LISTRIK DC

SAJIAN BAHAN AJAR SMA MUHAMMADIYAH 1
KOTA MAGELANG JAWA TENGAH

L1

BESARAN PENTING DALAM LISTRIK

1.KUAT ARUS LISTRIK
2.POTENSIAL DAN BEDA POTENSIAL
3. RESISTENSI ATAU HAMBATAN
4. ENERGY LISTRIK
5.DAYA LISTRIK ( POWER )
6.ALAT-ALAT UKUR LISTRIK

L2

L3

L4

L5

L6

L7

L8

L9

L10

L11

L12

L13

L14

L15

L16

L17

 

 

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

BESARAN DAN SATUAN

BESARAN DAN SATUAN
I.Pendahuluan
Perkembangan ilmu fisika didukung oleh penelitian ,pengematan dan pengembangan konsep.Untuk dapat melakukan penelitian dan pengamatan diperlukan pengetahuan tentang adanya besaran ,satuan serta pengukuran.
Disamping itu diperlukan juga pengetahuan tentang bagaimana cara menganalisis hasil pengukuran agar didapatkan konsep fakta yang mudah difahami.Analisis data pengukuran ini dikenal dengan perhitungan angka penting.
Untuk dapat melakukan sebuah percobaan diperlukan methode ilmiah yang secara mudah methode ini didukung oleh pertanyaan apa , mengapa,bagaimana dan dimana.Atau dengan kata lain diperlukan sikap ilmiah dalam mempelajari ilmu fisika.
Modul ini dibuat dalam rangka seorang siswa benar-benar mampu belajar fisikan, bukan hanya mempelajari konsep fisika saja. Oleh sebab itu untuk dapat mempelajari modul ini secara baik lakukan petunjuk-petunjuk yang disajikan.
II.Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai mempelajari modul ini siswa diharapkan punya kemampuan(kompetensi ) sebagai berikut :
2.1 Dapat membedakan antara besaran pokok dengan besaran turunan
2.2 Dapat mendiskripsikan sistem satuan yang digunakan dalam fisika
2.3 Dapat melakukan pengukuran besaran panjang dengan jangka sorong dan mikrometer
2.4 Dapat mengukur besaran massa dengan neraca OHAUS dan neraca Pegas
2.5 Dapat mengkur besaran waktu dengan stop wacth
2.6 Dapat menganalisis dimensi suatu besaran
2.7 Dapat menganalisis hasil pengukuran dengan menggunakan angka penting

III.Uraian Bahan ajar
Besaran dan Satuan
KONSEP DASAR
• Besaran:
• Merupakan sesuatu yang akan ditentukan nilainya melalui proses pengukuran
• Satuan:
• Merupakan seuatu yang digunakan untuk menentukan nilai besaran melalui hasil pengukuran.
• Pengukuran
• Membandingkan antara besaran dengan satuan
• Besaran Pokok terdiri dari
1. Besaran panjang
2. Massa
3. Waktu
4. Suhu mutlak
5. Kuat arus listrik
6. Kuat cahaya
7. Jumlah zat
8. SATUAN DARI BESARAN

BES

BES1

Pengukuran besaran pokok panjang
Penggunaan jangka sorong
1. Indikator
Membaca alat ukur panjang ( jangka sorong dan mikrometer sekrup

BES2

a.Penggunaan rahang bawah
Rahang bawah digunakan untuk mengukur diameter luar (ukuran luar

BES3

b.Penggunaan rahang atas
Mengukur diameter pipa bagian dalam
c.Cara membaca skala
– Perhatikan skala nol nonius paling dekat dengan skala berapa untuk sekala pokok ( pada gambar di atas skala nol nonius dekat dengan 18 mm pada skala pokok)
– Kemudian untuk menentukan kelebihanya carilah skala nonius yang lurus dengan skala pokok (pada gambar pertama ditunjukan skala 85 artinya o,85mm)
– Hingga hasil akhirnya 18,85 mm
Penggunaan Mikrometer skrop

BES4

Penggunaan alat ini biasanya digunakan untuk mengukur barang yang halus dan kecil , caranya benda dijepitkan pada rahang.Nilai pengukukuran dapat dilihat pada skala pokok.Angka yang muncul bagian atas menunjuka angka bulat ,sedang yang dibagian bawah menunjukan skala tengahan.Kelebihan nilai ukurang dilihat pada skala nonius yang ada pada rotor (perhatian jika skala nonius maksimum 50 maka hasil pembacaan skala di kalikan dua,misalnya 0,25 maka hasilnya adalah 0,50 dst)

Aktivitas pengukur besaran panjang yang lain ( lhat gambar)

BES5

Besaran turunan
Besaran yang dihasilkan dari penjabaran besaran pokok

Contohnya:
.Kecepatan,.percepatan,gaya,luas ,volume,momentum
Momen gaya , tekanan,impuls,energi,usaha
Massa jenis dan masih banyak lagi

DIMENSI BESARAN
Dimensi besaran merupakan cara pan-
dang suatu besaran melalui
besaran pokok
Dimensi besaran merupakan cara pandang suatu besaran melalui besaran pokok .

BES6

Contoh penentuan Dimensi besaran
• 1.Kecepatan dinyatakan sebagai jarak tiap satuan waktu.
• kecepatan = Jarak/waktu
• Dimensi kecepatan= dimensijarak dibagi dimensi waktu
• Secara matematik : Dv =Ds/Dt
Dv = L/T
• Sering ditulis [L][T]-1
Soal latihan
• 1.Luas adalah panjang x lebar ,tentukan dimensinya
• 2.Massa jenis adalah massa tiap satuan volume,tentukan dimensinya
• 3.Gaya merupakan massa dikalikan percepatan ,tentukan dimensinya
PERHITUNGAN ANGKA PENTING
• PENGERTIAN DASAR
• Angka penting adalah sejumlah angka diperoleh dari hasil pengukuran.
• Perbedaan angka dengan bilangan
• Jika angka penting diperoleh dari hasil pengukuran ,maka bilangan di peroleh dari hasil membilang
• Sebagai ciri khas angka penting ditulis dengan diakhiri satuan.
Contoh
• Seorang siswa mengukur panjang meja dengan menggunakan mistar diperoleh hasil 200,75 cm,maka pengukuran ini memperolleh hasil terdiri dari 5 angka penting.
Penentuan angka nol
• 1.jika angka nol terletak didepan angka tidak nol tidak dianggap sebagai angka penting ( contohnya : L = 0,545 Cm ),terdiri dari 3 angka penting
• 2. Nol yang apit dengan angka bukan nol termasuk angka penting ( misalnya p = 6,071 Cm ) terdiri dari 4 angka penting
• 3.Nol yang terletak dibelangkang angka bukan nol dapat dinyatakan sebagai angka penting apabila angka tersebut mempunyai tanda desimal dan bukan

angka penting apabila tanpa tanda decimal(contohnya : p = 230 m ini hanya 2 angka penting dan l = 2,30 m ini tiga angka penting.
Bagian dari angka penting
Angka penting terdiri dari :
1.Angka Eksat ( pasti ) yaitu angka yang diperoleh dari skala yang ada pada alat ukur
2.Angka taksiran adalah yang diperoleh dari cara memperkirakan karena alat ukur sudah tidak mampu menunjukan.
Contoh
 Seseorang diminta untuk mengukur panjang sebuah batang dengan menggunakan mistar dengan sekala terkecil mm.Hasil yang diperoleh adalah 78,3 mm.
 Dari hasil pengkuran ini diperoleh:
 1.terdiri dari 3 angka penting yaitu 7 , 8 dan 3
 2.Hasil tersebut mendapatkan dua angka pasti yaitu 7 dan 8 dan satu angka taksiran yaitu 3
PERHITUNGAN ANGKA PENTING
• PENJUMLAHAN/PENGURANGAN ANGKA PENTING MEMPUNYAI ATURAN

• 1.Angka penting hanya dapat dijumlahkan /dikurangkan dengan angka penting lain yang satuanya sama.
• 2.Angka pasti yang ditambah dengan angka taksiran diperoleh angka taksiran
• 3.Penulisan hasil akhir dari penjumlahan/pengurangan hanya diperbolehkan dengan menggunakan satu angka taksiran
Contoh

 Penjumlahan
 X = 78,45 cm
 Y = 4,15 cm
 ——————– +
 X+Y= 82 ,60cm , maka ditulis 82,6 cm
Aturan penulisan angka taksiran
 Jika angka taksiran kedua kurang dari lima maka pembulatanya dihilangkan ,contohnya L = 44,54 Cm, maka angka empat terakhir hilang , hingga penulisanya L= 44,5 Cm
 Jika angka taksian lima ke atas maka dibulatkan kedepan, contohnya L= 44,56 cm, maka harus ditulis L = 44,6 cm.
PERKALIAN DAN PEMBAGIAN PADA ANGKA PENTING
• ATURAN YANG DIGUNAKAN:
• 1.Angka penting dapat dikalikkan /dibagi dengan angka penting lain meskipun satuanya tidak sama
• 2.Angka dapat dikalikan dengan bilnngan tetapi hasilnya tidak merubah satuan
• 3.Hasil akhir perkalian harus sesuai dengan banyaknya angka penting terkecil dari faktor yang dikalikan
CONTOH
 X = 20,2 m
 Y = 10 m
 —————————– x
 X x Y = 202 m² harus
 ditulis 20 x 10 m²
Soal latihan
 .selesaikan penjumlahan berikut
 A. X = 43,56 kg
 Y 1= 17,11 kg
 —————————–
 X + Y =
 B. X = 43,56 kg
 Y = 17,11 kg
 —————————–
 X + Y =
2.Selesaikan perkalian berikut:
a. X = 25,25 cm
Y = 10 cm
———————————x
b. X = 25,25 cm
Y = 10
———————————x
2.Selesaikan perkalian berikut:
a. X = 25,25 cm
Y = 10 cm
———————————x

b. X = 25,25 cm
Y = 10
———————————x

3.Hasil pengukuran empat persegi panjang diperoleh
panjang = 40,21 cm , sedangkan lebarnya 5,17 cm
Tentukan:
a. Kelilingnya
b. Luasnya

Uji kompetensi 1

1. Diantara kelompok besaran di bawah ini yang hanya terdiri dari besaran turunan saja adalah …
A. kuat arus, massa, gaya
B. suhu, massa, volume
C. waktu, momentum, percepatan
D. usaha, momentum, percepatan
E. kecepatan, suhu, jumlah zat
2. Dibawah ini adalah besaran-besaran dalam fisika.
1. panjang
2. massa
3. kuat arus
4. gaya
Yang termasuk ke dalam besaran pokok adalah …
A. 1 dan 3
B. 1, 2 dan 3
C. 2 dan 4
D. 3 dan 4
E. 2, 3 dan 4

3.

BES7

4.

BES8

5.

BES9

6. Pada pengukuran panjang benda, diperoleh hasil pengukuran 0,07060 m. Banyaknya angka penting hasil pengukuran tersebut adalah …
A. dua
B. tiga
C. empat
D. lima
E. enam

7.

BES10

8.

BES11

9.

BES12

10.

BES13

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

GELOMBANG ELEKTROMAGNET

GELAMBANG ELEKTROMAGNET
1.Pendahuluan
Di SMP telah dipelajari tentang gelombang berdasarkan cara rambatnya.Untuk mempelajari gelombang elektromagnet harus mempunyai prasyarat pengetahuan tentang gelombang secara umum.
Gelombang elektromagnet pada saat ini telah menguasi dunia komunikasi /informatika oleh sebab itu pembelajaran gelombang Elektromagnet dalam modul di desain dengan metode SETS ( Sains ,Envorement ,Technologi dan Sosial ).
Dengan metode ini diharapkan siwa mampu memahami dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari dan mampu memecahkan masalah yang terkait dengan konsep teori gelombang elektromagnet.
2.Kompetensi Dasar
Mendiskripkan gelombang elektromagnet
3.Indikator
1. Dapat mendiskripkan sumber gelombang Elektromagnet
2.Dapat menentukan rambatkan gelombang elektromagnet
3.Dapat mendiskripsikan spektrum gelombang elektramagnet
4.Dapat menyebutkan beberapa penerapan gelombang elektromanet seseuai dengan frekwensinya.
4.Uraian Materi
4.1 Sumber Gelombang Elektromagnet
Gelombang elektromagnet bersumberkan dari getaran muatan listrik ,sehingga yang merambat bersama-sama adalah medan listrik dan medan magnet.
Untuk membuktikan peristitiwa ini coba lakukan kegiatan berikut

1. Ambil batu batry yang masih baru
2. Siapkan pula kabel
3. Sediakan pesawat radio penerima
Hidupkan pesawat radio kemudian tempelkan salah satu ujung kabel pada kutub positif dan ujung kabel yang lain korek-korekan pada kutub negatif batry,dengarkan apa yang ditangkap oleh pesawat radio anda.
Hasil yang diharapkan pada pesawat radio anda bunyi krek-krek pada saat kabel dikorek-korekan pada kutub batry. Peristiwa ini sebenarnya sama dengan bunyi radio terganggu oleh adanya kilat (tatit) atau petir.
4.2 Rambatan Gelombang Elektromagnet
Gelombang elektromagnet dapat merambat tanpa medium ( zat perantara),hal ini yang membedakan antara gelombang mekanik dengan gelombang Elektromagnet.Pola rambatan gelombang adalah transversal ,karena yang merambat adalah medan listrik dan medan magnet yang saling tegak lurus maka pola seperti berikut.

G1

Cepat rambat Gelombang Elektromagnet
Menurut Maxwell dinyatakan bahwa :
1. Medan listrik memancar dari muatan listrik

2. Kutub-kutub tidak pernah terpisah
3. Medan listrik dihasilkan oleh perubahan medan magnet
4. Medan magnet dihasilkan oleh perubahan medan listrik
Oleh karena itu kecepatan Gelombang elektromagnet dapat ditentukan dengan persamaan
C2 = 1/μoεo
μo= permeabilas ruang hamba ( pengaruh terhadap medan magnet)
εo= permitivitas ruang hampa ( pengaruh terhadap medan listrik)
C = Kecepatan gelombang Elektromagnet yang nilainya =2,99 x 108 m/s (hampir sama dengan kecepatan cahaya )
Secara umum cepat rambat gelombang elektromagnet dianggap sama denga kecepatan cahaya yaitu 3,00 x 108 m/s
4.4 Spektrum Gelombang Elektromagnet
1.Gelombang elektromagnet frekwensi rendah ( Audio)
Gelombang ini merambatnya masih menggunakan medium konduktor listrik seperti halnya arus listrik.Gelombang ini dimanfaatkan untuk pembuatan pesawat pengeras suara (amplifayer)
Urutan spektrum gelombang electromagnetik berdasar
kenaikan
frekuensi atau penurunan panjang gelombang:
2.Gelombang radio

G2

G3

Jangkauan frekuensi cukup luas, memiliki 2 jenis modulasi, yaitu AM (jangkauan luas) dan FM (jangkauan sempit).
3.Gelombang mikro

G4

G5

4.Sinar inframerah

G6

G7

G8

Dihasilkan oleh molekul dan benda panas, digunakan di bidang industri, medis, dan astronomi (pemotretan bumi dari satelit).
5.Sinar tampak (cahaya)

G9

G10

Adalah sinar yang dapat membantu penglihatan kita. Perbedaan frekuensi cahaya menimbulkan spektrum warna cahaya
6.Sinar ultraviolet

G11

G12G13

Dihasilkan dalam atom-atom dan molekul-molekul dalam loncatan listrik. Matahari adalah sumber utama sinar ini. Dibidang industri digunakan untuk proses sterilisasi.
7.Sinar X

G14G15G16

Disebut juga sinar Rontgen, sesuai penemunya. Sinar ini dihasilkan akibat tumbukan elektron berkecepatan tinggi di pemukaan logam. Dibidang kedokteran digunakan untuk diagnosa dan terapi medis, sedangkan di bidang industri, siner x digunakan untuk analisis struktur bahan.
8. Sinar gamma

G17G18

Merupakan gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang terpendek dan frekuensi tertinggi, dihasilkan dari inti atom yang tidak stabil ataupun sinar kosmis. Daya tembus sangat besar, mampu menembus pelat timbal.

Hubungan Frekuensi (f), Panjang Gelombang ( ), dan cepat rambat gelombang elektromagnetik (c)

G19
Contoh Soal:
Sebuah gelombang radio dipancarkan pada frekuensi 150 MHz. Tentukan panjang gelombang yang dipancarkan!
Jawab:

G20

Soal latihan
1. Yang termasuk gelombang elektromagnet adalah …
A. dapat didefraksikan, tetapi tidak dapat dipolarisasikan
B. dapat dipolarisasikan tetapi tidak dapat berinterferensi
C. dapat berinterferensi dan difraksi
D. dapat dibelokkan dalam medan listrik maupun dalam medan magnet
E. memerlukan medium untuk perambatannya
2. Yang bukan sifat gelombang elektromagnetik adalah
A. Memerlukan medium
B. tidak menyimpang dalam medan listrik
C. arah getarannya tegak lurus arah rambatan
D. dapat dipantulkan dan dibiaskan
E. dapat menunjukkan gejala polarisasi
3. Pernyataan-pernyataan berikut ini adalah sifat gelombang elektromagnetik:
(1) dapat mengalami polarisasi
(2) merupakan gelombang transversal
(3) merambat lurus dalam medan magnet dan
medan listrik

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

OPTIKA

OPTIKA
1.Pendahuluan
Optika adalah salah satu cabang ilmu fisika yang mempelajari cahaya beserta alat-alat yang berkaitan dengan cahaya.Optika dibedakan menjadi dua macam yaitu optika Geometri dan optika Fisis.
Modul ini disajikan untuk kepentingan kelas X sehingga uraian pembelajaran terfokus pada optika geometri dengan penekanan pada alat-alat optik.Modul ini akan mudah difahami apabila dipelajari melalui pemahaman konsep dan melakukan eksperimen.Untuk kepentingan itu dalam modul ini selain disajikan konsep juga akan disajikan pula petunjuk eksperimen.
2.Standar kompetensi
Menerapkan prinsip kerja alat-alat optik.
3.Kompetensi Dasar
Menganalisis alat-alat optik secara kualitatif dan kuantitatif
4.Indikator
A.Refleksi
4.1 Dapat mendiskripsikan cara pembentukan bayangan oleh cermin datar
4.2 mampu melakukan percobaan yang berkaitan engan pembentukan bayangan pada cermin datar.
4.3 Dapat menyebutkan sifat-sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin datar
4.4 Dapat menyebutkan sifat-sifat cermin cekung dan cembung
4.5 Mampu melakukan percobaan yang berkaitan dengan pembentukan bayangan oleh cermin cekung dan cembung
4.6 Dapat mediskripsiakan sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin cekung/cembung
B.Refraksi
4.1 Dapat diskripsikan apa yang dimaksud dengan pembiasan cahaya
4.2 mampu melakukan percobaan dalam rangka menentukan indeks bias kaca
4.3 Dapat mendiskripsikan sifat-sifat lensa cembung dan cekung
4.4 Mampu melakukan percobaan pembentukan bayangan yang akibat pembiasan lensa

4.5 dapat menyebutkan sifat-sifat bayangan yang dibentuk oleh lensa cembung
4.6 dapat menyebutkan sifat –sifat pembiasan pada prisma
4.7 Mampu melukiskan jalan sinar bias pada prisma
4.8 Dapat menghitung sudut deviasi minimum dari sinar bias pada prisma
C.Kaca Pembesar (lup)
4.1 Dapat mendiskripsikan pembentukan bayangan oleh lup
4.2 Dapat menghitung nilai perbesaran bayangan oleh lup
D.Mikroskop
4.1 Dapat menyebutkan cara kerja mikroskop
4.2 Mampu menghitung perbesaran bayangan yang dibentuk oleh Mikroskop
4.2 Dapat menentukan ukuran mikroskop (panjang mikroskop )
E.Teropong
4.1 Mampu mendiskripsikan cara kerja teropong
4.2 Dapat membuat model teropong dan menggunakanya
F.Mata
4.1 Mampu menyebutkan komponen komponen mata.
4.2 Dapat menyebutkan kegunaan setiap komponen mata

5.Uraian materi
5.1Pemantulan (Refleksi)
* Pemantulan pada cermin datar
Cermin datar merupakan benda transparan pada salah satu bidang yang mempunyai permuakaan rata dan datar.
Oleh sebab itu punya kemampuan memantulkan setiap cahaya yang datang (perhatikan gambar )

CERMIN

Sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin datar adalah
1.semu (maya)
2.Sama besar
3.tegak ( sesuai dengan bendanya)
*Pemantulan pada cermin sferis
Sferis artinya lengkung,cermin sferis ada dua macam yaitu Cermin cekung dan cembung
*Pemantulan pada cermin cekung ( lihat gambar)

CEKUNG

CERMIN CEKUNG BERSIFAT MENGUMPULKAN CAHAYA ( KONVERGEN)
*Pemantulan pada cermin cembung( lihat gambar )

CEMBUNG

CARA MENGGAMBAR BAYANGAN

CEKUNG1

CEKUNG2

5.2 Pembiasan (Refraksi)
Salah satu sifat cahaya adalah pada saat menembus medium lain akan mengalami pembelokan arah ,sifat ini dikenal dengan istilah Pembiasan ( refraksi).Perhatikan gambar berikut!

BIAS

Pembiasan pada kaca plan paralel
Seperti halnya berkas sinar yang masukan kedalam air , sinar melewati kaca tebalpun mengalami pembiasan.Perhatikan gambar berikut !

BIAS1

Pembiasan sinar yang melewati kaca terjadi pada dua bidang yaitu I dan bidang II.Pada bidang I sinar dibiaskan mendekat normal,sedangkan pada bidangII sinar dibiaskan menjauhi normal sehingga terjadi deviasi arah jalan sinar (sudut penyipangan sinar ini disebut sudut deviasi
2.Pembiasan pada lensa
2.1 lensa positif ( konvergen )
Lensa ini dibentuk oleh dua bidang sferis yang cembung (perhatikan gambar)

BIAS2

Proses jalan sinar pada lensa

BIAS3

Pembentukan bayangan pada lensa cembung.
Bayangan dibentuk dari perpotongan dua sinar bias

BIAS4

2.2 Lensa Negatif (divergen)

BIAS5

3.Pembentukan bayangan
Pada prisma

PRISMA

Mata

MATA

Bagian depan mata memiliki lengkung yang lebih tajam dan dilapisi selaput yang dinamakan kornea.Dibelakang kornea terdapat cairan yang berfungsi sebagai pembias berkas cahaya yang masuk,dibelakangnya lagi terdapat lensa,mata.Lensa mata ini berfungsi mengatur pembiasan yang disebabkan oleh cairan didepannya.Didepan lensa mata terdapat selaput berbentuk celah lingkar yang disebut iris dan berfungsi sebagai pemberi warna .
Celah lengkungan yang dibentuk oleh iris disebut pupil yang berfungsi untuk mengatur ketanjaman cahaya yang mengenai mata.Sebagai layar dari hasil pembiasan oleh lensa dinamakan retina.
Cacat mata

Jika bayangan yang dibentuk oleh lensa jatuh didepan retina maka tidak dapat direspon oleh syaraf mata hingga orang tersebut tidak mampu melihatnya,begitu juga jika bayangan jatuh pada jarak dibelakang retina maka benda yang dilihat tidak mampu direspon.
Setiap orang mempunyai batas pengelihatan minimum dan maksimum.Titik dekat dikenal sebagai punctum proximum dan titik jauh disebut punctum remotum.Untuk mata normal Ppnya 25 cm dan Pr nya tak terbatas.
Rabun jauh ( miopi)
Penderita miopi tidak dapat benda pada jarak jauh dan titik dekat kurang dari 25 cm,hal ini disebabkan karena lensa mata tidak dapat pipih sehingga bayangan benda jatuh didepan retina.
Rabun dekat (hipermetropi)
Penderita rabun dekat atau terang jauh ini mempunyai titk dekat lebih dari jarak 25 cm.Penderita rabun dekat dapat melihat benda-benda jauh tetpai tidak dapat melihat benda dekat.Hal ini terjadi karena lensa mata tidak dapat dicembungkan hingga bayangan banda jatuh dibelakang retina.Cacat mata ini dapat di atsi dengan memakai kaca nata cembung ( positif)
Mata tua (presbiopi)
Cacat mata ini sebabkan oleh daya akomodasi berkurang karena usia,letak titik dekat maupun jauh bergeser,titik dekat menajuh dan titik jauh mendekat.Oleh sebab itu penderita cacat mata ini perlu ditolong dengan kaca mata bifokal.
Astigmatisma
Cacat mata ini disebabkan oleh bentuk kornea mata yang tidak sferis.Penderita cacat mata ini dapat diatasi dengan penggunaan lensa selinderis.
LUP (KACA PEMBESAR )
Lup dikenal sebagai kaca pembesar artinya dapat digunkan untuk melihat benda yang ukurannya mikro (perhatikan gambar berikut )

LUP

Nilai perbesaran bayangan dapat ditentukan dengan persamaan
ϒ = Sn/f +1 Sn = jarak pandang minimum mata normal, f = jarak fokus lup
Mikroskop
Mikroskop adalah alat optik yang digunakan untuk mengamati benda-benda berukuran mikro. Pada dasarnya mikroskop terdiri dari dua lensa positif,lensa yang dekat dengan obyek yang diamati disebut Obyektif sedang lensa yang dekat mata disebut Okuler

MIC

Perbesaran bayangan dari mikroskpo merupakan hasil kasil perbesaran obyektif dengan
Okuler ϒ = sob’/sob X sok’/fok, panjang mikroskop d = sob’ + fok

Teleskop
Pada dasarnya teleskop merupakan alat optik yang dapat digunakan untuk mengamati benda jarak jauh agar nampak dekat

TELE

Perbesaran bayangan oleh teleskop adalah
ϒ = – fob/fok
Panjang teleskop adalah d = fob+fok

TUGAS TUGAS EKSPERIMENT

Tugas eksperimen1.
Judul : Pemantulan pada cermin datar
Tujuan : Mempelajari peristiwa pembentukan bayangan pada cermin datar.
Alat : 1. Cermin datar
2. Jarum pentul
3. Kertas karton (kardus )
4. kertas putih
Cara kerja :
1.Susunlah alat seperti gambar

E1

2.Letakan cermin datar di atas kertas putih yang berlandasakan kardus
3.Tancapkan tidak jarum pentul didepan cermin
4.Tancapkan pula tiga jarum pentul dibelakang cermin dengan cara lurus dengan jarum-jarum yang ada didepan cermin.
5.Buatlah garis batas bidang cermin dengan pensil,kemudian angkatlah cermin pindah tempatnya.
6.Cabutlah keenam jarum pentul tersebut,kemudian buatlah garis yang menghubungkan titik bekas tancapan jarum pentul tersebut berikan tanda anak panah garis tersebut sesuai dengan anggapan sinar datang dan sinar pantul.
Analisa
Berdasarkan perolehan gambar yang dibentuk dari percobaan jawablah pertanyaan berikut:
1.Bagaimanakah besarnya sudut datang dan sudut pantul
2.Bagaimanakah sifat-sifat bayangan yang bentuk oleh cermin datar

Tugas eksperiman 2
Judul : Pemantulan pada cermin cekung
Tujuan :1. Mengamati pembentukan bayangan pada cermin cekung
2. Menentukan sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin cekung
Alat/bahan : 1. Statif cermin , 2.cermin cekung , 3.penggaris, 4. Lilin , 5.korek api,6.layar(kertas putih )
Cara kerja :
1. Susunlah alat seperti gambar berikut

E2

2.Nyalakan lilin kemudian letakan didepan dengan jarak 15 cm.
3.Amati bayangan nyala lilin yang berada didepan cermin dengan menangkap memakai kertas putih,pilih bayangan paling tajam ukurlah jaraknya.
4.Aturlah jarak nyala lilin hingga 20 cm , 25 cm ,30 cm ,dengan cara yang sama ukurlah jarak bayangannya
5.Hasil pengukuran masukna dalam tabel berikut

E3

Analisa dan kesimpulan
Berdasarkan data tersebut tentukan
1.Jarak fokus cermin dengan menggunakan rumus 1/f =1/s+1/s’
2.Bagaimanakah sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin cekung.

Tugas eksperimen 3.
Judul : Pembiasan
Tujuan :
1. Mempelajari pembiasan pada kaca plan paralel
2. Menentukan deviasi sinar bias
3. Menentukan indeks bias kaca
Alat dan bahan :
1. Kaca plan paralel
2. Kertas karton ( kardus)
3. Jarum pentul
4. Busur drajat
5. Mistar garis
Cara kerja .
1. Susunlah alat seperti gambar berikut

E4

2. Kaca berdada diatas kertas karton buatlah garis yang membatasi kaca dengan menggunakan pensil.
3. Tancapkan jarum pentul 1 dan 2 didepan kaca (jangan tegal lurus bidang kaca)
4. Kemudian intiplah bayangan dua jarum tersebut dari bidang yang berhadapan
5. Tancapkan jarum 3 dan 4 dibuat lurus dengan bayangan jarum ada dalam kaca
6. Setelah itu angkatlah kaca dan cabutlah empat jarum pentul tersebut hingga terbentuk gambar seperti berikut ini

E5

7. Tarik garis yang menghubungkan bekas tancapan jarum 1 dan 2 hingga memotong garis batas kaca,dengan cara yang sama buatlah garis dari titik 4 dan 3 hingga memotong garis kaca yang bersebelahan
8. Tariklah garis penghubung dari titik perpotongan pada bidang satu dan dua dan buatlah garis normal pada titik perpotonan tersebut hingga terlukis gambar seperti berikut

E6

Ulangi kegiatan tersebut untuk sudut i.1 30o,45odan 60o,kemudian ukurlah sudut-sudut i.1 ,i.2 ,r.1 ,r.2 hasilnya masukan kedalam tabel berikut

E7

Analisa dan Kesimpulan
1. Berdasarkan data bagaimana perandingan sudut i.1 dengan r.2 dan r.1 dengan i.2
2. Hitunglah indeks bias kaca dengan menggunakan hukum snellius

Tugas eksperimen 4
Judul : Pembiasan pada prisma
Tujuan :
1.Mempelajari peristiwa pembiasan pada prisma
2.Melukis jalannya sinar pada prisma
3.Menentukan sudut deviasi minimum
Alat dan bahan :
1.PRISMA
2.Jarum Pentul
3.Kertas karton

4.Busus drajat
5. Mistar garis
Cara kerja
1. Susunlah alat seperti gambar

E8

2. Tancapkan jarum pentul 1 dan 2 dihadapan sisi lurus dari prisma,kemudian intip bayangan dua jarum tersebut dari bidang sisi miring prisma.
3. Tancapkan jarum pentul 3 dan 4 yang lurus dengan bayangan jarum 1 dan 2 pada prisma
4. Buatlah garis pada setiap bidang prisma , kemudian angkatlah pris dan cabutlah semua jarum pentul
5. Titik dari jarum 1 dan 2 hubungkan dengan membuat garis lurus hingga memotong bidang prisma ,begitu juga untuk titik bekas jarum pentul 3 dan 4,hingga terjadi lukisan seperti berikut

E9

6. Ulangi kegiatan sama untuk sudut i.1 60o,45odan 30o,kemudian ukurlah sudut-sudut i.1,r.1, i.2,r.2,β danδ

E10

Analisa dan Kesimpulan
1.Menurut data bagaimanakah arah sinar datang dengan arah sinar bias
2.Jika besarnya i.1 = r.2 bagaimanakah nilai dari δ

 

 

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

KENAKALAN REMAJA ,PEMUDA ATAU ORANG TUA

KENAKALAN REMAJA ,PEMUDA DAN ORANG TUA
Berebut menang
Kenakalan mana yang lebih ngetren untuk dibahas,sudah barang tentu kenakalan remaja yang lebih menari untuk dikaji.Mengapa demikia ? Karena biasanya orang sering mengeluh dan membicarakannya.Jika yang mengeluh dan membicarakan anak muda tentunya yang menarik untuk dibicarakan adalah kenakalan orang tua.
Untuk mengakaji secara lebih bijak sebaik nya kita bicara secara menyeluruh sebab tidak ada rangkaian sebab akibat,tidak mungkin remaja itu nakal manakala orang tua dan pemuda memberikan cantoh yang baik padanya secara lahiriyah.
Sebaiknya orang tua harus bisa mawas diri apa yang kurang padanya sehingga anak sedemikian nakalnya,setiap main gertak pada anaknya sedikit-sedikit dianggap salah.
Maaf dalam uraian berikut ini jangan salahkan saya jika menyiggung banyak orang tua yang sudah terlanjur menyalahkan anak-anaknya,bahkan sering dikata hari hari penuh bentak dan amelan dari orang tua.
Uraian ini akan kita awal asbabul nuzul keberadaan anak lahir didunia sehingga seolah-olah menjadi beban hidup orang tua didunia.
Asbabul nuzul
Orang-orang tua saya mohon ingat pertama kali hubungan suami isteri sehingga adanya anak tersebut,apakah dengan tata cara yang betul bersuci dahulu kemudian berdoa,baru melaksanakan atau tanpa itu semua hanya dengan landasan nafsu belaka.
Kalau hanya dengan nafsu belaka tergantung nafsu kebinatangan yang sedang menyelimuti suami isteri itu akan terbawa janin,bila nafsu seperti macan ya nanti kenakalan anaknya seperti macan ,kalau nafsu laksana kera yang nanti nafsu anak yang terlahir seperti kera.Banyak sekali kenakalan remaja yang susah untuk dicari solusinya ,mungkin banyaknya pengaruh keduniawian ,faktor-faktor pedukung kenakalan sehingga makin sulitlah mencarikan solusinya.
Alternatif solusi
Karena sudah faktor keterlanjuran lalu bagaimana cara mengatasinya ,nah ini yang akan saya sajikan,mudah-mudahan berguna bagi yang membutuhkan.
Pertama anda amati saat anda marahi anak anda ,jika reaksinya berani balik membentak anda itu berarti anak anda mempunyai nafsu seperti binatang buas.Tapi anak anda tidak berani tapi membanting atau apa saja yang itu memperlihatkan nafsu laksana hewan bertanaga seperti kuda atau kerbau.Lain halnya jika saat anda marahi anak anda langsung menangis sedih itu berarti anak mempunyai nafsu seperti unggas.
Lalu bagaimana langkah berikut supaya gampang anda mendidik?Yang pertama jika nafsu anak anda seperti binatang buas sebelum menasehati lebih baik anda sedia makanan dari daging setelah selesai makan nasehatilah dalam kamar makan.Untuk anak yang nafsunya seperti binatang yang bertenaga sediakan makanan kesukaan selesai makan dapat dinasehati diruang manapun.Untuk anak yang bernafsu unggas hati hati cara menasehati salah salah bisa sakit hati meskipun metode sama diberi makanan dari biji-bijian seperti kacang dan lain sebagainya.
Kajian secara detil
Nafsu manusia sebenar bermacam –macam ujud yang muncul saat mereka marah benar ,yang kelompok nafsu binatang buas saja ada anjing ada macan ,singa buaya yang paling susah apabila ujudnya babi.Sehingga menghadapinyapun berbeda yang nafsu anjing lebih mudah dibanding nafsu kucing,sebab anjing dapat mengenal mana bosku mana bukan mesti diluar rumah,tapi bila kucing diluar rumah sudah tidak kenal mana bosku mana bukan.
Yang bernafsu hewan bertenaga juga bermacam mana kuda ,mana kerbau ,mana sapi,mana kambing dan mana badag sehingga bila diteliti secara detil memerlukan waktu yang pajang,hingga untuk kepentingan pendidikan cukup saya usulkan menjadi tiga kelaompok yaitu kelompok binatang buas,kelompok binatang memamah biah dan kelompok unggas.
Yang kami maksud untuk kepentingan pendidikan adalah wawasan untuk mencari jurusan yang sesuai dengan kemampuan anak.Untuk anak yang bernafsu binatang akan lebih tepat bila dijuruskan kepemikir,sedang untuk anak yang bernafsu binatang memamah biak lebih baik pemanfatan tenaga .Untuk yang kelompok unggas diarahkan ke seni budaya karena punya perasaan halus.
Ini hanya usulan agar anak tidak salah jurusan seperti sekarang banyak terjadi ,kuliahnya dijurusan pendidik kerjanya di bank,kuliahnya ditehnik kerjanya jadi sales,kuliahnya nutrisi makanan ternak kerjanya jadi guru SD IT.
Sekali lagi saya tidak mencemooh hanya ini ulasan yang sempat kami tulis yang merupakan lamunan menjelang umur lanjut.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

GERAK PELURU

GERAK PELURU
I.Pendahuluan
Gerak peluru juga dikenal sebagai gerak parabola karena lintasannya membentuk lengkung parabol.Gerak ini sebenarnya merupakan perpaduan dua gerakan yang di alami oleh satu benda ,yaitu glb dan glbb.
Dengan demikian untuk dapat memahami gerak peluru diperlukan prasyarat pengetahuan tentang gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan
II.Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari modul ini diharapkan siswa punya kompetensi :
2.1 mampu mendiskripsikan kecepatan gerak vertikal
2.2 mampu mendiskripsikan komponen kecepatan arah mendatar
2.3 dapat menghitung titik tertinggi
2.4 dapat mnentukan titik terjauh
2.5 dapat menentukan sudut elevasi
III.Uraian Materi
Gerak Peluru
Gerak ini terdiri dari dua jenis, yaitu:
1. Gerak Setengah Parabola

Benda yang dilempar mendatar dari suatu ketinggian tertentu dianggap tersusun atas dua macam gerak, yaitu :
a. Gerak pada arah sumbu X (GLB)
vx = v0
Sx = X = vx t

b. Gerak pada arah sumbu Y (GJB/GLBB)
vy = 0
] Jatuh bebas
y = 1/2 g t²

PEL

2. Gerak Parabola/Peluru
Benda yang dilempar ke atas dengan sudut tertentu, juga tersusun atas dua macam gerak dimana lintasandan kecepatan benda harus diuraikan pada arah X dan Y.PEL1

a. Arah sb-X (GLB)
v0x = v0 cos θ(tetap)
X = v0x t = v0 cos Θ.t

b. Arah sb-Y (GLBB)
v0y = v0 sin θ
Y = Voy t – 1/2 g t²
= v0 sin θ. t – 1/2 g t²
Vy = v0 sin θ- g t

Syarat mencapai titik P (titik tertinggi): vy = 0
top = V0 sin θ / g
sehingga
top = tpq
toq = 2 top
OQ = v0x tQ = V02 sin 2θ / g
h max = v oy tp – 1/2 gtp2 = V02 sin2 θ / 2g
vt = √ (vx)2 + (vy)2

Contoh soal

1. Sebuah benda dijatuhkan dari pesawat terbang yang sedang melaju horisontal 720 km/jam dari ketinggian 490 meter. Hitunglah jarak jatuhnya benda pada arah horisontal ! (g = 9.8 m/det2).
Jawab:
vx = 720 km/jam = 200 m/det.
h = 1/2 gt2  490 = 1/2 . 9.8 . t2
t = 100 = 10 detik
X = vx . t = 200.10 = 2000 meter
2. Peluru A dan peluru B ditembakkan dari senapan yang sama dengan sudut elevasi yang berbeda; peluru A dengan 30o dan peluru B dengan sudut 60o. Berapakah perbandingan tinggi maksimum yang dicapai peluru A dan peluru B?
Jawab:
Peluru A:

hA = V02 sin2 30o / 2g = V02 1/4 /2g = V02 / 8g
Peluru B:

hB = V02 sin2 60o / 2g = V02 3/4 /2g = 3 V02 / 8g
hA = hB = V02/8g : 3 V02 / 8g = 1 : 3

 

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

GERAK LINGKAR

GERAK MELINGKAR
1.Pengantar
Pada modul ini disajikan tentang gerak melingkar yang mempunyai cakupan pemahaman tentang lintasan gerak lingkar, kecepatan gerak lingkar ,percepatan gerak lingkar serta diakhiri dengan gaya centripetal.Dalam mempelajari modul ini akan lebih mudah manakala dilalukan dengan cara pemahaman konsep ,melalui percobaan-percobaan (eksperimen) dan mengamati penerapan –penerapan dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk lebih memahami konsep dasar pada modul ini disediakan latihan-latihan soal beserta kunci jawaban.Sebaiknya anda coba menyelesaikan soal-soalnya terlebih dahulu ,kemudian dibandingkan dengan kunci jawaban yang tersedia.Modul diakhiri dengan uji kompetensi dalam bentuk soal pilihan ganda.Untuk menentukan prestasi kompetensi yang anda peroleh juga disediakan analisis sederhana.
2.Tujuan Pembelajaran
Setelah anda selesai mempelajari modul ini diharapkan anda dapat:
2.1 Menjelaskan kembali tentang lintasan sudut dan lintasan linier
2.2 Menjelaskan kembali tenyang kecepatan sudut dan kecepatan tangensial
2.3 Mendiskripsikan tentang pereode
2.4 Menentukan hubungan antara kecepatan sudut dengan kecepatan linier
2.5 Mendiskripsikan tentang percepatan sudut dan percepatan centripetal
2.6 Menentukan besarnya gaya sentripetal
3.Kegiatan belajar
Gerak Melingkar
Ikatlah sebuah benda dengan tali,kemudian pegnglah ujung tali tersebut dan putarlah

LINK

Putaran benda ini dapat diusahakan dengan kecepatan tertentu,atau kita putar makin lama makin cepat
LINK1
Yang mudah kita amati dan kita rasakan dari percobaan ini adalah arah gerak benda itu selalu berubah-ubah sesuai dengan keliling lingkaran,sedangkan pada tangan kita terasa ada gaya yang menarik tangan lewat tali.
Yang menjadi permasalahan adalah:
a.Bagaimana kecepatan benda itu?
b.Gaya apa yang bekerja pada benda?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut perhatikan gambar berikut!

Selama jangka waktu Δt benda telah mengalami perpindahan sejauh Δs,yang berarti kecepatannya ;
V = Δs/ Δt

Karena dianggap benda itu berputar dengan kelajuan tetap maka besarnya kecepatan linier
V = s/t

GERAK MELINGKAR BERATURAN (GMB)
GMB adalah gerak melingkar dengan kecepatan sudut ( tetap.
Arah kecepatan linier v selalu menyinggung lintasan, jadi sama dengan arah kecepatan tangensial sedanghan besar kecepatan v selalu tetap (karena  tetap). Akibatnya ada percepatan radial ar yang besarnya tetap tetapi arahnya berubah-ubah. ar disebut juga percepatan sentripetal/sentrifugal yang selalu | v.
v = 2R/T = R
ar = v2/R = 2 R
s =  R
GERAK MELINGKAR BERUBAH BERATURAN (GMBB)
GMBB adalah gerak melingkar dengan percepatan sudut a tetap.
Dalam gerak ini terdapat percepatan tangensial aT = percepatan linier, merupakan percepatan yang arahnya menyinggung lintasan lingkaran (berhimpit dengan arah kecepatan v).
a = Δω/Δt =
aT = dv/dt = ω2 R
T = perioda (detik)
R = jarijari lingkaran.
 = percepatan angular/sudut (rad/det2)
aT = percepatan tangensial (m/det2)
w = kecepatan angular/sudut (rad/det)
Θ = besar sudut (radian)
S = panjang busur
Hubungan besaran linier dengan besaran angular:
vt = v0 + a t ωt
S = v0 t + 1/2 a t²

ω0 + a t
Θ = ω0 + 1/2 a t²

Contoh soal
1. Sebuah mobil bergerak pada jalan yang melengkung dengan jari-jari 50 m. Persamaan gerak mobil untuk S dalam meter dan t dalam detik ialah:
S = 10+ 10t – 1/2 t2
Hitunglah:
Kecepatan mobil, percepatan sentripetal dan percepatan tangensial pada saat t = 5 detik !
Jawab:
v = dS/dt = 10 – t; pada t = 5 detik, v5 = (10 – 5) = 5 m/det.
– percepatan sentripetal : aR = v52/R = 52/50 = 25/50 = 1/2 m/det2
– percepatan tangensial : aT = dv/dt = -1 m/det2
2.Sebuah titik selama 1 menit telah melakukkan 720 putaran ,berapakah besarnya kecepatan sudut
1 putaran = 2π rad , untuk 720 putaran = 720 x 2π =1440 π rad
T= 1 mnt = 60 s
.ω = θ/t= 1440 π rad/60 s = 24π rad/s
3.Sebuah lempeng berbentuk lingkaran berputar 150 kali selama 1 mnt,jika jari-jarinya 50 cm ,berapakah besarnya kecepatan linier?
Jawab
Kecepatan sudut ω = 150 x 2π : 60 = 5 π rad/s
Kecepatan linier v = ω R = 5 π x 0,5 = 2,5 π m/s
4.Sebuah lempeng berbentuk lingkaran berputar dengan kecepatan sudut 10π rad/s berpakah putaran yang dilakukan selam 3 detik
Jawab.
Lintasan sudutnya θ =ω.t =10π x 3 = 30π rad,karena satu putaran 2 π rad ,maka jumlah putaranya n =30π : 2 π = 15 put
5.Sebuah motor berubah putaranya dari 1800 rpm menjadi 1200 rpm dalam waktu 2 detik.Berapakah besarnya percepatan sudut?
Jawab
Besarnya ω1 = 1800/60 =30 rps,ω2 = 1200/60 =20 rps
Besarnya percepatan sudut α =Δω/t =-10/2 =- 5 rps2 = -10π rad/s2
Uji kompetensi 3
1.Pada rotasi bumi ,setiap titik dibumi ikut berputar (bergerak melingkar) dengan:
a.kecepatan sudut yang sama besar
b.kecepatan linier yang sama besar
c.percepatan sudut yang sama besar
d.percepatan tangensial yang berbeda
e.kecepatan tangensial yang sama.
2.Dua buah titik bersama-sama melakukan gerak melingkar beraturan dengan pereode dan pusat yang sama,maka kedua titik selalu mempunyai kecepatan
a.linier sama,tidak tergantung dari jari-jari
b.sudutnya sama,tidak tergantung dari jari-jari
c.kecepatan sudut dan linier sama
d.sudutnya berbanding lurus dengan jari-jarinya
e.liniernya tidak sama
3.Sebuah titik bergerak melingkar memenuhi persamaan α= 3t2 – 2t ,percepatan sudutnya setelah 2 s adalah:
a.8 rad/s2
b.6 rad/s2
c.4 rad/s2
d.2 rad/s2
e.0,5 rad/s2
4.Sebuah titik melakukan gerak melingkar dengan persamaan ω = 3t2 + t,setelah melakukan gerak 1 detik maka kecepatan sudutnya …
a.7 rad/s
b.6 rad/s
c.5 rad/s
d.4 rad/s
e.3 rad/s
5.Sebuah titik melakukan gerak melingkar dengan kecepatan sudut sesuai persamaan berikut.ω = 12 – 2t,setelah bergerak 2 detik maka kecepatan sudutnya menjadi…
a.8 rad/s
b.6 rad/s
c.4 rad/s
d.2 rad/s
e.nol

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar