Sang Aji Panemabahan

SINOPSIS

SANG AJI PANEMBAHAN

Di wilayah kabupaten Temanggung ,tepatnya didesa kupen kecamatan Pringsurat dusun Gunung kekep ada sebuah tempat yang konon tempat orang orang senang bertapa,tempat itu dikenal dengan sebutan Puser.

Pada tahun 1981 aku menyunting gadis dari daerah itu ,yang kebetulan juru kunci Puser namanya Pak Sastra ,otomatis aku pingin ngerti tempat yang keramat itu.Suatu hari pas hari jumat kliwon aku matur arep derek neng puser ,bapak mertua mengiyakan dan biasanya membawa rokok jeruk dan bunga mawar tapi aku tidak diwajibkan karena aku hanya pingin menyaksikan saja.

Malam itu jumat kliwon aku jadi ikut jalan kaki sejauh dua kilo mendaki berangkat jam 11 malam sampai disana bapak terus mimpin ritual pakai membakar dupa segala,orang yang mempunyai tujuan duduk dibelakang bapak ,sedang aku diminta duduk paling belakang.

Sehabis ritual semuanya diminta bergeser duduknya kira 10 meter,dan bapak menasehati saya yang tujuan mengarahkan saya nanti setelah sampai dirumah aku diminta semedhi sebisanya ,gambaran dalam semedhi itulah kenyataan tempat puser berada.

Betul setelah sampai dirumah aku jalankan apa yang nasehatkan bapak ,ternyata betul aku dapat gambaran secara jelas alam ghoib keadaan Puser seperti apa dan merupakan pengalaman pertama dalam hidup mengenal alam lain.

 

 

 

 

 

 

SANG AJI PANEMBAHAN

 

Awal mula

Awal mulanya aku agak heran mengapa disetiap malam selasa kliwon dan jumat kliwon dirumah mertua selalu banyak orang kumpul ,ada pertemuan apa dan mengapa setelah jam 11 malam mereka ikut bapak entah kemana.

Semula aku tanyakan pada isteri ,tetapi jawabannya masih mentah artinya tidak sampai pada tujuan yang saya harapkan.Aku curiga jangan jangan bapak penganut aliran malah jadi pimpinan juga.Rasa curigaku ini kalau saya biarkan terus malah menjadikan hubungan saya dengan bapak mertua.

Untuk itu memberanikan diri mau bertanya langsung pada bapak mertua ,tapi cari waktu yang baik segang ,sebab bapak juga jadi petani yang getol.Biasanya kalau sedang ramai bapak juga menjadi pembajak sawah kesana kemari ,disamping ia juga petani lombok yang besar .Pas hari minggu bapak sedang leye-leye dirumah pendapa sendiri sambil merokok klembag menyan lintingan sendiri.Aku mendekat dan menyapa :

Aku                 : sawek ngaso pak(sedang ngaso pak)

Bapak               ; Iya ee nak ( Iya Nak) kene kene lenggah cerak bapak (sini-sini duduk dekat bapak)

Aku terus geser duduk dekat beliau dan aku memberanikan diri untuk tanya

Aku     : Pak menapa ingkang pun sedya tiang tiang saben malem selasa kliwon kalian jumat kliwon sami kempal wonten mriki (Pak apa tujuan orang-orang itu ,setiap malam selasa kliwon dan jumat kliwon kok ngumpul disini)

Bapak               : Oo iku ta nak deweke ngresaya bapak kon nyuwunke palilah sang Panembahan supaya usahane kasil (Oo iku ta nak mereka minta pada bapak supaya memohonkan ijin restu pada Sang Aji Panembahan agar berhasil usahanya.)

Aku                   : Sang Aji Panembahan menika sinten ta pak.

Bapak terus cerita bab Sang Aji Panembahan nganti tuntas .Singkatnya Sang Aji Panembahan itu pertapa sakti pada waktu mataram hindu ,dia tidak meninggal tapi musna dengan raga ,terus manggon ana ing puser alam ghoib ,sebab yen alam nyata puser mung berupa tugu pengawasan jaman belanda.

Aku matur lagi yen kapan aku pingin ikut ke Puser dengan tujuan pingin nyekseni secara lahir syukur secara batin.Bapak malah senang sekali mendengar perkataanku dia janji malem jumat kliwon saja datang kesana ,sebab malem jumat kliwon ada pertemuan yang dihadiri Kajeng Ratu Suci.

Aku melanjutkan pembicaraan

Aku                 : Kajeng Ratu Suci menika sinten pak(Kajeng Ratu Suci itu siapa pak)

Bapak menjelaskan bahwa kajeng Ratu Suci adalah kakaknya Nyai Lara Kidul,hanya sifat berbeda kalau Nyai Lara Kidul itu kejam brangasan sedang Ratu Suci penuh rasa kasih sayang kepada manusia.

Demikian awal mula percakapan saya bapak mertua .Sambil menunggu hari yang telah ditentukan ,aku mulai ngenam-enam lahir batin apa iya apa hanya semu saja ,apa yang dikatakan bapak mertua.Kalau benar dapat dibuktikan secara lahir dan batin aku akan percaya.Kalau hanya gagasan aku akan membetulkan.

Malem Jumat Kliwon

Pada malam jumat kliwon aku jadi ikut bapak naik ke Puser,tapi aku tidak diperkenankan membawa alat dan sarana seperti yang dibawa orang –orang.Mereka membawa bunga mawar dan rokok kretek jeruk serta dupa ?menyan jawa .Waktu itu aku bersama sebelas orang termasuk bapak jam 11 malam berangkat dari rumah.Gelapnya bukan kepalang untung aku membawa lampu senter bisa menolong mencari jalan setapak.

Kira –kira setengah jam kemudian sudah sampai lokasi terus bapak mulai mengatur tempat duduk dan menggelar tikar padan .Aku dipersilahkan duduk paling belakang sendiri ,orang lain duduk didepan ku berjajar sesuai urutan dari kiri ke kanan.Bapak mempersiapkan upacara ritual semua sarana dikumpul dan setiap orang ditanya apa maunya setelah itu bapak mulai membakar dupa dan setelah dupa nyala bapak mulai mengucap mantra pinuwunan.Setelah selesai upacara semuanya diminta duduknya bergeser kebelakang lima langkah.

Mereka diminta untuk memusat pikirannya guna mohon restu pada Sang Aji Panembahan apa kebutuhanya masing-masing.Hanya aku yang didekati bapak sambil memberikan nasehat

Bapak             : Nak mengko tekan ngomah penjenengan sak bisa bisa semedhi  maneges marang gusti manut cara penjenengan dewe(Nak nanti sampai dirumah kamu saya harap semedhi minta keterangan dari Gusti miturut cara anda sendiri)

Aku                 :  Nggih bapak (ya Bapak).

Tidak lama kemudian barang kali waktu 15 menit bapak mengajak kembali kerumah masing-masing dan mereka langsung menuju rumah masing –masing tidak kembali ke rumah bapak kecuali aku bersama satu penderek.

Dalam Alam Ghoib

Pada jam satu malam setelah sesuci aku mulai melaksanakan semedhi ,tiba –tiba yang kurasa aku berjalan kembali ke Puser lagi tapi tanpa teman satupun.Sesudah sampai disana penglihatanku seperti dibalik yang kelihatan bukan Puser seperti dialam lahir.Yang ku lihat bangunan megah menghadap keselatan yang didepannya ada pendapanya.Tiba-tiba aku ditemui seorang penjaga dengan sopan mempersilahkan aku duduk di Pendapa yang sudah siap kursi seperti mau ada pertemuan.Kemudian dia menyapa aku

Penjaga         : Sami sugeng rawuhipun (selamat datang)

Aku                 : Inggih wilujeng pak (ya selamat Pak)

Penjaga         : Tengga sekedap mangke rak sami rawuh(tunggu sebentar nanti se

mua akan datang)

Aku                 : Inggih pak

Tak lama kemudian pendapa sudah penuh tamu hadirin sepertinya mereka akan mengadakan musyawarah,tiba-tiba ada sosok wanita ayu terbang menuju serambi terus duduk dikursi yang mewah,kemudian sang penjaga mungkin melaporkan aku ,sebab kemudian aku dipanggil untuk menghadap ,terus putri tadi menyapaku

Putri                : Apa kowe pangling karo aku rak ibumu sing wis nate ketemu dek slira

mu neng pinggir segara kae.(Apa kamu panling kepadaku,aku ini ibumu yang pernah ketemu dipinggir segara )

Aku                 : inggih bu kulo mboten kesupen ,kula namung pingin nyekseni leres

lan mbotenipun kawontenan punika.(Ya bu saya ingat,saya hanya pingin nyekseni betul dan tidaknya keadaan ini)

Putri                : Ya wis yen kaya ngono ,enggal bali mesakna ragamu(Ya sudah kalau

Seperti itu ,cepat kembali kasihan Ragamu)

Aku terus keluar melaihat kanan kiri pendapa ,didepan pendapa sebelah kiri ada telaga yang banyak ikannya dan angsa seperti dari emas semua sedang disebelah kanan ada bangunan besar seperti mesjid,sempat aku duduk diserambi mesjid terus terjaga dari semedhi.

Aku duduk lama tidak dapat tidur mengingat apa yang sudah aku alami dialam Ghoib,terutama masalah pertemuanya dengan putri yang mengaku ibuku dan sudah pernahn bertemu dipiggir laut.Saya pikir pikir memang benar kata putri itu waktu itu aku pingsan karena hampir kerem dilaut yang nolong beliau.

Pagi harinya aku menemui bapak yang duduk dipendapa rumah terus tanya

Bapak             : Piye nak ana kawruhan apa (Bagaimana nak ada apa)

Aku                 : Matur nuwun kula sampun nyekseni kewontenan (terima kasih saya sudah nyekseni keadaan

Bapak             : Ha piye ta (Ha Bagaimana ta)

Aku terus menceritakan semua yang aku alami dialam Ghoib,sepertinya bapak agak heran kenapa bisa sedetail itu sampai kelengkapanya saja tahu ,mungkin malah heran aku sudah kenal dengan ratu suci.Terus siapa yang jadi penjaga itu saya simpulkan sendiri bahwa penjaga adalah Sang Aji Panembahan.Bapak membetulkan kesimpulan saya tersebut.

Hari hari berikut saya malah dilarang ikut kalau pas ada pinuwunan seperti biasanya,alasan bapak percuma aku ikut karena sudah kenal dengan ratu suci,kalau mau minta sesuatu langsung saja dengan kajeng Ratu Suci,hanya caranya aku belum ngerti waktu itu.

 

Tentang bopong

saya penggemar budaya jawa saya guru SMA saya senang menulis
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s