebih untuk Panutan atau nabi yang beliau tadi ternyata titisan atau titis tumitising Suksma Nabi Lajer Allah,ya Suksma warana Allah.Begitu jugaSejarah P.Panutan kita Resi Romo Pran-Soeh Sastrasoewignjo dengan Agama Adam Makripat ini.
Ada lagi bahan didalam sejarah ini,berasal dari pambudi dayaning pangripta mulai jaman P.Panutan masih hidup di jagad wadag dulu.Jadi meskipun sebagian besar berasal wedar sabda P.Panutan sendiri,juga artinya apa yang kanyatan disejarah ini nanti sudah diijinkan oleh P.Panutan mulai saat itu.
Seperti halnya yang dimuat dalam romawi II tadi ditambha dengan adanya sementara persoalan yang terjadi disaat saat setelah P.Panutan wafat ,yaitu tekan titi tinulise sejarah ini.
Adapun yang tinulis oleh pangripta didalam sejarah ini,hanya mengambil mana persoalan yang dipandang ketemu pokok dan penting saja.Jadi untuk selanjutnya tansah diakui oleh pangripta.Apabila ketemu tidak sedikit adanya soal-soal yang sengaja ditinggal atau dilompati sengaja atau karingkes banget nantinya.Tetapi kebalikanya,juga ada sementara persoalan yang prasasat dimuat secara utuh sampai gladrah,kadang kadang asring boseni,lebih lebih untuk yang merasa kurang senang.Meskipun demikian sang pangripta niat tidak akan rikuh jiguh,sebab menurut perhitungan adalah hal penting.Lagi pula yang dimuat sejarah ini prasasat bersifat cebolek atau blablakan.Jadi menurut reroncening dan besutanya juga prasasat tidak ada.
Selanjutnya babarane sejarah tadi seperti ini:
P.Panutan Resi Romo Pran-Soeh Sastrasoewignjo
Yaitu : Guru- Nabi- Panutaning Agama Adam Makripat
1.Beliau dikersake oleh Gusti Allah,hidup tumimbal leledang aneng jagad wadag,lelantaran ingkang rama/ibu Ki/Nyi Natatrisula ,didesa babadan(sleman,ngayogyakarta),lahir tanggal ;30 – September – 1868 ,yang akhir nya wafat tanggal: 24- 10 – 1957, didesa jagalan (Muntilan,Magelang) dan dimakamkan diastono waja (Muntilan),yang mulanya sudah dirancang terlebih dahulu.
2.Beliau adalah putra kedua (kakung) dari Ki/Nyi Natatrisula,dan pada waktu mudanya bernama Raden Gunung Romo Pran-Soeh “Nama” begitu peparinge ingkang rama /ibu Ki/Nyi Natatrisula,karena menjalankan pesan yang benar benar dan berulang-ulang dari Ki Wirabangsa yaitu rama ki Natatrisula, sewaktu dia akan meninggal.Kata-kata pesan tadi,kurang lebih begini: Besuk anakmu kang nomor 2,pada waktu lahir lanang berilah nama “Raden GUNUNG ROMO PRAN-SOEH’,nantinya cucuku itu bakal tinakdir Allah jadi Titah yang punya kelebihan dari pada yang lain”Selanjutnya ternyata benar,pesan dilaksanakan benar benar.Nanging Asma yang seperti itu di masyarakat sana lan dek semana ,asma mau mung kacekak “Raden Gunung”begitu saja.
3.Alam timure (waktu mudanya ) R.Gunung Romo Pran-Soeh
a.Ki Natatrisula mempunyai 3 anak,Nomor 1 Kakung ,Nomor 2 kakung ya R.Gunung ini Nomor 3 putri.Waktu itu ki Natatrisula berpangkat Mantri carik Kabupaten Sleman (ngayogyakarta),Berdasarkan itu semua mestinya harus hidup lumayan.Tetapi oleh karena Ki Natatrisula tidak bisa mengendalikan hawa nafsu ,yaitu kagolong ewone tiang seneg royal akibate dadi mlarat.Hidupnya garwa putra ora kopen.Jangan lagi disebut seneng dan berpakain baik,selagi makan setiap harinya kerep ora ajek ora layak.R.Gunung tidak lepas dari kurban yang seperti itu.Dapat disingkat selalu hidup terlunta lunta.
b.R.Gunung umur 10 tahun baru masuk sekolah,mulai usia 11 tahun hanya hidup numpang di orang lain.Pindah pindah acap kali pencari rumputdan angon hewan : kebo,sapi,jaran,Tidak pernah mersakan seneng galih.Kalipuring prihatin hanya kadang kala saja.Yaitu pada waktu malam salenaning pakaryan,kadang kadang bersama belajar “jogedan lan gamelan”dengan kawan kawanya.
c.R.Gunung umur 16 th baru disunat (supit),itu dengan adanya pangengeran,sekolah hanya tamat sampai kelas:3 sekolah rakyat(sekolah kasultanan Godean),tetapi karena termasuk cerdas, dan dia seneng gegoskan dengan orang yang berguna dan para winasis (dijaman itu),oleh sebab itu pada jaman itu lan ana ing masyarakat desa situ R.Gunung ewoning pemuda kang unggul.Lebih lebih untuk parama satra Jawa geding jawa dalah jogede.
d.Sejak muda R.Gunung termasuk orang yang jujur temen dan suci ambeg welasan senag memberi pertolongan,Acap kali jadi pengantar orang orang kebingungan jalan atau takut jalan pada malam hari.Sering membantu pakaryan orang tua yang terlalu berat..Lebih lebih terhadap orang yang sudah nenek nenek.
4.Alam Kadewasane R.Gunung
a.Setelah supit yaitu ngancik umur 17 tahun, didalam pangengeran R.Gunung sudah krasan,karena sudah merasa dewasa,Punya kepenginan nyambut gawe jadi priyayi seperti ayahnya dan eyangnya.Makanya mulai budidaya dengan bermacam macam.Nambah anggenturke kasutapane.Makan (dahar ) diniati hanya sekali dalam sehari sebelum matahari terbenam,itu saja masih sinartan hanya makan nasi putih (nyirik asin),nyirik daging,nyirik iki-iku dan lain lainya.Mandi dan kungkum di kali kali pada malam hari.Tidur terlentang kecuali pada waktu hujan,Yang semua itu mempunyai maksud tidak lain merupakan syarat lakuning panuwunan dihadapan Allah kang Maha Kuwasa,agar dikabulkan permohonan.
Dan didalam batinya ,tansah pasrah sumarah dihadapan Allah ,Pagewahan lan pangkat apa takdir bagaimana,besuk kapan tercapai,semauanya diserahkan pada Allah,disertai panuwuanan kadang kala semua tadi dapat menjadu kautamane hidup lahir dan batin.Dengan cara demikian ini sudah diperhitungkan secara detail oleh R.Gunung.Apalagi R,Gunung tansah nemtoke lan ngejibke Gusti Allah mesti paring keterangan yang jelas (gumatok),tentang takdire tadi dalam impen pribadine R,Gunung.Sebab R.Gunung sudah paunya dasar pengalaman mulai waktu muda,meskipun tidak sengaja,sering ngimpi yang gamblang banget,yaitu bersifat keterangan dari Allah,lakon lakon apa yang akan kelakon.Tambah tamba kanggo penyakit atau untuk salah satu orang yang membutuhkan atau isarat isarat untuk seorang penandang dan sapadapadane.Lakon seperti itu dimasyarakat banyak yang nekseni dan ngakoni,yaitu kelebihan R.Gunung yang seoerti itu terjadi sejak R.Gunung masih sekolah.Oleh sebaab itu R.Gunung selalu mendapat sih kineringan di masyarakat situ,lebih lebih saudara saudara yang mendapat pertolongan.Sampai sampaimenyebut dukun Ghoib terhadap R.Gunung.Tetapi R,Gunung tidak demen sesebutan seperti itu ,Kepara nyirik atau merasa rikuh.Sebab yang pokok nanti kalau keweleh karana tidak terkabul atau tidak nyata.Kocap R.Gunung dikala itu sudah beberapa bulan genturke tapa,tetapi seperti belum mendapatkan wangsit atau “Satra Sabda Allah”yang jelas.Meskipun banyak mmimpi,tetapi kebanyakan masih berbentuk sasmita kang sering tinampa perwaca.Pada hal pada waktu itu R.Gunung merasa belum sampurna benar benar terhadap: “Ilmu Wewadining Allah dalah wewadining Impen”Hanya sering kali dikatakan lamun beliau diwaktu itu bola bali Supena “nyawng srengenge,nyekeli rembulan,ngetungi lintang”
b.Tahun 1885-1890 ( mulai umur 17 tahun – 22 tahun)
Dikatakan bahwa dalam R. Gunung melaksanakan tapa brata( mulai tahun 1885) di suatu hari R,Gunung terima timbalan dari Sultan HB VII Ngayogyakarta.Dapat disingkat R.Gunung mulai saat itu mengabdi di kraton Ngayogyakarta.Tidak lama karana R.Gunung punya ketrampilan ,lebih lebih parama sastra jawa dan gending-gending serta joget R.Gunung diberi pangkat jadi:”Abdi dalem pamaca Babad”.Mapan swarane R.Gunung baik sekali.Cilik bening ,gede arum.Punya keahlian ngrampak dengan lagu lagu larase gending.Dilengkapi sikap humoris, serta punya dasar dapat joget (menari).Pernah dibicarakan bahwa selagi membaca tembang dibarengi bunyi gamelan lesan,ukuranya mengku bahasa yang menarik ,jatuhkannya gong bersama-sama R.Gunung pacak jangga sendal pancing.Keadaan itu membuat semua yang lenggah tertawa (kesengsem),Secara spontan menerima hadiah seperangkat busana.Dapat disingkat bahwa semakin hari semakin R.Gunung tambah kinasihan oleh Sultan dalah sentono kerabat keraton.Sampai sampai R,Gunung diperbolehakan nunggal guru wiritan batin dengan Sri Sultan dalah kelaurga.Yaitu berguru kepada Ki Mangkunegara dan Ki Dipawedana.Rasa kasih sayang Sultan semakin tambah ,yang didalam batin dianggap saudara,sebab ternyata keduanya antara Sultan dengan R.gunung sama sama murid dari Ki Mangkunegara dan Ki Dipawedana dan R.Gunung unggul dalam prestasi belajar.Samapai terlakasana oleh Sultan yaitu dengan perintah untuk panyembahe R.Gunung terhadap sultan ditetapkan hanya memakai tangan satu yang kiri saja.Tetapi R.Gunung tidak hanyut dalam persoalan itu,sebab selalu ingat pada idam-idaman semula yaitu pangkat dan pekerjaan dan hasil yang banyak yang sampai saat itu belum tercapai. Padahal pangkat perkerjaan yang sekarang ini hanya dianggap sebagai batu lancatan sementara,sambil mencari pengalaman atau pengertian saja.Kemudian sebenarnya apa yang dianggap penting R.Gunung pada waktu itu tidak lain benar benar mempelajari kesempurnaan ilmu Kasukman.Yaitu selalu mohon suluhan sang guru,dan juga rajin musawarah dengan saudara siswa terpilih.Dan pula rajin membaca kitab kitab Agama dan buku lain yang memuat ilmu kasukman.Yang tujuannya untuk dapat nyaring nanding milih inti dan parumusan semuanya..Yang selanjutnya bisa memahami paugeran Hidup yang maton dan mantap.Tapi bagaimana rasa batin R,Gunung kepada hal tersebut sampai saat itu.Dikatakan beliau masih sering kali kisruh,sebab tidak hanya sedikit persoalan yang tentunya jadi kunci kunci pokok terhadap hal hidup,tapi hanya menemui pandom pandom atau tapsiran tapsiran yang berbeda-beda atau bersebelahan falsafah.
c.Dikatakan bahwa pada tahun 1887 Ki Natatrisula
Pindah rumah dari Babadan pulang ke desa Sedang pitu yaitu tabon warisan orang tua (Ki Wirobangsa).Tidak lama kemudian Ki Natatrisula meninggal(Kurang lebih umur 43 th).Meninggalkan Isteri Nyi Natatrisula (39 th).Putera pertama ( kurang lebih umur 22 th),sudah nikah,putera kedua R.Gunung (kurang lebih umur 19 th),serta putra ketiga (ragil) putri (kurang lebih umur 16 th .R.Gunung tambah prihatin.Diwaktu ingat nasibnya sendiri juga masih ingat nasib ibu dan adiknya.Oleh sebab R.Gunung berpenghasilan jauh cukup,terpakasa harus dijereng biar cukup untuk kebutuhan ibu dan adiknya.Rasa dan keadaan yang seperti itu menembah semangat R.Gunung untuk dapat berpenghasilan lebih banyak lagi.Soal pangkat kalenggahan dijatuhkan jadi nomor 2.tetapi bagaimana lagi sampainya ketitik belum wewenang.R.Gunung kepeksa menerima keadaan unutk sementara.
d.Tahun 1888 R.Gunung mulai sampai kealam kedewasan ,alam birahine.Oleh sebab itu meskipun disaat itu serba kekurangan sarat rukun ngatokake birahine ,tetapi sautu waktu R.Gunung juga memperlihatkan kebagusanya.Mapan R.Gunung kinodrat orang nampak bagus , dedek piyadek sedeng tidak pendek tidak tinggi,kulit hitam manis badan gilik mejalin,hatandang terampil trengginas,Yen pewayangan seperti Raden Nayarana ,dasar pandai bicara pandai nyanyi ,semuanya serba baik dipandang.Oleh sebab tidak mokal banyak gadis terpesona.Tetapi oleh R.Gunung kaya akan usaha, kadsaran masih dalam kekecewaan karena idam –idaman belum rampung yaitu ;
1.Bantosing Ilmu kasuksman
2.Pangkat dan penghasilan yang cukup ,yang sebagai sarana lumrah dan utamanya hidup di jagad wadag.oleh sebab itu R.Gunung mampu mengendali nafsu birahinya.Malah didalam batinya tansah punya janji ,belum akan kawin manakala belum tercapai cita citanya dua perangkat tadi.
Demikian R.Gunung ,sejak masih muda sudah kadasarn “Satriya Pandita Utama”
e.Tahun 1889 ,dikatakan bahwa dalam tahun diawali dengan usaha R,Gunung sakselan pekarjaan dudk sendiri dan akan persoalan “Idam idaman rong prangkat” yaitu : 1 .Botose ilmu Kasuksman ,nomor 2.Pangkat pekerjaan dan hasil cukup.Terus bagaimana caranya atau pambudi dayane.Gagas jadi nglantur panjang sekali tiada batas ,sambung sinambung marang inti rumusan yang bunyinya”Layang babad demak dan Mataram jaman Sultan Agung yaitu yang mempunyai maksud ; 1.Seh Siti Jenar serta Maulana mempunyai kemampuan kenal benar dan dapat wawancara dengan Allah ,selanjutnya nomor 2. SultanAgung berkemampuan kenal dangan baik dan kuasa mereh ratu Jin Segara Kidul.Disitu itu R.Gunung mulai kepranan dan meri dalam batin pada kelebihan dua perkara itu.Kaosik batinya ,seandainya ilmu kasuksman tidak hanya sampai disini,aku tentu juga seperti beliau semua.Apa bedanya sama sama sifat manusia.Muga aku keconggah nglakoni laku lakune.Kapan laku pambudidayaku seperti beliau Gusti Allah mesti mengabulkan.Seanadainya kabul mestinya hidupku selalu merasa marem dan tentrem benar benar,Apa tidak,sebab sewaktu aku kesampaian kenal benar dan dapat wawancara dengan Gusti Allah,aku selalu akan menghaturkan panuwnan apa apa,nyuwun ngerti apa apa yang pas dalam hidupku,juga untuk hidupnya orang banyak.Mengerti apa saja yang sampai saat ini,tahu akan cantra ubeng jagad sak isinya ya lahir ya batin,ya dunia ,ya kubur ,ya akhirat sekali gus.Yang semuanya kan jelas gamblang(temen –ceta –perwaca),tidak hanya seperti pengalamanku yang lalu ,akhirnya aku tahu benar tentang dawuh dawuh pokok dari Gusti Allah sendiri untuk hidupku.dan juga untuk para umat semua.Mana yang pokok diwajibkan ,mana yang pokok dilarang..Jadi sehari harinya aku selalu dapat menrapkan semua makarti yang benar terhadap Allah.Akhirnya aku tansah bakal selamat hidupku.,ya dunia ,ya kubur ya akhirat. 2.Lagi pula sewaktu aku kesampaian kenal baik dan kuasa ngereh “Ratu Jin Segara Kidul”,yaitu diceriterakan bahwa ratu ratunya Jin dan lelembut di sak jagad rad Pramudita,ha badan Alus Tidak kelihatan melalui indriya lahir ,lebih digdaya,kadang kadang dapat menjadikan” kecewa ,wirang lan lara patine titah’serta merusak keadaan jagad seisinya ini….Nah kalau aku diperbuat sering serik dengan musuh,lebih lebih aku jadi prajurit ,naiknya lagi jagi senopati tentu tidak akan sulit aku minta tolong Ratu Jin Segara Kidul atau pada bala tentaranya ,saya suruh ngalahake atau numpes mungsuhku.Dan mestinya juga dapat aku minta tolong tentang sarana dayane badan alusem untuk kepentingan uripku sewaktu hidup didunia yang fana ini…Begitulah tumbuhnya gegambaran cipta riptanya R.Gunung di waktu itu ,selalu bolak balik setiap hari tidak pernah lupa.Semakin semakin tebal semangate untuk”kelebihan dua perkara tadi.Lama lama semakin tambah mantab genturake tapa brata ,nyrepeng dan ngemang”semedi maladining” di saat saat ada kesempatan,agar segera mendapat dawuh dari Allah yang jelas untuk perkara itu.Dilakukan benar benar dengan melakukan tapa brata yang berat berat mawarna warna.Tapi dikatakan sampai berbulan bulan belum terkabul.Meskipun demikian sering mimpi tapi untuk inti sarinya belum ada yang sesuai dengan apa yang dikehendaki.Akhirnya R.Gunung punya pendapat mempersoalkan pada musyawarah dihadap Guru para murid yang pandai pandai.Dapat diringkas dapat terlaksana.Pada suatu waktu yang sudah ditentukan dan disepakati dianatara R.Gunung dengan Ki Mangkunegara,Ki Dipawedana ,Sri Sultan,pangeranSuryamataram,pangeran Natapraja,R.Prawirapurbo dan lain lainya.Disitu tidak lain yang pokok dibicarakan adalah persoalan tunggal yaitu”Gegambaraning Cipta Riptane R.Gunung,dalam punya idaman kelebihan dua perkara tadi.Muncul adanya wawasan banyak sekali,yang sama sama didasarkan perhitungan dari sifat sifat; Kawadagan,Kasuksman ,serta inti sari semedi Maladining sendiri sendiri……Kesimpulanya dapat diperkirakan ,bahwa wawasan wawasan dan idaman idaman R.Gunung ada benar benar luhur..Tapi untuk terkabulnya dan terlaksananya mutlak dimokalkan.Jadi umpama terkabulkan tentunya tidak mutlak,sebab jenis dan drajatnya R.Gunung,termasuk para anggotanya musyawarah itu semua,sedikit banyak dibawah suksman” Syeh Siti Jenar,syeh Maulana,lebih lebih Sultan Agung”Dwemikian kesimpulan dari hasil musyawarah sampai bubar.Terus bagaimana rasa batinya R.Gunung diwaktu itu/?Dikatakan sebagai berikut:
a.Tidak ada pecahnya wawasan lan idam-idaman ,malah semakinc. tebal keyakinanya
b.Idam-idamanya tetapNIAT diusahakan sampai berhasil secara mutlak
c.Tidak ada niat uasaha untuk lakulaku lain tujuan ,kecuali apa apa hanya akan diputus dan ditempuh sendiri
d.Mulai hari itu niat berpamitan keluar abdi dalem kraton.
Perlunya akan neruskan lakon berusaha supayanidam-idaman tercapai,sebab kalau jadi abdi kraton, mungkin masih belum mardikaning tumindak.Tekad seperti itu dilaksanakan betul (wajib ugamkacatet ing sejarah kene, menawa tumekane titik wektu semono iku,tumrap R.Gunung durung pisan pisan rumaos titis tumitise suksma nabi lajer Allah.Lan ora nana gambaran kepingin dadi salah sawijining Nabi utawa Panutan ing sawijining Agama.kajaba mung dadi umat lumrah nanging kepingin mengku kaluwihan:
1.Kenal benar dengan Allah
2. Ngerti dan menang terhadap Ratu Jin Segara Kidul
3. Punya Pangkat dan pekerjaan yang lumayan penghasilanya
Itulah yang diidam-idamkan R,Gunung kala itu.
f.Dikatakan mulai kurang lebih bulan April 1889 tadi ,R.Gunung sudah tidak pernah masuk kerja di Kraton,Hakekat kundur ke Gondangpitu derek atau mangku ibu dan adik putrinya yang ragil.Nanging kenyataan tidak pernah kundur,nyatanya yaitu sering sering tidur di rumahnyateman kenalan di kota Ngayogyakarta sini.Tapi yang sering atau prasasat mesti yaitu di perempatan perempatan.Dan yang dapat dikatakan selalu yaitu di pesisir Parangtritis atau Guwalangsih juga pada Makam syeh Maulana lan pasarehan Sultan Agung (Imogiri),yang pentingnya tidak lain mung gandrung dengan idam-idaman luhur tadi.Begitulah keadaan R.Gunung Siang dan Malamnya.
g.Selanjutnya dikatakan ,sampai di tengah –tengah bulan Agustus th 1889 R.Gunung merasa sudah lebih putek didalam batin.Sebab idam-idaman luhur belum tercapai.Meskipun sudah berulang-ulang terima “mimpi atau wangsit dari Allah”.Tetapi dirasa tetap belum berhasil.Oleh sebab itu niat melaksanakan “laku tapa anyar”, yang merupakan laku terakhir.Dengan janji kalau kali ini tidak ada hasilnya R.Gunung rela mengakhiri hidupnya.Lalu laku anyar apa ta yang dirancang R.Gunung diwaktu itu?Sudah bertekat bulat (gumeleng geleng-giliging-galih),yaitu mulai hari malem Selasa Kliwon (tgl 18-8-1889) R.Gunung,ngangkah berenang di tengah samodra kidul(selatan Parangtritis),yaitu berharap dapat bertemu dengan yang disebu sebut Kajeng Ratu Kidul,ya Ratu Ratuning Jin Setan Peri Perayangan dan semua lelembut di sakjagad Pramudita ini meskipun bebadan halus,tetapi oleh R,Gunung dikira bertempat atau punya kedaton ada di tengah-tengah samodera lahiriyah itu.Apalagi dapat kasat tingal melalui mata lahir seperti ini.Dapat diriringkas dan dikatakan,benar benar hari senen wage sore hampir surupe srengenge R.Gunung wis tata duduk dipantai pesisir Parangtritis.Pada mulanya agak mandeg mangu di batin. Tetapi lama lama gemeleng giliging batin tidak niat batalkan putusan Karsa.Dikatakan R.Gunung pinjam serep busana dan membawa sangu uang 3,5 sen( benggol siji,sen siji duwit belanda).Selanjutnya R.Gunung mulai siap siap berenang,dengan sarana destar dipledungake Tidak niat berhenti sebelum sampai ditengah samodera,sampai di Kedaton Ratu Jin Segara Kidul dan kenal benar.Dilaksanakan benar kurang lebih jam 19.00(jam 7 bengi),R.Gunung Mulai berenang berharap menuju di tengah-tengah samodera,anatara jangga dada ditumpangkan pledung destar,sudah terlakasana benar berenang sudah tidak waswas dalam batin (Mapan jaman semono R.gunung kondang pandai berenang).Tapi kocap belum jauh dari pesisir R.Gunung terkena ombak besar kembali ke pantai.R.Gunung mulai lagi ya kena ombak besar lagi.Berulang kali kejadian seperti itu tetapi belum putus asa,malah semakin diusahakan dalam batin hanya ngejib pitulungan dari Allah,yang semestine harus mengabulkan .Oleh sebab itu saben saben belum seperberapa jauh mesti bali karena kagoncang ombak besar.R.Gunung ora nita kapok ,mulai lagi,istirahat unjal napas ,mulai lagi begitu seterusnaya,malah di dalam batin biar dimakan ikan besar segera rampung.Kocap kacarita setelah lakon seperti itu selama 10 hari 11 malam yaitu mulai malem selasa Kliwon sampai malem jumat kliwon ,terus kaboncang ombak bali sampai dipantai pesisir.Terakhir malam itu R,Gunung setelah berenang sekali terus kagancang ombak besar ,tidak langsung kembali berenang lagi .ia merasakan sudah capai dan merasa tidak mungkin tercapai idam-idamnnya jadi nglangut rasa batinya.Terus memikirkan cara apalagi yang harus ditempuh.Saking Judeg ing batin R.Gunung niat nyudahi berenang atau harapan ketemu karo Ratu Jin..Dengan demikian rasa lesu lungkrah R.Gunung ganti agemane kang garing,yang basah kabuang dilaut dasar sudah robek rusak terus R.Gunung sarean pasir..Judeg banget lama lama punya osik pindah papan sarene.Yaitu ngakah pasarean Syeh Maulana ,sebelah utara pesisir jauh tidak jauh dari situ.,sebentar sebentar ngaso lama sampai juga.dapat disingakat kira-kira jam 1 malam ,R.Gunung sudah lenggah dibawah pohon nagasari ,dekat dengan makam Syeh Maulana,nglangut campur judeg rasa batin R.gunung,ingat sengsarannya hidup mulai masih muda,ingat sengsarane ibu dan adiknya ragil ,yang sudah lama tidak terurus.R.Gunung sudah merasakan tidak akan tercapai idam-idamannya.Oleh sebab itu hanya satu yang dipikirkan yaitu janji jari jalan untuk mati.lainnya sudah tidak terpikirkan oleh R,Gunung.Sampai disitu pikiranya R.Gunung tanpa sengaja ,R.Gunung terasa kantuk benar benar terus sare.Kemudian apa yang terjadi dalam alam tidur? Dilain hanya mimpi.Urut-urutan mimpinya R.Gunung begini :
1).Sesudah sang suksma (aku alus) R.Gunung pisah denga raga.Suksma menuju alam kaalusan.Yang dirasakan keadaan tidak gelang tidak terang,suksma berhenti dekat raga yang masih bersandar pada pohon nagasari,tanpa berubah seperti sedia kala.Suksma R.Gunung ngedepake netra ,gumanti keadaan.
2).Masih dalam alam entah siang entah malam,keadaan tidak terang dan tidak gelap sang suksma R.Gunung merasa berada dipepernge pegunungan yang menjolok keselatan yaitu marang yang habis untuk berenang beberapa hari yang lalu,Ombak besar kelihatan berulang kali,lama lama air semakin pasanga besar munggah hampir nyepyok tempat berdirinay R.Gunung.Sang suksma mundur ngoncat air tadi.Air kembali segera kakedepake musna ganti wujud
3).Sang suksma merasa berdiri dipuncak pegunungan,keadaan tetap tidak terang tidak geap.sang suksma menghadap keselatan.Merasa melihat hutan lebat luas sekali tanpa batas.Penuh dengan pepohonan besar besar,tetapi yang banyak adalah pohon kelapa.Ditengah tengah pepohonan besar,nampak pahon biringin yang lebih besar dan tinhggi dari yang lain seperti mau nyndul langit.Tidak lama kemudian ganti kahanan,pohon ringin besar tetap ,tetapi dibawah atau dikanan kirinya pohon tadi ganti keadaan.
4).Sang suksma masih merasa berdiri ditempat semula,tetap menghadap selatan,melihat sebelah utara pohon beringin besar mejadi ara ara seperti Alun alun ,tetapi luas sekali.Kanan kirinya alun alun juga kelihatan pohon besar kecil yang tertata mengeliling alun alun yang luas sekali.Alun alun penuh dengan manusia ,kira kira 12 san tahun munggah tekan yang tua tua ,lanag wadon.Semua kelihatan bekerja,werna werna pekerjaanya. Laki laki cara laki laki perempuan cara perempuan.Didalam semu semuanya akan bekerja tertuju untuk mengerjakan bahan makan atau olah-olahan.Ada terus berjalan dengan membawa barang bermacam macam.Ada yang ke utara ada yang keselatan,ada ketimus ada yang kebarat,petukan ,sliringan bersama sama,Tetapiseperti satu dengan lain tidak tegur menegur.Pating srompal rantang ranting,malah ada yang tempatnya terbalik.Tentunya jatuh didepan malah jatuh belakang yang semestinya dibawah malah di atas.Malah ada tanpa busana pating bligung,Sawenah papan malh kebah orang sakit bermacam sakitnya.Ada yang budeg ,bisu belek,wuta,abuh,busung ,gudik,kowak ,kadas,kudis,panas ,bileng, ayan,gendeng, gila dan lain lainya.Yang semuanya tadi seperti tidak terurus.Didepan dikatakan bahwa antara satu dengan yang lain tidak saling menegur seperti tidak kenal,sepertinya memang kelihatan satu dengan yang lain,tapi sepertinya ada melihat sukma R.Gunung,tandanya ada yang ngawe suksmanya R.Gunung,yang arti supaya Suksma R.Gunung membantu.Suksma R.Gunung menjawab dengan sasmita gedek yang artinya tidak mau.Ada sakit dan sambat pada suksma R.gunung,yang mempunyai tujuan minta diobati ,namun Suksma R.Gunung diam saja.Perlu juga dicatat bahwa antara orang yang banyakn sekali tadi sebagian sudah dikenal oleh suksma R. Gunung pada waktu hidup di dunia yang fana (jagad wadag),ada yang meninggal sudah lama sekali dan ada yang baru saja.
Dapat diringkas menawa di situ hanya isi orang –orang yang kehilang pepadang ,hanya pepeteng ,sedih lara ,rekasa cuwa, saru saru saja.Akhirnya disitu Sukma R.Gunung berbicara dalam batin,Apa ini yang dikatakan alam penasaran,alam pasiksan atau Alam kubur.Dan apa ya ini yang disebut kraton Ratu Ratune Jin ing Segara Kidul? Yang tidak bersifat rumah lumrah tetapi sifat pohon beringin besar sekali begitu itu? Kemudian yang didsebut kajeng ratu putri itu wajahnya seperti apa? Suksma R.Gunung unjal napas.Tiba tiba tanpa sangkan paran kelihatan oleh suksma R.Gunung bahwa diadahan pohon beringin yang menghadap ketimur ada “Burung” yang aneh bertengger .Ngegla pandeng pandengan dengan suksma R.Gunung.Sukma R.Gunung lama memperhatikan keadaan burung aneh tadi .Bagaiman akhirnya? Besarnya sebesar kambing,badan panjang gilig singset memperlihat dia kuat,berparuh besar panjang agak nyantuk dipucuk agak putih,mulai tengah sampai ekor merah,jengger dan gembeling janggut,wangun maju telu merah tua,Kepala bulat lonjong termasuk kecil jika dibanding dengan badanya.Mata besar bunder pendul,merah padam seperti dubang sumorot, haprabawa galak dan yapengkuh,cakar sedeng rupanya merah,Taji panjang lanci seperti paruhnhnya ,Sayap pajang melengkung,ekor panajangnglentreh.Dasarnay bulu di atas dan diluarnya hampir semua hijau gambir lilin.Tetapi pada bagaian bawah semua putih kebiru biruan,hanya kanan kirinya dada sinelingan merah.Suksma R.Gunung bicara,burung tetap aneh di dunia taka akan ada ,burung ini galak dan wingit benar,bila kroda pilih oranng yang dapat tanding,La apa ini sing aran Ratu Jim Segara Kidul? Kok berupa burung bukan sifat manusia.Pada hal manut bunyynya di layang babad Mataram itu,Kajeng Ratu Kidul asifat manusia putri ayu,mula sultan Agung jadi kenal dengan baik,salumrahe watak perempuan sama laki-laki
Sampai pada titik yang diakatakan dalam batin suksma R.Gunung,tanpa sebab tiba tiba ganti keadaan.
5).Dikatakan ; di waktu siang ,waktu yang tidak terang benderang ,diperkirakan jam 10.00,matahari sering terlihat sering tidak,karena tertutup awan dan mendung,disitu R.Gunung merasa jalan jalan anjlo lan berdiri ditengah ara ara warta rumput hijau mengadap keselatan agak kebarat.Tiba tiba suksma R.Gunung sudah berhadapan dengan raja putri.Saling memandang sawang sinawang melihat kahanan R.Gunung sangat heran dalam batin melihat blegering sang Raja Putri karena ngembari perwujutan dengan R.Gunung jambe sinigar kesmuanya.Yang berbeda hanya pakaian dan sifat laki-laki dan perempuan,kemudian badan alusa sakembaran wawancara:
a.suksma R.Gunung menegur:…kamu putri anggonanggomu raja potongan blenggeng-jenggerengmu serba ngembari aku,namamu siapa,pentingmu apa ketemu dengan ku.
b.Sang Putri jawab :…Ya aku sejatinya DAD berupa burung aneh tadi,Dan sering wujud apa apa menurut kemauan ku.Jenengku?Sekedar menurut yang memberi nama ya akulah Ratu segara Kidul ratuning semua jim dan lelembut ing sak jagad iki.yang kamu cari cari selama ini.Sepertinya kamu masih lupa padaku , ya atau tidak kakang?Pancen sudah 250 tahun kakang pisah karo aku.Yaitu mulai jaman kakang dadi sultan Agung ,baru sekarang bisa ketemu lagi.Coba kau ingat ingat,titinen catetaning batinmu,aku adimu dewe,yang terjadi karena nafsu sendiri.Yaitu mulai kakang disebut suksma Pertama mulai gumelaring jagat.Mulai nabi Adam tits tumitis tekan saiki,dan seterusnya selama jagad masih gumelar.Oleh sebab itu kesempatan aku dan kau sudah bisa bertemu lagi ,diteruskan dengan rasa sih kinasihan turun tumurun nerusake lelakon seperti hal jaman kamu jadi Sultan Agung,aku tansah saguh kebutuhan urimu-kadonyanmu jibna,waton kamu tansah manut aku.
c.Suksma R.Gunung selalu memperhatikan apa yang dikatakan sang raja Putri,kemudian megeng napas sebentar.Akhirnya R.Gunung jadi ingat dengan apa dialami ingat jaman purwaning dumadi,Jadinya DAD sakarone,wiwit jaman semono sampai sekarang nanging R.Gunung ora bakal kendo karo idam-idaman yang no.1 yaitu pingin bisa ketemu dengan Allah dapat berbicara langsung berhadapan dengan Allah.Oleh sebab itu tidak kandeg semene,satemah menjawab kepada putri.Ratu Kidul semua kata katamu sudah saya perhatikan ,semua ketemu bener,apalagi nantinya juaga bakal manut marang pamintamu.Tapi oleh pamintamu merupakan idam-idamnku yang no.2 ,oleh sebab aku minta ijin,aku arep nerus laku ninggal jagad alamku ini,sampai kelakon benar ,kenal benar,bisa wawancara langsung dengan Gusti Allah.Sebab niatku terhadap Allah dadi idam-idamanku yang no.1.Seperti manjing jadi tekatku tumrap tumibale uripku yang sekarang.Oleh sebab itu kamu memberi ijin padaku dan bantu apa yang amnjing dadi tekatku Hidup yang sekarang.
d.Sang tansah memperhatikan apayang dibicarakan oleh suksma R.Gunung.Ternyata tidak keplok(cocok) dengan kehendak sang raja putri,akhirnya matur marang suksmaR.Gunung;….Kakang bila kamu pingin tak setyani,pingin mulya donyamu,tidak penting kamu nerusake laku arep tepung dengan Allah.Bab iki pasrah lantaran aku saja.Sebab apabila kamu bisa kenal kepada Allah dan setya tahu kepada Allah ,nantinya akan mengurangi katresnanmu marang aku.Membuat pitunane gede marang aku,oleh sebab itu mau tidak mau kamu harus manut marang purba wasesaku…
Dapat disingkat: Sang suksma R.Gunung dengan sang kenya puguh masing masing,satemah dadi padudaonn,bitu tom .Lakune padudon bisa singkat begini : pada babak pertama sukma R,Gunung kalindih ing yuda.babak kedua setelah R.Gunung klumah ditekah sang kenya R.Gunung mateg aji giris wejanganira bp.Guru Ki Mangkunegara satemah sang kenya tiba tiab jatuh gegeblak,ganti dikakahi suksma R.Gunung niat dirampungi tetapi sang kenya musna hilang ninggal janji saguh bantu R.Gunung.Selanjutnya dirasakan oleh Suksma R.Gunung bahwa sang kenya tadi manjing didalam “iga wekas sisih kiwa”R.Gunung ,sesudah itu ganti wahana impen

6.Dengan tibatiba sang suksma R.Gunung tanpa tidak senagaja mlesat dari alam padudon tadi ,terus dirasa sudah masuk dan berdiri ditengah alam yang terang,resik tidak apa apa menyelimuti tanpa batas,yang dirasakan hanya rasa ayem tentrem.Dalam batin Sang suksma R.Gunung bicara “ya ini Allah” tidaklama kemudian dirasa ada”osik kang dumiling”didalam batin R.Gunung ,dari batin (galih )terus ke galih tidak mapir telinga,Bunyinya begini :”Terusna tapa ngrame ana gua samun,sak kdul wetan gunung Tidar telung puluh siji tahun maneh lawase ing tembe bakal :NIMBULAKE LAKON NENGAHI PARA LAKON “…Sampai itu saja R.Gunung bangun dari tidur,tidak berubah posisi tidurnya seperti disaat mulai tidur.R.Gunung duduknys segera ditata.Didalam batin tidak isi pikir apa apa,kecuali hanya “SUPENANE” (mimpinya) di malam itu.Diingat ingat dirunut diulang-ulang ,diolak alik jangan sampai terabaikan.Di arti karingkes..Mulai dahulu R.Gunung baru merasakan faham mana yang dikatakan Allah,mana yang dikatakan Ratu Jim Segara Kidul ,Dana lagi tahu duduk perkara drajade suksma pribadinya.Tidak mokal soksok akan goyang kasmarannya.Luwih luwih setelah ngonceki “dawuh dari Allah”soal neruskan tapa bratane selama 31 tahun lagi lan bakal “nimbulake lakon nengahi para lakon” seperti itu.Laku lakon apa yang akan dilaksanakan besuk ?Akhirnya R.Gunung golong –geleng – gilikake tekat hanya terus sumarah terhadap Allah.Dan denngan ilmu titen dan mencocokan kahanan kahanan keploke dengan apa kang tinampa didalam mimpi atau Sastra Sabda Allah.Begitulah kesimpulanya.
Perlu dicatat dalam sejarah : Bahwa R.Gunung bangun tidurnya dari SUPENA yang seperti itu kurang lebih jam 5.00 esuk,ya di tanggal 29-8-1890 (hari Jumat kliwon).Oleh sebab itu nantinya dan seterusnya hari tanggal 29 Agustus jadi naluri sinebut Hari Besar.Yaitu :Tumuruning wahyu penjenengane kuwawa mambar Napsu putrine lan tepung marang gusti Allah.
Selanjutnya mengijak jam 6.00 pagi R.Gunung turun dari pasareane Syeh Maulana nuju Parangtritis.Maunya akan mandi ,serta dahar sarapan sarana jajan pakai uang 3,5 sen turahan sangu .Dapat diringkas dapat terlaksan,setelah mandi terus membeli serabi dan nasi pecel, tre harga 3,5 sen.Setelah itu merenacana pulang ke Sendangpitu,selat kangen dengan ibu dan adik ragilnya,Sambil singgah di rumah teman teman yang ada di kota Yogyakarta.Disepanjang jalan sebelum sampai ke sedangpitu dalam batin dapat ketemu dengan teman yang mau menginformasi keadaan ibu dan adiknya….Dapat disingkat setelah 2 hari dari tanggal 29 Agustus 1890 R.Gunung sudah dapat bertemu dengan ibu di desa sendangpitu…..
Selanjutnya lakon R.Gunung mulai setelah tanggal;29 Agustus 1890 sampai pada akhir tahun 1891,dapat diringkas seperti ini:
a).Selama setengah tahun R.Gunung hidup bergotong royong dengan ibunya dan adiknya ragil,secara tetanen dengan sawah yang cumpen banget (terbatas sekali)
b).Diakibatkan kena pengaruh teman R.Gunung mendirikan dan memimpin:”langen beksa ande ande lumut,R.Gunung memang trengginas berperan sebagai ande ande lumut,akhir jadi kembang lambe para kenya.Umpama R.Gunung ora enget lakon 29 Agustus hampir kerem disitu.
c).Adik ragilnya mulai dapat hidup mandiri ,apalagi nikah dengan teman baik R.Gunung sendiri.Yaitu abdi dalem Supa di Kraton Ngayogykarta,Ibunya mengikuti putra ragil dan pidalem didalam kota.
d).Dikarenakan “Sastra Sabda Allah”,R.Gunung pergi meninggalkan desa sendangpitu menuju ke Tejawarna (Magelang),saperlu ikut pamannya yang pada waktu dulu jadi Upas Polisi Asisten(camat )Tejawarna.R.Gunung magang kerja di Asistenan.Gancare carita di akhir tahun 1891 tadi,R,Gunung sudah dapat pangkat pekerjaan yaitu jadi carik dikalurahan Teja warna.Gajih berupa sawah kang lumayan,oleh sebab itu raden sudah mulai dapat berpakaian yang lumayan.Dan sering mulai mengirim barang pada ibunya.
Selanjutnya lakon Tahun 1892 sampai dengan akhir tahun 1897.dapat diringkas sebagai berikut:
1.Diwal tahun 1892 R.Gunung nikah ,selama satun disebabkan oleh satu dan lain hal jadi cerai,R.Gunung nikah lagi,selam satu tahun punya satu tetapi hanya umur setengah tahun meninggal,sampai akhir tahun 1897,tidak melahir putra lagi akhirnya cerai.
2.Dikarenakan suatu hal R.Gunung pasulayan dengan lurah,kemudian dia minta pindah tempat kerja dan terkabul,dia dipindah jadi carik didesa Jagalan (Muntilan).Pilenggah sawahe semakin berharga dibanding dengan di Tejawarna…R.Gunung numpang tinggal diteman.
3.Raden Gunung jadi duda oleh sebab meskipun sudah berpenghasilan besar tansah kurang tentrem hidupnya.Mangka didalam batin berjanji tidak akan nikah lagi sebelum mendapat “sastra Sabda Allah”.yaitu mendapat jodoh yang bisa punya anak, bisa untuk bereteman sejati untuk hidup didunia yang fana ini.Oleh sebab itu R.Gunung siap tambah kasutapan agar tercapai idam-idaman.Tidak lama kemudian mendapat dawuh agar R.Gunung kuwat dadi duda”duda sabar wanita” selama 15 tahun lagi sampai tahun 1902.Disitu akan mendapat jodoh yang banyak anaknya dan kuwat diajak ngembat”lakon kanggo nengahi para lakon”,R.Gunung bakal nuhoni dawuh dari Allah sebab dirasa ana sambung rapete dengan”sastra sabda Allah tgl;29 Agustus 1890.Apalgi sambung sinambung dengan sastra sabda mulai jaman semono sampai sekarang.
Selanjutnya penggunaa waktu penantian selama 15 tahun yaitu mulai th 1897 sampai akhir tahun 1912 ,dapat diringkas sebagai berikut:
1.Karena R,Gunung sudah diladeni oleh isteri kepeksa dadi duda,diladeni bukan isteri,Mestinya apa apa banyak tapi tetap membuat puasnya batin Pada hal sudah berjanji tapa “sabar ing wanita” sampai 15 tahun,Dengan demikian dalam bekerja setelah bekerja sang duda tidak kelihatan senang dihati.
2.Dengan demikian sang duda mencari pelipur lara,yaitu kesenagan lain untuk sementara.Lalu apa yang dilakukansang duda? Tidak lain adalah campur jadi satu dengan orang yang senang ngabotohan adu ayam,main kartu,dadu dan lain sebagai nya. Tidak lupa ia juga senang pada tayuban,mapan radenGunung kondang bab beksa (joget).Pada mula berjudi dengan penuh perhitungan lama lupa daratan,dasar R.Gunungkurang dumwe bab banda atau duwit welasan dan ikhlasan.Bagaiman jadinya?Dalam waktu 3 tahun R.Gunung dadi mlarat,sugih utang,sawah sawahe ajeg dijual tahunan .Pakaiannya gantung kepuh.Dikatakan bahwa pulang dari judi,kehujanan pada hal segera pergi kumpulan di Asistenan terpak dadag manggang jarid destar lan baju lebih dahulu.Sampai datang terlaambat,tambah ditertawakan oleh temanya,sebab anggone nyandang sudah serba amoh ,tambah tambah kancingbajunya aneh yaitu klobot yang diikat.Malah dikatakan pernah mondok dirumah janda tua karena sudah tidak mampu membayar ongkos.Pernah R.Gunung keslak lapar,mangka tiada uang sedikitpun,kepeksa didadake dengan pari yang masih basah digarang kemudian ditumbuk jadi beras baru dimasak rasanya tahu sendiri beras remuk campur bekatul.Lakon seperti itu berali kali,nini randa juga diberi sedikit uang,bahkan pernah diberi uang yang tidak sedikit pas R.Gunung menang ngabotohan.Perlu juga dicatat untuk melengkapi ceritera.Bahwa selama sengsara mlarat banget seperti ini sang duda sering terima pengaruh para randa siap melunasi hutangnya asal dia diperistri.Tetapi R.Gunung tetep kuat pendirian menanti tekan habisnya waktu lima tahun.Lagi tidak sekali dua kali R.Gunung terima panggilan dari Sultan HB VII Ngayogyakarta ,yang tujuan R.Gunung agar mengabdi Kraton kanti janji kan pakarjaan yang cocok dengan keahlianya.R.Gunung juga batal panggilan dengan sudah kebacut saguh marang dawuhe Gusti Allah.Dapat diringkas R.Gunung waktu itu tetep lagi sengsara benar mlarat.Tetapi dalam batin tansah merasa kesalahan sendiri yaitu nekat jadi botoh.Dan dalam batin dia niat irip-irip supaya nanti dapat hidup lumrah,sukur lebih dari teman temannya.Tetapi bagaimana lagi sawah wus kebacut di pegadean semua ,sehingga harus trima sakwetara.Hanya tansah kaangkah sampainya tahun 1912 ,meskipun setengahnya sawah nsawah mau bisa bali dapat digarap sendiri.Ya seperti itu sejarahe R.Gunung diwaktu masa penantian 15 tahun
Selanjutnya lakon 6 tahun kedepan yaiku mulai tahun 1912 sampai 1918
1.Dapat diringkas bahwa “Sastra Sabda Allah” di 15 tahun yang lalu netes temenan,R.Gunung jadi nikah dengan janda muda lebih kurang umur 21 tahun Nama setelah nikah menjadi “Sastrasoewignyo”dan untuk beliau kalau nulis didepanR.P.S. yaitu singkatan dari”Romo Pran-Soeh”.Jadi kalau ditulis lengkap menjadi “Romo Pran-Soeh Satrasoewignnya “Ya mulai saat itu nama mudanya tidak pernah dipakai.
2.Lagi pula “Sastra Sabda Allah”benar benar nyata,yaitu setelah beliau menikahdengan isteri yang ke III ini ,nenapa satu tahun melahirkan satu anak yang selanjutnya 13bln -14 bln -15 bln tambah putra 3 ,ternyata sampai akhir tahun 1917 sudah punya anak 4 .Dikatakan pula sang sering menyusui dobel,sebab belum kuasa nyapih wis kesusul adi lahir.Oleh sebab itu sang kakung tansah memperlihatkan welas asih,momong ngalah mengkalah marang isteri dan anak Dan laku yang demikian dinaiati semoga semoga kuat untuk hidup terus.Sebab R.P.S sudah marasa kabule panuwun dari Allah untuk Pribadinya.
3.Tapi bagaimana nasib kehidupan beliau sampai apakah seperti dulu itu?Perlu dikethui tetap masih mlarat ,masih kaya hutang ,sawah lenggah caike sebagian masih digadaikan,yang sebagian karena berat beaya ,kepeksa digarapke orang lain,beliau hanya terima uang srana dan bagian pari skawetara.Sang putri kober ngrancang usaha untuk menmbah hasil karena ketungkul ngopeni putra.Dikatakan diwaktu itu beliau masih dekos di pekarangane keluarga sang putri,Tapi sudah mempunyai rumah sendiriyang besarnya segajah abuh alias kecil sekali,beratapkan rapak daun tebu,pandapane ,pasareane ,pawone dan apa apa masih jadi satu ,disitu dengan dibatas pakai gedek yang tidak utuh,Yaitu di desa Prebutan sak kidul wetan Muntilan.
4.Kocap kacirita bersama dengan daya pangribawane perang dunia I diwaktu itu ,diawal tahun 1918 ,sejarah beliau R.P.S. Sastrasoewignjo juga ketemu sebuah “rumus” persoalan penting banget.untuk dirinya sumrambah kepada keluarga sanak kadang semua juga tumrap Allah Jagad seisinya.Yaitu adanya lakon yang hakekatnya sama dengan yang diterima tgl: 29 Agustus 1890 yang lalu demikian …..
5.Di awal bulan Maret th 1918 iku ,beliau masih melarat putranya masih kecil kecil cacahe 4 putra terakhir baru umur 5 bulan ,sang garwa menyusui dobel tiba tiba sang putri gerah panas dan perut.Sakit semakin hari semakin tambah berat.Setelah sakit lebih 20 hari kahan badan kurus kering rambut rontok,tidak makan dan minum ,putra yang paling kecil tansah motah,sebab disussui sang ibu.Putra putra lain sering nangis karena kagol ini dan itu,kagol tidak marem karena linadenan bukan ibunya.
6.Lalu bagaimana perasakan kakung menghadapi keadaan itu?Meskipun sebelum sang putri sakit sejatinya R.P.S sudah terima dawuh dulu”Sastra Sabda Allah”tetapi karena sifat titah sawantah sampai terlaksana sakit karibetan batin tetap saja ada.Sebab dengan beberapa persoalan ,soal kemlaratan,putra masih kecil dan gegambaran kalau sang putri temeka seda.Meskipun dalam “Sastra Sabda Allah”tidak ada tanda tanda kalau sang putri akan seda.Mentoking batin beliau hanya “gugat panuwunan” kepada Allah,sarta prasetya kalau tidak sembuh aluwung mati bersama garwa putra yang 4,jadi tidak memperjang Isin wirang.Tekat beliau sudah bulat dan disertai prihatin ora nita dahar dan minum sebelum menerima pertolongan dari Allah.Perlu dicatat bahwa nekat seperti dimulai senen wage malem selasa liwon tgl : 25/26-3-1918
7.Selanutnya bagaimana keadaan rasa batin suami pada waktu itu? Meskipun sebelumnya kejadian beliau sudah terima “sasta sabda Allah”,tetapi memang karena sifat manusia samapinya kejadian tetap membuat bingungjng batos.Oleh karena bebrapa persoalanan,lebih lebih masalah kemlaratan dan tangis anak,ditamabah timbul gegambaran yang tidak-tidak,yaitu bagaiman seandainya isteri sampai meninggal.Oleh sebab itu beliau hanya akan “gugat panuwunan” kepada Allah.Dengan disertai janji kalau tidak segera sembuh sang isteri ,lebih baik mati bersama isteri dan 4 anaknya,jadi tidak memperpanjang malu.Tekad beliau begitu bulat sebelum ada penyelesian..Perlu dicatat pula mulai senen wage malam selasa kliwon tgl ; 25/26-3-1918 beliau mulai prihatin.
8.Kacariang carita .Perlu diketahui sampai hari kamis paing malam jumat pon tgl: 29- 3 – 1918,kurang jam 2.30,yaitu pada waktu tentrem keadaan beliau sare dekat isteri.Lalu apa yang terjadi dialam tidur? Tidak lain hanya mimpi ,yang urutan seperti ini .
a.Didalam alam mimpi yang dirasakan beliau diwaktu siang kira jam 11 .Beliau didalam rumah sendiri yang besarnhya sak gajah abuh.Duduk dekat isteri yang sakit parah.Tidak lama kemudian terdengar bunyi suara pesawat terbang diatas rumahnya.Kemudian beliau niat keluar ,menuju kehalaman untuk melihatnya.Melihat kanan kiri lalu memandang ke atas terlihat pesawat terbang yang jalannya perlahan diatas rumah.Dan kelihatan sekali pengemudi pesawat itu hanya satu orang ,hasifat “raja Putri”Dalam beliau bicara”Baya iki Raja Putri Wilahelmina”dari negara Belanda dan maunya terbang diatas rumahku.Sampai disitu kata beliau, tiba tiba Raja Putri turun dari pesawat dan berjalan menuju beliau.Sawang sinawang ,tapi bareng pandeng pandengan dan satu kerdipan mata sang Raja Putri ganti ujud.Ujud ngembari beliau persasat jambe sinigar,hanya beliau nampa lebih tua ,kemudia kedua saling bicara yang urutanya sebagai berikut:
1).Sang sukma R.P.S menegur dulu….Kamu itu siapa?kang ujudmu ngembari aku ,tadi kamu wujud Raja Putri,saiki malih jadi laki laki seperti aku,selanjutnya apa kepentinganmu datang menemuiku.
2).Sang tamu menjawab:…ya kakang,kelihatan kakang masih lupa padaku ,oleh sebab itu perbolehkan aku menjelaskan begini ….aku panunggaling DAD kakang yang sudahlama sekali kamu rusak ,kira kira sudah 28 tahun ( mulai 29-8-1890),dulu sejatinya “Nyawa Nafsun Putrimu”lah Aku sebenarnya”Nyawa Napsu Priyamu”,Coba kamu ingat-ingat osak asik gua garbamu”Gambare jagad Gua garbamu”nanti tentu kamu dapati dan nyata benar atur ini.
a).Sang suksma diam sebentar ngening batin,Tiba tiba dirasa geleh terhadap apa yang dikatan sang Nyawa Priya pribadi piyambak…Selanjut melanjutkan pembicaraan Ya karena”sih Wahyu Pepadanging Allah”,ya baru sekarang aku ingat bahwa punyasaudara kau,terus apa kepentinganmu kamu ketemu saya yang baru sedih ini gara gara sakitnya isteri,Coba perhatikan dalam rumahku ini.
b).Sang Nyawa Kemdian berkata….Datang adinda ketemu kakang ini ,sebenarnya selain ngmban dawuh dari Jawata kang linuwih,kang sejatinya dawuh sudah lama,baru sekarang akan aku laksanakan ,dan juga mengikuti karepku sendiri,Yang semuanya kalau dirasa ketemu 3 perakara yaitu :
1).Diminta untuk memberikan “Wahyu Adeg Telu Atunggal”ini ,yang sudah lama dititipkan kepadaku,sekarang aku merasa tidak kuat lagi membawa ,kemudian harus kepada kakang.
2).Selanjutnya manakala “Wahyu Adeg Telu Atunggal”iki nyata kakang kuatkanggonan disitu nyata benar hanya kakang yang punya “Hak wewenang murba wasesa tumrap ubeng ingere lan pati uriping jagad dalah saisen isene kabeh iki”Ya wadag ya alus ya lahir ya batin kapetung uga tumraping”pepancine pangan lan kebutuhanku”ya hanya sendiri yang punya wewenang murba wasesa.Ya ini yang inti kepentinganku ,Anggonku ketemu kakang.
3). Ini hanya samben yaitu memberi isarat agar sakitnya mbak Yu bojomu enggal waras.Yaitu perlu srana “Pucuk godong gedang”yang bekas unutuk yang dibuang disembarang tempat,jibna mbak yu meski enggal waras
a.Sang suksma R.P.S faham mengerti apa pentingnya sang Nyawa.sampai disitu perkataan sang nyawa,beliau kemudian berkata; sebenar pada waktu ini aku belum adanya 1.wahyu (itu butuh Allah) 2.Pepancen tentang Nyawa ,Tetapi yang saya pikir hanya sakitnya isteriku kang “Ragane” sudah seperti itu anak-anaku pada budi seperti itu aku ra tegel.”
b.Sang terus nyambung:…Kakang ejibna mbak yu mesti bakal waras,oleh sebab itu segera kamu cek kepentinganku ini secara urut,Selanjut nya segera dilaksanakan,kemudian dia berkata”iki wahyu adeg teluning Atunggal” saya masukan dalam saku sebelah kiri”.Disitu dikatakan bahwa sang suksma R.P.S”juga banjur manut sang nyawa .Apalagi sebelum sang suksma R.P.S juga memperhatikan apa yang dimaksud “wahyu Adeg teluning Atunggal”.Yaitu berupa : 1.Sesuatu wujud yang bentuk bunder gepeng gedene meh sabenda warnya gedah seperti cermin. 2.Tengah tengah isi Adeg (garis lurus) cacah 3 gatuk ginatuk ,kalau tulisan membentuk huruf A.3.Dari pusat”Adeg Teluning Atunggal”tadi ,mawa sorot (bercahaya) anelahi.Seperti cahaya sorot bersiafat masuk dan keluar,buang dan narik atau memberi dan menerima daya kang serba suci. 4.Candrane sesuatu wujud edi peni ,angelam elam memberikan tentram dihati,benar –benar tanpa pamrih.Kacarita cepat carita ,sang nyawa sudah dekat jumenenge suksma,prasasat aben grana “Wahyu Adeg Teluning Atunggal sudah benar benar terpasang,yatu mapan sak duwuring saku kiwa.
Kocapa setalah rampung pamasange wahyu sang suksma R.P.S grayangi pamsange wahyu,tetapi sang wahyu sudah tidak kelihatan wujud,terus grayangi saku tidak ada ,hanya dirasakan bahwa dalam dada kiri terasa”makmGleg”.Akhirnya terus bertanya pada sang Nyawa,…Elo wahyune mau anangendi kok banjur ara katon iku kepriye?Sang Nyawa berkata: Kakang wahyumu sudah luluh dalam gua garbamu mapann dadamu sisih kiri,Kang begitu itu sebagai “tanda bukti”bahwa kakang kuat ditempati wahyu itu,dan tanda bukti bahwa kakang “sejatine Suksma sepisan”yang jadi utusane Allah.wenang nata jagad wadag dan jagad alus dengan isinya .Termasuk aku dan tunggalku kabeh.Oleh sebab aku nerusake kepentinganku yang kedua,kakang sejatine malah dadi ketentinganku benar benar ,aku banjur tatanen,apa seberapa yang jadi jatahku hidupku,supaya jangan salah aku manut kakang.Mung aku nyuwun semua yang jadi jatahku jangan sampai ketemu kurang atau kagol nanging tansa sisa dan marem,sudah kakang aku dawuhana.
Dikatakan bahwa setelah sang suksma R.P.S menerima kata kata sang nyawa ,sang suksma terus diam tumungkul tumuleh jaja kiri.Tiba tiba merasa terang benderang apa akan janjaikan pada sang Nyawa atas dasar “kehundak Allah”,kemudiann terus berkata…Ya rupa kembar sejatine nyawa nafsu pribadiku,ya antuk sumbering nafsu atau nyawane kabeh titah ,mulai saat ini aku hurus memberi :”janji atas Karsa Allah”Untuk jatah hidupmu lan tunggalmu semua yaitu begini….Sifat apa saja ,ya barang,ya benda,ya tumbuhan,ya hewan,dalah manusia pisan,besar kecil,laki-laki perempuan mana saja kabeh kabeh wenang dadi panganmu atau jatah hidupmu ,apabila :1.tidak yang mempunyai , 2.tidak ada yang ngopeni ,3.ora mangerti ciriku dan cirimu ,4. Kalah terhadap apus krama Dan roda paripekmamu,meskipun demikian kalau toh begitu ,mesalkan sudah klakon temenan ,semua sudah ditangamu,entah yang ataupun yang baru ,entah banyak entah sedikit,tetapi tinemu sawiji atau seperangan,dua bagian atau lebih ,kanyata saya butuhkan atas dasar karsa Allah sawektu waktu kamu harus menyerah dengan tanpa nyatut dan semaya.
Sekian saja yang jadi “Janji ku Pepancenmu atas dasar Karsa Allah”Yang selajutnya wajib kau mengerti dan kamu laksanakan.
Selanjutnya sang suksma meneruskan dawuhe marang sang Nyawa :….He Nyawa supaya kabeh “janji”itu tadi tidak akan salah ngganmu bakal melaksanakan ,mari kamu ikut saya dan mengikuti petunjuku,aku akan memberi contoh contoh ,dan usaha usaha,Kwajiban-kwajiban,serta larangan larangan agar cocok dengan janjiku.
Kacarita sang Nyawa tidak sewala.Kemudian badan alus sakembaran mlesat dari halaman ,tindake kadang kadang terbang kadang lewat daratan saja.Kandang kala masuk desa desa dan kota –kota dan satu dua rumah.Kadang kala dekati papan tempat hewan hewan.Lewat tegal sawah yang tumbuhannya ,lewat hutan-tuhan ,lewat telaga telaga ,kali tidak lewat samodera,mugah gunung masuk guwa guwa lewat kawah kawah gunung barapi,memasuki tempat tempat ibadah,masjid ,langgar ,geraja ,kuil ,sekolahan,kantor kantor dan lain lainya. Dikatakan dan diperintahkan agar dimuat dalam sejarah,yaitu ada contoh contoh dan usaha usaha ; 2 prangkat yang harus diusahakan :
1. Sang suksma R.P.S berkata pada sang Nyawa;…. He Nyawa di desa itu isi orang yang ngaku pendita suci dan kuasa,mangka kanyata sudah kondang benar.Dia melakukaa tapa secara gencar ,murid uga akeh ,wiradane agungake “japa mantra”,katanya juga ngrembuk hidup mati.Tapi kenyataan tahu sama sekali kasampurnane hidup dan mati.Yang dipikir kajen keringan kehidupanya yang hanya kadeg di jagad wadag.belum tahu terhadap ciri ciriku dan ciri cirimu,yang sesembahannya sebenarnya kamu ,oleh sebab tahunya ya hanya padamu saja.Yaitu sebenar itu tunggalmu,dan nanti jadi milikmu.Begitu juga murid muridnya. Coba kamu perhatikan nanti saya dekatinya ,dia mungkin menegurku sebab tidak melihat aku,tapikalau yang mendekati ,tentu akan mengur lan nyembah nyembah kepadamu.Semua petunjuk darimu tentu dilaksanakan ,ayo kataku dibuktikan…. Kocap oleh badan alus sakembaran terlaksana benaran dan terbukti .cocok dengan apa yang dikatakan oleh sang suksma R.P.S akhir sang nyawa tertawa terbahak bahak sebab merasa punya lahan.
2. Sang terus ikut sang suksma R.P.S dalam suatu desa ,ana asu pada jegok karena bau aruma Nyawa .anjing anjing akan ngraya sang nyawa,sang nyawa banjur takut dengan anjing,laku sering gondelan sang suksma R.P.S,lama lama sang nyawa terus merusak pagar ,yang punya untuk tongkat lagi senjata untuk melawan anjing-anjing,kemudian disitu sang suksma ngendika kepada sang Nyawa….Sudah tinakdir ya Nyawa siapa yang dalam hatinya selalu “gila ,takut pada anjing”iki mula dasaring tunggalmu,mula jadi kukubanmu,dan lagi sapa tindkane pagere liyan,yang niati untuk tongkat atau gegaman itu juga tunggalmu dan jadi jatahmu.
Begitulah babarnya contoh dan usaha;2 prangkat,yang dikatakan dan diperintahkan dimuat dalam sejarah dening swargi P.Panutan kita.
Selanjutnya sesudah contoh dan usaha membuktikan “janji” sudah cukup sang Suksma mengajak pulang sang Nyawa ,saperlu memikirkan sakitnya isteri agar cepat sembuh.Kocap sang Nyawa mengikuti ajakan sang Suksma.Gancaring carita badan sakembaran mlesat terbang menuju rumah R.P.S.
Ringkas cerita badan alus sakembaran sudah desa Prebutan rumahny R.P.S,terus masuk rumah,Tetapi menjadi terkejut sang Suksma dan sang Nyawa melihat bahwa sakitnya sang Isteri karena payudaranya disesep oleh jim cacah 3 ,malah yang satu ora pegat nyesep payudarane sang garwa yang kanan.Tiba-tiba Sang Suksma timbul serenging galih sang netra sang sukma R.P.S mandeng jim tetiga akhir jim tetiga tidak kuat nahan panas sorot matanya sang suksma P.Panutan.Akibat melepas sesepan lari keluar sambat sesambat dan mertobat dan tidak mengulang perbuatanya.Kocap Sang Suksma R.P.S terus masuk rumah ,terus duduk dekat isteri yang prasasat layon tinggal tulang kulit.Sang Nyawa yang duduk dibelakangnya berkata : ‘….Kang jin tetelu kae tunggalku ,dulu memang saya beri ijin sekarang pergi jauh,karena tidak terhadap daya panngaribawane kakang yang kedunung wahyu”Adeg teluning Atunggal”.Isterimu segera saratono seperti yang aturkan dulu.mesti bakal enggal waras.Tetapi sudah penesti payudara kanan kacabut garing tidak kembali segar.Jadi menyusui anak anakmu pakai payudara yang kiri saja.Trima na ya kakang.Selanjutnya seperti sudah cukup sekian saja besuk sewaktu waktu kita saling membutuhkan bertemu lagi.Sewaktu kakang butuh tekaku, cukup kamu batin aku sudah terasa sudah tahu.Untuk itu relakan aku barang ngantaralaya yaiku papan tempat tinggalku…..Kocap sampai disitu jalannya mimpi sang suksma R.P.S, tanpa sengaja ,tiba tiba dadi nglilir bangun tidur.Cinatet kira kira jam 5 hari jumat pon bangun esuk tanggal: 29-3-1918 jaman dahulu.Bangun tidur tidak tergesa-gesa berbuat apa apa ,kecuali mengingat ingat arti mimpi yang baru saja .Dibalak balik ,disaring,ringkasnya semua kacatat dalam hati.Kemudian agak lega batinnya dan pikirnya.Rampung itu baru grayangi tubuh sang isteri,sambil manggil salah saudara,didawuhi pincuk kaya yang diterima alam mimpi.Karingkes dawuh segera dilaksanakan waktu itu.Kurang lebih jam setengah enam (5.30) esuk iku sudah mendapkan.terus dicuci bersih lalu ditumbuh kapipis ,diperas banyune dinjuke dan ampasnya digunakan untuk bedak bagian sakit.Tidak lama kemudian sang sakit timbul kekuatan ,merah auranya.Seperti seminggu dari waktu itu ,sudah mau makan lumrah … Sampai satu bulan sudah benar benar sembuh dari sakit.kembali dapat kegiatan seperti biasa,tetapi payu dara yang kanan tetep kering.Jadi mulai saat ini dan seterusnya kalau menyusui anaknya hanya pakai payudara kiri.Begitulah cerita sang isteri yang sakit sampai sebuh.
Kemudian R.P.S,mulai setalah kejadian 29-3-1918 itu, tambah hari ,tambah lama mimpi beliau tansah tambah gamblang.dan jumlah persoalan mengenani sanak saudara ,masyarakat.Andayani beliau semakin tambah pangertian bab “Sastra Sabda Allah” atau tentang mimpi.Tambah kepercayaan terhadap Allah,tambah percaya dengan adanya takdir Allah ,terhadap perintah perintah Allah,apa lagi tentang dawuh yang ada hubunganya dengan peristiwa 29-8- 1890 dan 29-3-1918. Menambah kekuatan juga memberikan katresnan dan kesabaran marang putra-putranya.Dan rasa pertanggungan jawab menjadi” kakung dan bapa”.Malu jika kemlaratannya tidak habis habis,malu jika anak-anaknya hidup kesrakat,karena beliau tidak membeayai sekolah.Oleh sebab itu beliau punya hasrat punya rumah yang besar yang dia bekerja (Muntilan),yang nantinya putranya dekat dengan tempat sekolah.Dan mulai menggalih samben pekerjaan sakselan dinas carik,yang benar benar menghasilkan pengjasilan yang lumayan…Benar juga dilakukan yaitu beliau nyambi jadi tukang ukur sawah dari juragan penanam tembakau.
Selanjutnhya terus jadi silih ganti (perubahan) ,untuk apa tindakan beliau yaitu tentang daya kekuatan setelah mengku wahyu “Adeg Telune Atunnggal”,sarta daya gunanya sesudah beliau sudah kwawa babar dan natlukan dan kuwawa memberi “Janji”kang pinatok marang :”Badan alus sakeloron,ya sejati putri ya sejati putra ya nafsu -nyawa -napsi –pribadinya”.Apalagi Daya yang berpengaruh terhadap beberapa “Sastra Sabda Allah”atau impen impen beliau”mulai saat itu.Disitu dikatakan begini….
a.Selama tahun 1918 setelah kejadian 29 Maret beliau
1).Sewaktu waktu tidur ,diwaktu apa saja,ditempat apa saja,beliau mesti mimpi yang mengku “sastra sabda Allah”lebih jelas dibanding mimpin setahun yang lalu.Meskipun sebelum tidur dulu selalu mohon sesuatu.Dan lagi mimpi mimpi yang sekarang akeh akehe dara dasih,artinya terbukti dalam kehidupan lahir.
2. Sering juga menerima “Sastra Sabda”yang sepertinya sifat mustahil,artinya sepertinya tidak cocok denngan akal manusia lumrah.Yaitu adanya “sastra sabda”memuat gambaran apa apa yang terjadi nantinya,mulai hal sepele sepele sampai hal yang penting untuk jagad bebrayan agung ini.Seperti …. :
1).Diperintahkan nanam bibit waluh cacah 2 biji ,yang asli dari waluh,digambar bahwa akhirnya akan jadi beda.yaitu satu hanya akan berbuah satu ,tetapi besar sekali dibanding waluh lain yang satu berbuah tiga ,yang satu berbentuk bulat telur alus ,yang satu berbentuk bulat seperti alus ,setelah dlaksanakan benar-benar terjadi.
2).Diperintah mindah tanaman lombok satu saja,ditempat (papan) tertentu,digambar bakal berbuah tiga macam,yaitu berbuah kecil kecil ,sedang sedang ,dan besar besar.Ternyata terbukti.
3).Diperintahkan nanam kangkung,yang bibit lumrah kakung enak dimakan orang,Dalam mimpi digambarkan bahwa nanti tidak enak dipangan pahit.Juga terbukti
4).Lagi didalam mimpi ada sumber mata air yang banyak sekali ikan lelenya ,tapi ada orang berani mengambil lelenya karena tempat keramat.yang dirasa dalam mimpi beliau sudah membawah tenggok kantong yang kemudian dimasukan dalam sumber itu,kemudian beliau bersiul memanggil lele supaya masuk dalam tenggok itu,benar lele lele berebut masuk tenggok sampai hampir penuh tenggok terus di angkat.Sampai beliau bangun dari tidur.Dicocokan dalam alam lahir,juga nyata –nyata terjadi.Dan setelah lele dibagi pada banyak orang dan kemudian diolah enak rasanya seperti lele biasa,serta yang makan lele tidak apa apa.Dan menjadikan beliau kondang jadi orang digdaya.
5).Lagi dalam mimpi dia dipasar ayam dirasa sudah membawa babon,babon bisa ngucap seperti manusia ,begini :”Aku akan bertelur kalau sudah menetas anaku yang njantan ada dua,besuk kalau sudah besar yang satu wiringkuning jragem,yang satunya wido cepaka ireng,sejak kecil keduanya tidak rukun.Gemar tarungan,tapi sebenarnya yang nakal si wiringkuning,nanti keduanya jadi jago menangan.Bareng bangun tidur pagi pagi benar beliau pergi ke pasar ayam untuk babon yanng pas sama dengan dalam mimpi.Ada betul terus dibeli…betul babon bertelur netas mulai kutuk sampai jago cocok bener dengan yang ada dalam mimpi.Oleh karena itu bab iki mulai purwa ,madya sampai wusana,selalu dikatakan beliau dengan sementar sanak saudara,dan ternyata cocok semua,menjadikan beliau tambah terkenal ,merupah orang ngerti benar takdir Allah yang akan terjadi.
6)7)8). Sateruse ,dapat diringkas bahwa mulai dari itu,sepertinya Allah mulai membuka agar orang ikut beliau,Dapat diringkas th 1918 itu, beliau jadi purwaning sejarah beliau mulai dimengerti dan penercaya oleh sementara orang ,nyata nyata beliau kenal benar Allah.
Selaqnjutnya dari Tahun 1919 sampai dengan 1920,Beliau….
1).Semakin tambah banyak mempercayai serta ikut beliau,lebih lebih rakyat diwilayah desa Jagalan . Malahan juga sampai rakyat yang berbeda kalurahan,para pamong desa panguasa dan punggawa kecamatan ,malah kawedanan Muntilan,malah prasasat sekabupaten Magelang pada tresna asih terhadap Beliau.Beliau selalu menjadi sumber petunjuk terhadap wawasan untuk petani.Lebih lebih bab keamanan,sering kali beliau dimintai tolong untuk mencari penjahat,kecu ,maling dan lain lainya,kasuntan juga banyak berhasil.
2).Dalam saresehan ,pejagongan-pejagongan beliau selalu jadi pinatah jadi juru wredi tentang “impen”.wangsit-wangsit,tayuh-tayuh,wahyu-wahyu dan lain sebagainya.Yang untuk selanjutnya lama lama tidak sedikit teman beliau yang terus belajar kawruh pada beliau.Dan satu dua dalam pikiran sudah yang punya gagasan bahwa beliau titisan suksma Utusan Allah,yang amanat dari Allah.Tidak sampai dikeluarkan dari batin.Artinya dia tidak terus terang secara lahir.
3).Pada bagian soal kehidupan (ekonomi),untuk beliau dapat dikatakan selalu tambah lumayan.
4).Putra sudah jadi lima,Yang pertama sudah mulai masuk sekolah,maka beliau saya tambah prihatin ,bagaimana caranya supaya segera pindah rumah dekati kota Muntilan yaitu dekat tempat anaknya sekolah.Dan dalam batin serta mengikuti “Sastra Sabda Allah”.maka ada gambaran yang didapat dalam mimpi,Kali lamat,oleh sebab itu beliau terus golek hasil untuk beaya semuanya itu.
Selanjutnya keadaan Beliau mulai tahun 1921 sampai tahun 1925.
1).Diawal tahun 1921,beliau sudah pidah rumah di kampung jagalan,seperti yang kehandaki,meskipun rumahnya belum baik tetapi besarnya tidak hanya seperti gajah abuh seperti dulu didesa Prebutan.
2).Pengsilan tambah lumayan,Isteri sudah mulai jual beli kecil kecilan,sawah lenggah wis kagarap sendiri,jadi panen pari juga lumayan.Setiap diminta untuk ukur sawah dia laksanakan dengan baik sehingga kepercayaan sang juragan bertambah.Beliau jadi mandor temabakau juga ,jadi bayaran dari sang juragan juga bertambah
3).Mulai tahun 1921 itu beliau sudah ditetapkan “dukun”oleh masyarakat,dukun ghoib ,atau dukun impen. Sebab semua isarat yang dijelaskan serba “sastra Sabda Allah” yang didapat dari alam ghoib atau alam impen.Yang hakekatnya kabul dan tidak nya tergantung dari Allah.Makin hari makin orang-orang datang merdukun ke Beliau.Macam persoalan tergantung kebutuhan ,seperti:
a. Yang sakit minta sembuh
b.Yang tani bisa kasil
c. Yang dagang minta untung
d.Yang pegawai minta naik pangkat
e.Sing tidak punya minta punya anak
f.Yang prwan joko ,duda ,randa minta segera dapat jodoh
g.Golongan botoh minta menang
h.Yang kena perkara minta menang
i.Sing polisi minta bisa nangkap penjahat
j.Yang maling nyuwun slamet
k.Yang tuwa minta awet enom,sehat ,panjang umur
l.Yang kagol minta lega dan lain-lainya.
Meskipun demikian semuanya tidak diberi jawaban langsung ,tapi semua disemayani menanti dawuh dari Allah melalui “Sastra Sabda Allah”.Dari impen inilah kemudian panuwunan dibahas menjadi jawaban .
Masih melanjutkan kejadian beliau tahun 1921 s/d 1925
1).Perkara penghasilan untuk kehidupan masih tetan seperti sebelumnya ,malah tambahan tetapi saking banyak tamunya untuk kepenting menyugata tamu hanya sampai cukup saja.Lebih labih malah ada tamu yan dari jauh sampai harus nginap.Oleh sebab itu ekonomi beliau jadi kocar kacir.Dasar kakung putri suka peparing dedana.Dan sepertinya semedhi lurah kedunungan
2).Perkara pedukunan beliau makin hari makin besar,tapi beliau sudah niat berjanji amrih suci,oleh sebab itu tidak akan minta opah atau bayar sepeserpun.Sering kali beliau menolak pemberian dari tamu yang hadir,tetapi dengan dedemitan memberi lewat isterinya.
3).Sampai tahun 1924,beliau mearasa kwalahan lahir batin,ya tenaga,ya banda,ya pikiran untuk ngopeni orang medukun,persasat tidak sempat memikirkan diri pribadi.Sebab kenyata semua yang medukun hanya masalah yang untuk menuju kemulyan hidup didunia saja.Jadi kesulitan batin beliau semedi sowan Allah yang tidak mudah cara menjalani jebul mung dipakai untuk kepentingan dunia saja.Terus terpikir oleh kalau demikian diterus –terusan,tanpa ada perubahan tidak mustahil “Sastra Sabda Allah”,yang diterima :29-8- 1980 dan 19-3-1918,yang maksudnya Gusti Allah sudah pernah dawuh tentang hal itu yaitu beliau punya tugas mulia”NIMBULAKE LAKON KANGGO NENGAHI PARA LAKON”.Sepertinya sudah tertulis sabda Allah,mulai urutan urutane laku,tahun tahunnya sampai para sokabate,dan sokabat pokoke bakal kuat tanggung jawab marang lakon beliau aniati kemudian maneges ing Allah,supaya urutan pelaksanaan untuk perkara ini….
Dapat diringkas ,beliau tapa sare ana pinggir kali lamat belakang rumah,setiap lewat tengah malam mapan,bangun esuk bangun dari tidur.Selama tiga malam terus terima Sastra Sabda Allah ,secara bersambung sampai selesai.Yaitu mengku maksud:
1).Padudukanan beliau ,mulai saat itu harus dirubah jadi perguruan Ilmu Kasukman,untuk memperkenal umat dengan Allah,yaitu nerusake ilmu beliau yang diterima ; 29-8-1890 dan 29-3-1918.
2).Sebelum tidur supaya pakai syareat mengucapkan;Tangawud, surat Ikhlas,surat nas dan fatekah ,serta dikir sampai tidur
3).Lakune ,kudu jujur,temen lan suci,sirik-an : drengki,srei ,jail,menakil, dahwen,panasten,pari open
4).Beliau harus mulat sabar agar slamete lakon
5).Lakon beliau akan berhenti jadi AGAMA menanti perang dunia bakal ada lagi.
Dikatakan bahwa habis mimpi seperti itu ,beberapa hari dan beberapa malam selalu memikirkan bagaimana caranya melaksanakan dawuh Allah,lebih lebih tentang bagaimana buka “Ilmu Gaib” yang beliau kuasai.
Kemudian beliau mempunyai pemikiran sebagai berikut:
1).Gusti Allah tidak semua manusia mampu nekseni bahwa sejatining DAD Allah,maka cukup pada mencari “Petilaning Cahya Allah” ,yaiku disebut “Pusaka Urip”
2).Utusan Allah ,andaikata aku ngaku utusan Allah,mungkin lakonku seperti jaman Nabi Isa (Yesus) oleh sebab itu saya minta mencari orang kedunungan wahyu”Adeg Teluning Atunggal”.Yaitu dengan sebutan “Alib Teluning Atunggal”.Pajalmane Rosul dunia yang bertempat alam sonya ruri.
3).Rupa kembar wadon dan laki lakiku,Bila saya blekake juga mengkawatirkan,sebab para pandita atau orang yang menganggap pangeran Rupa kembarnya,bakal menterwakan atau sengit denganku.Oleh sebab itu saya sebut sifat mancala putra mancala putri yaitu; jemparing purwa,madya wusana.Angin kapisan ,man-maning musuh,wiwit nabi run tumurun dadi mungsuh.
Begitu persoalan jadi ditentukan beliau disaat itu,sela.njutnya cara cara itu benar-benar dilaksanakan oleh Beliau,artinya setiap orang datang berdukun ,atau dimana saja pasamuan laras beliau sedikit banyak tentu mejangake perkara iku.Teapi oleh jaman itu beliau belum punya murid yang mampu diajak braya perkara itu,jadinsambarang masih ditangani sendiri oleh beliau.Mulangnya beliau meniti impen dari para siswanya ,ya kudu tansah sembunyi sembunyi,memberi isarat ya sendiri, karena caracaranya masih menjadi larangan pemerintah jaman itu.Selanjut nya bagaimana?Mesti lambat prasasat tidak yang katam,meskipun dialam mimpi belum tahu,terpaksa beliau memberi keterangan seadanya.Jadi hakekatnya bukan ilmu kasunyatan,nanging ilmu kata kata…..,Tapi meskipun demikian beliau sudah kondang jarak jauh ,dikarenakan daya pengaruh dari perdukunan yang hasilnya.
Selanjutnya untuk tahun 1924 dan tahun 1925 ,semauna dapat diringkas bahwa kejadian kejadian tidak jauh dengan tahun1924, kemajuan perguruan belum seberapa,tapi padukanan tetap jalan terus tambah kondang(terkenal) dari jauh.tidak hanya sampai daerah kabupaten Magelang saja ,tapi sampai Ngayogyakarta ,Surakarta ,Semarang ,Bandung ,Jakarta dan Surabaya .Tidak hanya orang jawa ,tapi orang Tionghoa ,Belanda tidak sedikit yang bedukun kepada Beliau.
Karena para pribadinya punggawa pemerintah sudah kenal benar dengan Sang R.P.S ini,dan tidak sedikit yang sering ikut bedukun pada beliau,maka adanya Perguruan dan Perdukungan beliau menjadi aman.Meskipun banyak sekali orang berdatangan untuk bertemu Beliau ,tidak pernah ada gangguan apapun.
Selanjutnya untuk tahun 1926 s/d tahun 1930.
1).Dalam tahun 1926 ,karena daya gerakan komunis di Indonesia(PKI),yang kemudian terjadi penggrebegan dan penangkapan terhadap pimpinan komunis.Paguron beliau kesempyok perkara ,karena fitnah beliau ikut ditangkap dimasukan tahanan polisi.Tapi oleh karena pembelaan para punggawa yang kenal dengan beliau tidak lama beliau dibebaskan.Oleh karena itu ada pengaruh terhadap Perguruan dan Perdukunan,tapi lama kelamaan dapat kembali seperti semula.Malah semakin lama semakin berkembang.
2).Dari tahun 1927 s/d 1930,Dapat disingkat bahwa nama beliau semakin tambah kondang (terkenal),muridnya sudah banyak sekali,tapi karena yang datang itu kebanyakan kaum buta huruf,oleh sebab belum ada yang punya akal agar tertata perguruan.Jadi terhadap “wejangan wejangan” dikala itu masih banyak mengalami kesulitan ya memberi wejangan dan menerima wejangan.Oleh sebab prasasat belum ada siswa dapat dikatakan”katam kasuksman”munggahing sampurna
3).Tapi mulai waktu itu ,ada persoalan yang harus dicatat dalam sejarah,apalagi wajib dadi usaha besar untuk orang yang belajar olah krida kasukman Yang sering disebut :”murih lobok-lebda jumbuhing kawula lan Gusti”,yaitu dalam waktu 3 tahun itu,Tidak sedikit tamu yang berdatangan,yang berkata bahwa baru kali ini ketemu dengan beliau dijagad wadag,tapi sudah pernah ketemu dijagad alus,malah ada mengatakan sudah berkali –kali ketemu di jagad Impen.Karena kebanyakn impen yang diterima “dara dasih”,maka kedatangannya hanya nglacak kebanaran dari mimpi yang diperoleh.
Selanjut untuk tahun 1931 s/d tahun 1935.Didalam 5 tahun ini perguruan sudah banyak kemajuan dan sudah ada tata tertip ketimbang tahun tahun yang sudah.Urutan seperti berikut ini:
1). Beliau mulai murid yang pandai pandai ahli basa dan sastra ,ada juga yang ahli sastra manca nagara,sastra arab, sastra cina,sastra belanda.Ada lagi mulai belajar ilmu kasukman dari agama bermacam, ada budha ,ada kristen dan ada islam.Dikala itu ketemu gembong agama isalam yaitu yaitu saudara Kartawiarja.Susudah ia katam mempelajari ilmu kasuksman dari beliau,juga menerina sih kepercayaan dari beliau.Siang malam dia menghadap beliau sak perlu merumuskan yang maton guna memberikan wejangan wejangan kang kudu dikatakan ,kang dasar hakekat rumus berdasarkan agama Islam.
Setelah itu perguruan beliau mulai tertata baik,mulai berdiri organisasi kang perguruan yang namanya “OMM”(Oemat ,Muhamad , Muntilan).Saudara Kartawiardja jadi juru dakwah ,karena pengetahuan tentang mateng,dan pengetahun tentang agama lain juga luas,mangka panjenengan juga pandai bicara.Setiap malam Rabo Paing ,pas wiosan,jumat kliwon pas pengetan wahyu sejati putri dan jumat pon pas pengetan wahyu kakung,diadakan saesehan dirumah R.P.S atau pindah tempat.Disitu terima pengarahan dari saudara Kartawiardjo.
Dapat diringkas selama 5 tahun,siswa beliau tambah banyak sekali dadi puluhan ewon.Selanjutnya apakah tidak ada gangguan dari lain.Dari Pemerintah tidak sama sekali,tapi golongan lain ,termasuk sering kali malah membahayakan kehidupan beliau sampai tiga kali.Pertama didalam saresehan beliau dibyuki lebah beberapa glodok,dan lempari batu.Pertemuan jadi bubar tapi beliau sak penderek selamat.
O.M.M terus subur perkembanganya
2).Adapun bab penghasilan untuk kebutuhan hidup,sudah dapat dikatakan tambah lumayan Beliau penanam dan penabas tembakau cara kecil-kecilan.
3).Putra –putrane yang besar besar sudah sekolah semua,di sekolahan katulik,yang besar sendiri sudah luluskwikshool adik adiknya masih di M.U.L.O dan H.I.S
Selanjutnya peristiwa peristiwa Beliau dari tahun 1936 s/d tahun 1940
1).Masalah ekonomi beliau tambah membaik ,sandang ageman putra-putrane tansah layak,karena tntunane para putra yang sudah besar besar.Beliau mulai memikirkan rumah sehingga laumayan.Diteruskan menikahkan putra kakaung yang pertama.Beliau mulai mempunyai putra mantu.
2).Karena sesuatu di akhir tahun 1936 itu pribadiku (S.M.H .Sirwoko) sowan ,jadi utusane Panitya yang membutuhkan pepadang karena keruwetan,ringkasnnya bisa kasil.Pribadiku dadi tertarik untuk jadi murid beliau.Terlaksana pada tahun 1937 saya diterima jadi siswanya.Dalam waktu satu bulan pribadiku sudah katam ilmu kasukman.
3).Mulai tahun 1938 pribadi mulai jadi juru dakwah ,banyak kaum terpelajar ikut berguru pada Beliau. Disngkat lagi pada akhir tahun 1938,pribadiku mimpi terima “satra sabda”Yang perumusanya tak amati “Gambar jagad Kasuksman”Sket impen.Sesudah jadi dipirsani beliau ,terus didiskusikan dengan siswa yang terpilih.Disitu ternyata jadi persoalan penting banget.Ada beranggapan salah ada beranggapan betul,ada menganggap merupakan jodoh ilmu kasuksman dan Allah sekali.Yang seharus disengker tidak dianggap murahan.Bisa disingkat bahwa musyawarah belum ada hasil.Oleh sebab itu beliau dawuhi para katam supaya tanya langsung pada Allah.Dawuh pada dilaksanakan betul dan kebanyakan dapat jawaban dari Allah.Dapat disingkat mulai tahun 1939 “Gambar Jagad Kasuksman”alias “Sket Impen”,dari pribadiku mulai diakui kebenaranya,dan disyahkan ,terus diumumkan jadi “Paugeran Pokok” untuk ilmu kasuksman.Paugeran pokok untuk laku semedi.Paugeran kanggo niti priksa lakune impen siapa saja.Paugeran pokok untuk menetapkan sudah belum ilmu kasuksman seseoarang.Paugeran pokok untuk meentukan laku dan tapa brata ,untuk ngibadah terhadap Allah,mana kwajiban mana Larangan dan lain lainya.
Untuk selanjutnya tahun 1940,pribadiku (S.M.H Sirwoko) menerbitkan buku yang namai “Garan Pusaka Batin”,Yang isinya tentang ngelmu kasuksman beliau ,serta wawasan pangripta tentang itu.Setelah buku sumebar sedikit banyak,dapat menambah majunya Perguruan dan Perdukunan beliau,lebih lebih banyak kaum terpelajar yang masuk menjadi siswa beliau.Mulai saat itu beliau sudah menyapih siswa yang katam untuk menularkan ilmu pada orang lain.Juga madeg jadi dukun sendiri.Yang pada hakekatnnya dia harus mau jadi pembantu beliau, yang sumbernya semuanya dari beliau.Dan persoalan yang berat masih kembali pada beliau.
Perlu dicatat dalam sejarah bahwa organisasi OMM,itu ,mulai tahun 1940 diganti kepanjagannya “Oemat Muhammad Manunggal”Sekian saja peristiwa yang dilakukan Beliau sampai akhir tahun 1940.
Selanjutnya keadaan Beliau dari tahun 1941 s/d tahun 1945
Ditahun 1941,Keaddaan beliau pada tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun tahun sebelumnya.Oleh karena itu disini hanya laporan yang penting yaitu saya ambil dari ciri yang tidak berubah dari Beliau.
1).Ciri yang tidak berubah pikiran beliau ,seperti tanpa ada perubahan sedikitpun dari dasar dasar kodrat mulai sejak masih muda
2).Jauh dari rasa jengkel ,terhadap persoalan bukan pokok ,selalu membesarkan rasa sabar-lumuh,momot kamot,ngalah mengkalah,tetapi untuk soal soal pokok beneran,beliau bela benar benar,dengan cara sinamun ing samudana angon empan gawa papan.
3).Semua perilaku berbusana,makanan ngatur rumah serba sederhana
4).Disetiap memberi tahu ,selalu diberikan contoh contoh dan usaha agar jadi,disetiap perintah tansah dihitung –hitung yang gumatok,dan harus selalu diwawas kuat dan tidaknya yang akan melaksanakan.
5).Selalu didik dan memberi contoh contoh agar : halusnya budi,landepnya pikir,tanggap kapada ulat semu dan sasmita.
6).Selalu memperlihatkan penghargaan terhadap tamu ,dengan selalu menerapakan unggah ungguh yang tepat untuk ; priya –wanita ,muda –tuwa dan kedudukan ,selalu menerapakan adap baik.
7).Terhadap siswa direngkuh seperti putra piyambak ,memperlihatkan bahwa sih katresnan tanpa suba sita.Membesarkan sifat budi-luhur-ngadil dan welasan(pemberi),Apa lagi terhadap putra wayah yang baru nandang prihatin.
8).Kalau tidak cocok pikiran ,kalau marah hanya yang dilahirkan pada perkataan,kapindah ing semu dan liriking netra
9).Selalu mampu nagampet pangandiakan ,kepada sesama tumrap wewading Allah,wewadine jagad dan makhluknya termasuk putra wayah siswa .yaitu untuk samubarang yang kapungkur kejadian,baru nedeng nedeng jadi dan calon jadi.
10).Putra wayah siswa yang rumangsa katam ilmu kasuksman ,kebanyakan selalu percaya bahwa Beliau sering Halingga suksma Hasoca Batara,ya wadag,ya aluse,ya sana ,ya sini.Selalu mengetahui takdir Allah tenatang putaran jagad seisinya.Contohnya kenyataan ,sering kali kejadian dengan tiba-tiba tak diperkirakan,beliau terus memberi jawaban atau keterangan kepada barang masih disimpan dalam batin siswa siswa.Donya –kubur- kerat selalu prasetya kepada beliau.Dan selalu karumangsa sengsara bisaa ketemu beliau.Apa lagi kalau sedang menghadap atau pinuju ketemu terhadap Beliau di sembarang tempat misalkan dijagad wadag,sudah kangggep kadayan kalau bakal jadi “Jumbuhing Kawula Lan Gusti” didalam jagad semedhi (mimpi),Apa yang kelihatan ,apa yang karasa dan karumangsa ,tindak tanduk,obah molah,apa kelaihatan dipakai beliau R.P.S,semuanya dianggap mempunyai sasmita nyata.
11).Tumrap kita semua ,seperti tidak akan habis bila diceritakan
Ada lagi di tahun 1941 iku,mulai awal sampai akhir beliau dalam pasamuan pasamuan yang kebetulan ada siswa yang menghadap,disitu sering dikatakan kurang lebihnya dengan kata kata
1.Tahun ini tahun jagad prihatin ,silih gantinya Nyawa dengan Nyawa
2.Tanah Jawa sepertinya bakal ikut bela
3.Bab ini seperti kodrat Allah yang hanya sedikit sekali dapat diwiradat
Oleh sebab itu anak putu kabeh ayo mulai belajar Rela kecewa (lila ing kagol) ,terpaksanya wirang isin (malu),agar lakune sendiri ini selamat.
4.Selanjutnya tak wajibkan kepada para katam kasuksman disela –sela garapan disetiap hari,pada ambahen di semedi turu anda.Bagaimana gambar jagad yang terjadi di tahun –tahun akan datang,setahun ,rong tahun,tiga tahun ,empat tahun ,lima tahun sampai enam tahun.Sukur sateruse.Para katam kasuksman tak wajibpake ngerti sejelas jelasnya.Penting pengertian ini supaya lakunya kita kita tumpang tindih ,tunda bima.Untuk putuku sing belum katam kasukman segera kamu usahakan biar cepat katam,aku rerewang nyuwun kepada Allah.Hanya pengeringatanku aja gampang licik.Kocap yang dikatakan beliau tansah dipegang teguh oleh murid –muridnya.meskipun demikian ada murid yang sepertinya kurang tanggap dan tidak memperhatikan.Tapi banyak sedikitnya bagi sudah katam ilmu kasuksman mulai punya rasa tanggung jawab persoalan ini.Sepertinya tidak ada badal dawuh beliau.Meskipun karena beda laku maka dapatnya impen “Sastra Sabda Allah”.sebagian ada dawuh yang terang perwaca,setengah ceta dan juga ada yang gambar impen nggladrah susah untuk diengerti inti sarine.Untuk yang dapat “ceta”sesudah matur beliau sang R.P.S, kemudian secara dedemitan,apa laku laku untuk menjaga keslamatan lakon beliau supaya sampai pada yang dijangka.
1.Selanjutnya untuk tahun1942 s/d tahun 1945,dapat karingkas yen negara Indonesia dapat dikatakan “Bejo teka Daulat Minggat”Yaitu gumantine pemerintah Belanda diganti dengan pemerintahan Jepang hanya 3,5 tahun saja.Yang berakibat lebih dari 90% rakyat Indonesia dadi ajur mumur lahir dan batin ,ya awake ya batine ,ya rasanya ,ya pikiranya.Pari ,jagung,sapi,kebo ,jaran ,wedus,iwen ,emas raja brana untuk mencukupi kaum penjajah Jepang.Tidak sedikit orang hanya makan ubi jalar yang penting wareg .Sampai terjadi berpakaian yang bahan dari karung goni atau bagor.Katok baju dari suwekan kasur wis bregas banget.Rakyat dipaksa jadi Romusa ,pemudi dadi sasaran keroyalane tentara jepang.Pemudanya jadi kaibodan,syainendan ,haaihoo dan yang agal agal swizingtai dan lain lainya.Tapi bagaimana lagi memang keadaan,tidak sedikit pimpinan bangsa Indonesia yang akan kesusahan rakyatnya,tapi adanya sabar hati tunggu tibane mangsa kala kang cocog untuk melawan.Terhitung juga pribadi pangripta(S.M.H Sirwaka) ini ,juga untuk kedisplinan perjuang terpaksa saguh jadi Fuku-Daitacio-swingzingtai dan Kyokakaco-Hokokai kab,Gunung Kidul.Begitu juga nasib Sang Romo Pran-Soeh Sastrasuwignya bersama murid muridnya ,mengalami pait getir ajur mumur lahir dan batinnya.Apa lagi pimpinan O.M.M yaitu pribadiku(S.M.H Sirwoko) dan seketaris berulang ulang dipanggil di Kompi dan koci. Tapi untung karena pengayoman”Allah”serta berkah sang dwija tomo tansah slamet.
2.Dapat diringkas mulai tahun 1945 O.M.M berkurang perkembanganya siswa-siswa kang datang ke R.P.S tidak banyak sekali seperti semula.Yang datang kebanyakan hanya ngaturake bab sengsara hidupnya,minta isyarat dan laku laku untuk dapat keluar dari kesengsaraan.Kadang kadang kejadian juga,selain R.P.S sudah paring isarat dari “Sastra Sabda Allah”,masih juga memberi apa apa beras lan duwit marang murid yang datang.
3. Karingkas lagi ,mulai saat itu ,sang R.P.S,di setiap wawan bicara terhadap murid yang terpilih kerep berkata pelan dengan suara lembut,..sepertisampai saat ini rasaning atiku wis gempung tenan,Coba pada tapakna pada gambaran rasaning atiku.Bagaimana rasanya sewaktu aku diminta untuk baris ,diminta untuk nyanyi kimigayo ,diminta ikut ikutan madep keblat ana Tokiyo yang batine dikon nyembah sang Theno (dewa Matahari).Oleh sebab itu mari sama ngetok tapa brata gugat ke Allah biar memotong lakon yang umating Allah laksanakan saat ini.Jibna mesti bakal kabul.Kocap laku kasutapan yang diperintahkan kepada satu dengan yang lain berbeda beda.Ada yang diperinatah nyirik daging,nyirik birahi,setiap setelah tengah malam diminta kungkum di kali atau ditlaga –tlaga kepeksane dikolah dalam waktu satu jam,baru mapan tidur.Beliau sanggup minta tolong pada Ratu Jim Semodra Laya yaitu Rupa kembar kenya Napsu beliau.
4.Swelanjutnya karingkes lagi,Tekanan pengadilan Allah kanggo cokro magilinganing jaman,berganti lakon jagad,yang jatuh pada negara Indonesia yaitu jadi tanggal ; 17 -8 -1945 ,oleh usaha para pimpinan yang diwakili oleh Sukarno,hari itu diumumkan kemerdekaan Indonesia ,kepada rakyat semua ,kemudian diumumkan negara –negara tetangga dan seluruh dunia ,dengan hukum dasar Pancasila mampu memuat kamardiakan sejati yaitu kamardikan tumrap keyakinan dan Agama.
Kocap ,sang R.P.S dengan murid muridnya mulai merasa lega.Mempunyai rasa kemareman sebab sebelumnya sudah gambaran dalam laku sucine ,Beliau selalu dawuh :
1).Supaya nerusake tekat yang tebal terhadap Allah
2).Agar nerusake perjuangane ,termasuk perjuangan kanggo kamardikan yag sempurna
3).Organisasi diperkuat
Perlu juga dicatat mulai saat itu organisasi OMM,yang tadi kependekan dari “Oemat Mochammad Manunggal”,karena banyak sekali siswa yang tidak dari agama islam ,oleh sebab itu banjur diganti”Oemat Marsudi Makripat”.Yang selanjutnya para pimpinan dan anggotanya sama tidak ketinggalan berjuang demi kemerdekaan negara.Tidak sedikit pemuda yang ikut melaksanakan prajurit Pasis Jepang yang masih di wilayah Indonesia,tidak sedikit yang jadi prajurit yang melawan prajurit belanda yang akan kembali menjajah.Dan perlu dicatat bahwa sampai dibentukanya K.N.I (Komite Nasional Indonesia ) di salah kabupaten juga mewakilkan anggota OMM untuk duduk jadi anggota KNI.
Selanjutanya mulai tahun 1946 s/d tahun 1950
1).Selama dalam tahun 1946 OMM mulai melangkah maju (Oemat,Marsudi ,Makripat),kaum terpelajar terus bertambah sudah banyak ikut,musyawarah musyawarah sering terjadi di tempat tertentu,lebih lebih di kota magelang,Gunung kidul ,Ngayogyakarta, sleman, yaitu tanah jawa tengah merata.
Kocap mulai akhir tahun 1946 pribadiku (SMH.Sirwoko) ,kerap kali matur ing ngarsa R.P.S ,secara Pribadi sendiri ,lama kelamaan juga bersama dengan saudara yang terpilih oleh beliau.Yaitu membahas persoalan “Sastra Sabda Allah”yang saya terima mulai saya disebut bocah (1918),yang sambung sinambung sampai waktu itu,kang surasane sepertinya sudah terang begitu ,mulai tahun 1946 ini harus diganti status jadi”Agama”,tapi waktu itu seperti belum jadi kersane beliau,Sebab masih ada siswa yang belum setuju dan sepertinya masih abot ganti cara dan nama agama yang dulu.
2).Dapat disingkat mulai bula Agustus 1947 sampai awal Oktober 1947 ,yang terus pada tanggal; 13 malem 14 Oktober 1947,terlaksana musyawarah para tokoh siswa Beliau dirumah beliau juga ,di musyawarah mligi acara tunggal yaitu usul pribadiku yang diakui kebenaran oleh RPS ,dan juga sineksenan disemedhi turune para tokoh ,lalu ditentaukan bahwa pada tanggal ; 14-10-1947 bergantinya ilmu kasukman menjadi “Agama Adam Makripat”,dan terus membuat surat pengumuman atas nama wakil semua pemeluk Agama Adam Makripat disertai tokoh tokoh lain.
Secara terus terang urutan putusan seperti ini:
a).S.M.H.Sirwoko (pribadiku) atas dasar “Sastra Sabda Allah”kang sudah disyahkan beliau Romo Pran-Soeh Sastrasuwignja,ditetapkan jadi wakile kabeh pemeluk siswa beliau,diputuskan agar mengumumkan mulai 14-10-1947 ini :
1.Ilmu Kasuksman Romo Pran –Soeh Sastrasuwignjo,dijadikan Agama dengan nama “Agama Adam Makripat”.
2.Penjenengane Romo Pran-Soeh Sastrasuwignjo ,oleh semua pemeluk diangkat dan ditetapkan jadi Panutan atau nabinya Agama Adam Makripat.Dan diberi gelar “Resi”,yang artinya mulai nama beliau disingkat “Rama Panutan atau Rama Resi”
3.Untuk pedoman pangibadahan dalil dalil atau kitab Agung Sucine,terus mulai digarap,untuk jadinya Kitab Agung Suci diserahkan kepadaku (SMH.Sirwoko),Bila sudah rampung harus segera diumumkan
4.Untuk pengumuman tadi guna difahami oleh pemeluk juga diserahkan Presiden Republik Indonesia K.N.P.I(Komite Nasianal Indonesia Pusat),perdana Menteri,mentari Agama,menteri Dalam Negeri ,Gubernur Jawa tengah dan lain-lainnya yang dianggap perlu.Dan diumumkan lewat “surat kabar buruh”Dan diumukan pula bubarnya OMM ,ginanti organisasi anyar “Perkumpulan Umat Adam Makripat Indonesia “.Kang disngkat “P.A.U.M.I”
b.Dapat disingkat bahwa pengumuman terus dialaksanakan ,kecuali ditangani S.M.H Sirwoko ,juga sementara tokoh tokoh pimpinan lainya juga ikut tanda tangan,,ikut tanggung jawab terhadap pengumuman.
c.Dapat diringkas lagi,dalam jangka waktu satu bulan sudah merata ,seperti yang kehendaki Rama Panutan.
d.Begitu juga soal PAUMI selama 3 bulan sudah dapat melangkah dengan musyawarah dimana mana yang jadi persoalan adlah agama anyar Agama Adam Makripat.Semua yang katam kasuksman terpelajar menjadi anggota dan pengurus PAUMI.Mulai dari pusat,cabang dan ranting sampai grup kecil-kecil.Untuk pimpinan PAUMI Pusat tetap (pribadiku) SMH.Sirwoko.Dan hubungan PAUMI dengan pemerintah wilayah-wilayah,apalgidengan organisasi lain selalu baik.Sebab kemungkinan tidak lain ,karena dinsaat itu kanyata para pengurus PAUMI begitu :
1.Berasal dari kaum terpelajar
2.Banyak yang jadi punggawa negara
3.Mempunyai jiwa pejuang tidak hanya untuk Agama ,tetapi untuk negara
Ternyata pimpinan pusat PAUMI pribadiku (SMH.Sirwoko),disaat itu juga menjadi K.N.I(DPR) kabupaten Gunung Kidul,yaitu wakil dari barisan Banteng.Dan juga jadi anggota Dewan Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul,jadi jawatan sosial dan lain lainya.Yang sudah semestinya dewan pimpinan PAUMI ,yang seperti itu tidaksedikit daya pangaribawane untuk menguntungan perjuangan Agama Adam Makripat.Oleh sebab itu jarang PAUMI mendapat gangguan.
e.Wajib kacatat di sejarah ini, yaitu adanya persoalan dikala wawanacara antara Beliau dengan pribadiku di saat belum lama adanya pengumuman ada Agama Adam Makripat.Yaitu diwaktu malam hari kira kira jam 10,pribadiku dengan beberapa saudara ngadep ing ngarsa P.Panutan.dirumah beliau.Disitu setelah akan sampai ketentuan “angger angger” Agama Adam Makripat”,yang merupakan hukum dasar,mana kwajiban mana larangan .Yang garis besarnya ada 11 sudah saya serahkan.Disitu setelah selesai kaatur,P,Panutan selanjutnya berkata;….Aku sudah kaya pada diangkat dadi Panutan Agama Adam Makripat ini,karana ikut “Sastra Sabda Allah” oleh sebab sampai aku walaka.Selanjutnya sliramu calon netepake angger –angger 11, yaitu 7 prangkat kwajiban ,dan 4 prangkat larangan,Aku sudah setuju dan seperti sudah cocok benar.Dan selanjutnya untuk pribadiku aku harus bagaimana ,mana yang diwajibkan dan mana yang dilarang.Pribadiku (SMH.Sirwoko) matur rada sembrana…..Punika menggahing Panjenengan katah sanget lan berat sanget,sebab dados Panutan menika kedah saget dados dukun jagat,dukun donya ,dukun kubur ,dukun kirat,jagad itu harus sehat oleh Rama.Rama kedah saget ngurus yang betul betul,ngadili yang benar benar .Oleh sebab itu rama mulai gentur tapa brata ,angginaken semedi sare, wonten jagad sare kedah ngangla jagad tetiga,Rama kedah ngangkah saged wawan sabda kalianAllah,bagaimana dawuhipun kula kalian teman teman harus diberi tahu.Bila diringkas Panjenengan Rama tanggel jawab di alam alus,kula ingkang tanggel jawab wontening jagad wadag.Panutan ngendika …Kuwi wis ,luwih bener maneh yen ora nganggo pokok pokok,alus lan wadag ya ditangan berdua.Jadi sama ringannya,Bila di batinya tidak wurung tumrape lakon atau Agama ini.Saya kira hanya gumantung marang aku dan sliramu,sedangkan lain lainya itu hanya bntu saja.Meskipun demikian semuanya jangan kamu anggap remeh,sebab bila ada yang bantu , akan berat sekali beban supaya terlaksana….Lagi pula aku nerusake pertanyaanaku tadi,yaitu mulai sekarang aku tok larang apa saja.Pribadiku masih bakal matur sembrana maneh…..Yang jelas begini…….mulai saat ini : 1).Penjenengan tidak meroko candu 2) tidak main kartu dan dadu 3).Tidak boleh joget 4).tidak boleh ngurung dan adu jago dan lain lainya.
Sampai disitu kataku ,P.Panutan nyaket rumaket duduk disampingku ,dari sebelah kiriku merangkul pundaku,semua larangan nyeret joget,main kartu dan main dadu bakal aku laksanakan,tapi nggonku ngurung dan sok sok adu jago aja tak larang.Temenan ya nak Sir,sebab persoalan ini akan aku pakai nebusi takdir-kodrat Allah,yang kerep ketemu dalam “Gambaran Impen”yang disitu manjing dadi sasmita Alllah.Ka umpamake gambar hidupnya negara negara yang baru akan perang,atau tengah tengah peperangan sampai rampung peperangan.Di persoalan ini setiap negara sudah tinemu gambaran ules jago,bab ini aku sampai hafal.
Bilamana misalkan terlaksana dalam alam impen,aku ginambar mbotohi atau nulungi sawiji jago yang akan tarung ,nengahi tarung dadi menang ,yang seperti itu petnjuk negara yang ulese seperti jago diwaktu ini baru kinasihan oleh Allah…..Yang selanjutnya bangun tidurku tumindaku nantinya harus selaras dengan kehenak Allah.Coba ambahen ada semedhi tidurmu cocokna dengan Allah ,tentang kataku ini.Nanti kalau ketemu salah aku tetepna dasa ingatkan.temenan ya nak Sir ambahen neng alam impen,perlunya tidak ada rasa wawas dalam pikiranmu.Aku terus tumungkul rada getun sitik, sebab ada perkataanku kepada P.Panutan ana sawiji bab yang tidak keplok dengan “Sastra Sabda Allah”karena sembranaku.Dan tiba tiba ingat pada sastra Sabda Allah,yang sudah berulang-ulang saya terima ,Mangka tinemu bener tanpa luput sabda pangandikane P.Panutan…..P.Panutan neruskan perkataanya……Setelah aku menerima laranganmu,oleh sebab itu aku kudu ngerti laranganmu dewe reh ning sliramu uga diangkat jadi pimpinan,aku juga segera matur dengan sedikit humor….Oleh karena hanya hamba umat lumrah ,sanes utusan Allah mboten suksma Nabi lajer Allah untuk diri saya harus berbeda dengan penjenengan Rama.Kula wenang tumindak punapa,main,aben sawung dan lain lainya boleh saja.P.Panutan terus berkata juga sambil tertawa lirih….Kalau ketemu demikian kuwi jenenge pimpinan sing nakal ,tetap nakal ,orang lain dilarang awak dewe gugu karep dewe,meskipun demikian aku tidak akan melarang duga –duga neng sliramu dewe.Jer jarene wong berjuang tumrap akal dan caranya ada sewu akal dan sewu cara manut kahanan ,Waton tdak kandeg ana ing akal akalan dan caran caranan saja,jadi tidak kehilangan tujuan pokok.
Demikian kejadian pangandikan yang isi sembrana naning pari kena ,Ringkasnyatt setelah tanggal: 14-10-1947 itu

Tentang bopong

saya penggemar budaya jawa saya guru SMA saya senang menulis
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s