Demo 212 dan Kaitanya

Mengamati dan memperhatikan

Rupa rupanya sebagian umat Islam di Indonesia saat ini beraktivitas dengan emosinya dan nafsunya tidak menggunakan pikiran yang jernih.Mengapa demikian sebab masalah Ahok sudah ditangani oleh aparat dengan cepat dan baik ,tetapi mereka menuntut supaya Ahok ditangkap.

Kalau menggunakan nalar yang baik tentang tidak demikian tuntutan demo 411 sudah ditangani dengan baik masih mengundang umat lagi untuk demo doa bersama di Jakarta.Berapa duit yang harus  dikeluarkan untuk beaya gerakan itu yang tuntutan Ahok harus,hanya menangkap satu orang harus mengerah kan puluhan ribu bahkan ratusan orang ini yang bodoh yang mana aparat atau pedemo.

Meskipun demo dikatakan super damai penulis kurang yakin kalau tidak ada pertentangan dengan pemerintah  dilihat dari tuntutannya ,dengan demikian fihak keamnanan bersikap tegas dan hati -hati memberhentikan kendaraan pedemo untuk diselidiki apakah diantara pedemo ada membawa senjata.

Saya yakin dari sekian pendemo tidak mengetahui pokok permasalahannya dia berangkat hanya karena uang entah dari mana didapat.Dengan demikian seharusnya fihak intelgen sudah hal ini sehingga dicari sponsornya siapa dibalik itu semua.

Kalau demo 212 ini tidak kaitannya dengan pilkada ibu kota ,sepertinya tidak mungkin kalau toh ada  mestinya dapat disinyalir bahwa ada kelompok tertentu yang dompleng keberadaan demo.Secara tersirat calon gubernur terdiri dari tiga etnis yaitu etnis keterunan tionghoa ,etnis keturunan Arab dan etnis keturunan jawa.Kalau Ahok menjadi terpidana tentunhya yang bisa bertarung calon 1 dan 3 saja keuntungan bagi mereka,yang berarti kemenangan ada di fihak etnis ataupun etnis jawa.Sekali lagi mudah mudahan demo 212 tidak bernuansah  seperti itu.

Yang aneh mengapa demo ini akan diikuti dari umat Islam dari Slangor Malaisia,kalau benar benar terjadi dan tidak dijegah maka masalah ini dapat mendunia ,alangkah malunya bangsa Indonesia masalah sekecil ini dapat sampai diikuti orang -orang asing.Untuk itu saya berharap dari fihak keamanan siaga penuh untuk mengantisipasi.

Kesimpulannya adalah;

1.Demo 212 bernuansa politik  tidak percaya pada pemerintah

2.Demo 212  sudah bukan murni tuntutan sebagian besar masyaakat Indonesia

3.Demo 212 pemborosan keuangan rayat dan negara

4.Demo 212 ada sponsornya yang belum diketahui dari mana asalnya

5.Demo 212 ada jaringannya keluar negri

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Numpang promosi

Para pembaca yang senang dengan lukisan kaligrafi dari bahan kuningan dapat pesan pada saya (Suhartnono ) pemilik glok ,harga mulai 1 juta sampai puluhan juta.Contohnya seperti berikut ini

untitleduntitled-png-1untitled-png-2untitled-png-3untitled-png-4untitled-png-6untitled-png-7 untitled-png-8untitled-png-9untitled-png-10untitled-png-15untitled-png-16untitled-png-17untitled-png-18untitled-png-19untitled-png-20

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

cintaku kandas

SINOPSIS

Cintaku Kandas karena Tugas

Cinta monyet memang cinta umur remaja aku juga mengalami hal seperti itu ,mula biasa saja tetapi akhirnya benih-benih cinta mulai berkembangan antara aku dan dia.Rasa jika seminggu tak ketemu terasa sewindu sudah terjumpa ,setiap malam minggu aku apel sendiri.Seperti hanya samben saja sebab setiap malam minggu main badminton ditempat omnya sehabis main si dia sudah menunggu dihalaman rumah.

Aku dan dia terlalu akrap dalam bercinta ,artinya ini itu sudah biasa hanya yang satu itu memang aku jaga.Setiap kehadiranku disambut mesra oleh orang tuanya bahkan nyamikan dan minuman selalu tersedia.

Gara gara profesiku berbeda dengan dia ,aku olah ragawan dia seniman lama lama jarang bertemu ,setiap malam minggu dia melatih menari sedangkan aku setiap malam minggu banyak bermain badminton keluar karena pertandingan persahabatan dan kompetisi tingkat kabupaten.Meskipun aku mendapat predikat juara kabupaten tapi cintaku pada dia mulai kabur.Sepertinya dia juga demikian.

Apel yang biasa aku lakukan malem minggu tak rubah jadi minggu pagi,dia menerrimanya dengan baik hanya sering kali dia tidak dirumah melatih menari dibalai desa ,memang murid banyak sekali pernah aku kesana maksudnya kebalai desa tempat dia melatih menari.Dia terima dengan baik tetapi aku yang tidak penak kalau terus-terusan begitu.

Puncaknya aku mendapat pekerjaan dikota lain aku jadi guru olah raga sesuai dengan ijazahku ,aku  berjumpa hanya  melalui surat saja ya meskipun dengan kata kata mesra tapi semesra bila ketemu.Aku rajin menulis surat bahkan setiap minggu aku kirim,tetapi dia mulai enggan membalasnya akhirnya cinta kadas.

 

 

 

 

Awal cerita

Bermula dari teman biasa teman sekelas rajin belajar bersama ,lama lama tumbuh benih –benih cinta antara dua remaja berlawanan jenis.Ratmin (nama yang disamarkan) dan Ratih (juga nama samaran) dua sejoli yang asyik saling jatuh cinta sejak dia masih sekolah di SMP.Semakin lama semakin tambah akrap saja hingga orang tuanya tahu akan hal tersebut.

Tetapi sepertinya orang tuanya merestui hubungan mereka itu meskipun Ratmin anaknya petani sedang orang tua Ratih seorang Kepala Sekolah SD,malah kalau seminggu tidak kelihatan orang tua Ratih selalu menanyakan keberadaan Ratmin.Namun kegemaran /hobi mereka sangat berbeda Ratih suka menari sedang Ratmin suka olah raga.

Selepas SMP dia harus pisah kampus Ratih melanjutkan ke Sekolah Guru ,Ratmin melanjutkan ke Sekolah Menengah Olah Raga ,namun apakah hubungan keduanya putus jawabanya tidak,sebab setiap malem minggu dia mesti bertemu.Sehabis main bulu tangkis ditempat pamannya  ratih ,Ratmin mesti mampir ke tempat Ratih berjam-jam .Bapak dan Ibu Ratih biasanya hanya sebentar menemui Ratmin selanjutnya bapaknya pergi badminton.Jadi Ratih dan Ratmin leluasa mermain cinta ini itu sudah dilaksanakan tapi yang satu itu tidak.

Pada malam itu kebetulan bukan malem minggu tapi malem senen Ratmin apel ditempat Ratih karena esuk harinya akan terima pengumuman lulus atau tidak ,maksud hati  ingin berkencan sehabis pengumuman

Ratmin           : Besuk habis pengumuman dolan kemana

Ratih              : Eee ya kalau lulus kalau tidak

Ratmin           : Masak kau nggak lulus ,lalu yang lulus yang seperti apa

Ratih              : jangan jangan mudah mudahan tidak

Ratmin           : kita main kekebonbinatang biroloka

Ratih              : kangen sama mbahmu yang ada disana

Ratmin           : kamu juga ya kangen dengan mbah buyudmu

Ratih              : kamu pengumuman jam berapa ta

Ratmin           :sepertinya jam 10.00,tempatmu jam berapa?

Ratih              :Kelihatanya bareng juga jam 10.00

Ratmin           : Kalau begitu jam 12.00 saja kita berangkat

Ratih              : pamit ortu dulu boleh

Ratmin           : oke baiklah begitu

Karena waktunya masih belum larut malam mereka berdua ngomong-ngomong kesana kemari tidak karuan yang bisa mengundang tawa,terus Ratmih ngomong agak serius

Ratih              : setelah selesai SMOA ,kau mau kemana

Ratmin           : Insya Allah aku mau melanjutkan ke STO,kalau kau mau kemana

Ratih              : Daftar guru dulu biar kalau ada kesempatan nambah kuliah

Ratmin           : Kalau begitu bagus asal tidak salah jalan

Ratih              : Maksud apa Min

Ratmin           : Kalau sudah jadi guru punya duit ,terus nikah

Ratih              : Ah kamu itu ada-ada saja ,ya doakan mudah mudahan dapat jodoh sebagus kamu.

Ratmin           : Kalau doa kan gampang,lalu aku bagaimana,

Akhirnya dialog terputus karena Ratih nyubit Ratmin semaunya ,lalu dibalas juga dengan cubitan dan berakhir dengan ciuman mesra.Dan berakhirlah pertemuan kali itu , Ratmin bergesa pulang mengingat besuk pagi harus berangkat pagi-pagi benar untuk mengambil amplop kelulusan.Maklum sekolahan Ratmin lebih jauh dari sekolahan Ratih kira-kira dua kali jaraknya.Kalau Ratih hanya menempuh jarak 12 km ,Ratmin harus menempuh jarak 25 km.Jadi Ratih hanya mengayuh sepedanya ½ jam Ratmin harus mengayuh 1 jam.

Pagi pagi benar kurang lebih jam 6.00 Ratmin sudah berangkat supaya sampai disekolah jam 7.00 ,sedang Ratih berangkat jam 6.30 pada jam 7.00 mereka sudah ada disekokahnya masing –masing.Ratmin tidak merasa was was kalau tidak lulus karena selama sekolah dia selalu berprestasi selalu mendapat rangking,sedang Ratih juga demikian ,apalagi dia pernah jadi siswa teladan.

Setelah terima amplop kelulusan Ratmin dengan tenang membukanya dan ternyata lulus dengan predikat memuaskan karena mendapat nilai tertinggi.Dan biasanya siswa dari SMOA ini yang mendapat nilai tertinggi secara otomatis di terima di STO.Alangkah senangnya hati Ratmin dia bergesa pulang untuk mengabarkan keberhasilannya pada orang tuanya.Bagaimana dengan Ratihpun tidak ketinggalan dilulus dengan predikat terbaik dan diberi kesempatan untuk melanjutkan ke IKIP.

Sore itu mereka berdua berangkat dengan sepeda bergoncengan menuju kekebon binatang yang kira jaraknya hampir 30 km,mereka santai tidak tergesa-gesa sambil ngomong ngomong …

Ratmin           : Tih kamu tidak pingin melanjutkan kuliah

Ratih              : Ya pingin sih pingin tapi kesempatan jadi guru pegawai Negeri kok disia-siakan.

Ratmin           : Bener pendapatmu ,tapi sebenarnya besuk kalau kamu sudah rampung kuliah juga ada

Ratih              : Ah sekarang tidak usah mengharap yang muluk muluk ,guru SD juga baik.

Ratmin           : Terserah kamu jadi guru pegawai negeri  terus berani nikah

Ratih              : Nikah sama siapa

Ratmin           : ya sama sama guru SD

Ratih              : Doakan saja mudah mudahan begitu

Ratmin           : ya saya doakan,sambil aku menunggu anakmu saja  eee ternyata sudah sampai kekebon binatang ,ayo turun

Mereka berdua serasa nikmat melihat –lihat binatang yang aneh aneh,yang lama mereka tonton adalah simpanse yang seolah olah menggoda.Melihat simpanse berpangku-pangkuan membelai –belai sambil cari kutu alangkah mesranya.Dia berpandangan seolah tertarik melakukan hal yang sama ,tetapi untung  masih ingat malu.

Pada jam 4.00 sore mereka berdua mulai berangkat pulang sampai dirumah menjelang magrip ,Ratmin tidak langsung pulang karena dihentikan oleh orang tua Ratih ,dia ingin tahun hasil kelulusanya.Kemudian Ratmin menceritakan semuanya sampai tuntas agar puas ortu dari Ratih.Sementara Ratih menyiapkan makan malam bersama keluarga termasuk Ratmin.Setelah makan malam barulah Ratmin di ijinkan pulang.

Akhir cerita

Kisah cinta mereka memang asyik berawal dari sahabat diteruskan ke cinta yang sebenarnya,tetapi akhir-akhir ini dia jarang bisa berjumpa sebab mereka sibuk dengan profesinya .Ratmin menekuni kuliahnya sambil melatih bulu tangkis disekolah bulu tangkis Ratih asyik mengajar dan melatih tari di balai desa.Semua jatuh pada hari minggu secara otomatis tidak seperti dulu lagi.Mereka sepakat bertemu pada minggu malam alias malam senen.

Apel malam senen ternyata tidak mengasikan  karena ingat tugas esuk harinya ,sehingga pertemuan hanya makan waktu paling-paling satu jam.Lagi pula tugas kuliah Ratmin makan  banyak waktu sehingga kadang kala Ratmin lupa apel.Sebenarnya Ratih juga merasa rindu kalau Ratmin tidak datang tapi apa mau dikata ,jaman itu belum ada HP,sehingga komunikasi terputus.Yang bisa hanya menulis surat ,tapi lucu hanya tangga desa pakai surat segala.

Karena sudah hampir satu bulan Ratmin tidak datang apel pada minggu sore sehabis melatih tari Ratih bersanjang ke ruamah Ratmin,tetapi hanya bertemu dengan orang tuanya .Orang tuannya ngomong kalau akhir-akhir ini Ratmin sering pulang malam dalam rangka menyelesaikan tugas akhir.Ratih juga maklum adanya karena tugas akhir makan energi dan waktu yang tidak sedikit.

Ratih pulang dengan lemah lunglai tidak bisa ketemu dengan Ratmin ,dilain hari ganti Ratmin datang ke rumah Ratih ,tetapi dia tidak ada dirumah kata orang tuanya Ratih kalau sore hari ada kuliah di Akademi Seni Tari .Akhirnya Ratmin pulang dengan tanpa keberhasilan menemui sang kekasih.Tetapi masih ada kesempatan lain yaitu saat menghadiri pesta pernikahan teman saat di SMP.Rencana minggu benar Ratmin akan menemui Ratih untuk berkencan menghadiri pesta itu sebab kalau tidak hari itu kapan lagi,pesta nikahnya minggu malam.

Minggu pagi jam tujuh Ratmin sudah berada di rumah Ratih setelah bertegursapa Ratih dengan serius bertanya

Ratih              : nanti malam bisa menghadiri pesta tidak

Ratmin           : Justru itu mau tanya kamu ada waktu tidak

Ratih              : aneh kok tanya ada waktu tidak ,ya harus pentingkan

Ratmin           : saya kira kalau ada acara lain

Ratih              : O ya bagaimana dengan tugas akhirmu

Ratmin           : Insya Allah hampir selesai tinggal merngkumnya ,kamu kuliahnya bagaimana ?

Ratih              : Lancar-lancar saja tapi tidak bisa ngejar kamu

Ratmin           : Ya kalau kamu samben saja ,tidak tergesa-gesa

Ratih              : Nanti malam berangkat jam berapa?

Ratmin           : Undangan jam berapa?

Ratih              : Coba saya lihat dulu di kartu undangan

Ratih sibuk  mencari undangan yang tadinya dibaca ibunya ,Ratih bertanya ibunya”Bu undangan tadi dimana”,ibu tidak menjawab hanya membawakan undangannya.

Ratih              : ee ternyata jam 20.00

Ratmin           : kalau gitu kita siap jam 19.00

Ratih              : Oke mas

Ratmin           : coba diulang lagi

Ratih              : Oke mas

Setelah itu Ratmin mohon diri sambil memberikan kecupan mesra dan di balasnhya sentuhan mesra pula.

Suasana pesta ternyata reuni saja ketemu teman lama ada yang sudah kerja ada yang masih kuliah Ratmin sempat ketemu dengan sahabat akrap waktu di SMP Hasan namanya .Hasan sudah kerja jadi guru SD seperti Ratih malah mengajarnya satu SD ,Hasan juga melanjutkan kuliah di IKIP sehingga punya waktu untuk main main. Hasan bertanya tentang hubungannya dengan Ratih ,Ratmin menjawab biasa biasa saja belum ada ikatan.Ratih menemui teman akrapnya juga Dian namanya ,mereka sangat akrap tetapi sudah lama tak bertemu.Dian sementara sibuk dengan kuliahnya sehingga Ratih sibuk dengan kegiatannya.

Setahun kemudian ternyata cinta mereka kandas ditengah jalan karena tugas profesi Ratmin bertugas di kota lain mengajar di SMA sehingga jarang bertemu dengan Ratih .Memang Ratmin rajin nulis layang tetapi Ratih sering malas membalasnya.Sepertinya masing masing sudah punya yang baru yang seprofesi yang setempat sehingga yang datang hanya undangan pernikahan.Ratih nikah dengan Hasan dan Ratmin nikah dengan Dian yang kebetulan mengajar di SMA yang berdekatan.

 

 

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

kuburan

SINOPSIS

Akibat nonton wayang ana kuburan

Mula bukane mung iseng dolan ana pinggiran pantai segara kidul dasare pas malem jemuah kliwon akeh banget wong sing pada prihatin mlaku –mlaku ana pantai .Biasane saya bengi saya rame ning ora bengi iki saya bengi malam saya sepi,aku karo kancaku niat arep bali uga.

Aku terus mangkat bali kira-kira mlaku sak jrone sepuluh menit dumadakan neng pinggiran dalan ana totonan wayang kulit rame banget ,aku (Tono) karo kancaku (Heri ) sepakat mampir nanton disik.

Tekan bubar aku kaget banget ,sebab sing tak nggo lingguh kanyata kijing (sekaran) semono uga sing dilingguhi Heri uga nglingguhi sekaran sisihe.Mangka kanyata dalange ya wis seda sak utara.

Akibate Heri dadi lara meneng ora isa ngomong  dadi bisu ,miturut wong pinter kang cedak ngomah bisane mari kudu disranani lemah kuburan.Mangka kudune sing jupuk lemah kuburan kudu aku mangka kudu tengah wengi.

Gelem ora gelem aku sing kudu mangkat jupuk lemah kuburan bengi iku aku tak leksanani tenan karo pridang prinding tak wanek-waneke.Sawise ditamake sranone Heri banjur sehat maneh.

 

 

 

 

 

 

 

 

Malem jemuah kliwon

Malem jemuah kliwon kalebu dina sing angker mungguhing wong jawa ,dina iku biasane akeh banget laku terikat  embuh neng dalem ora sare ,embuh mlaku mlaku nganti lingsir wengi.Yen warga cerak pantai biasane pada mlaku mlaku neng pantai ngulon ngetan nganti sak kesele.

Wektu semana ora ketinggalan Tono karo Heri uga mlaku-mlaku neng pantai,nanging nom-noman iki seje karo liyane tekan pantai deweke mung delok keindahan alun banyu segara wae ,karo nonton werna keanehan ana pesisir.Deweke sempat weruh barang kaya tampah muruh mlaku kaya nyedaki anggone pada lingguh ,ning bareng coba dicedaki malah ngadoh ,Tono omong apa iki sing jeneng kemamang.Ora ngerti jebul wis tengah wengi.

Antarane jam 1.00 bengi bocah loro mau arep bali ,mlaku rindik rindik karo omongan

Tono               : Her iki nek ana ngono ya apik

Heri                 : Apik piye maksudmu No

Tono               : Mampir delok nganti esuk

Heri                 : Jane ngono ya matuk

Tono               : Ha kae ana padang padang mbok menawa tontonan

Heri                 : O iya  ketoke wayangan

Tono               : E bener wayang ,aku krungu gamelane saya cetha

Heri                 : ayo rada cepet wae ben enggal weruh dalange sapa

Boca loro prasasat olehe mlaku kaya setengah mlayu amrih age-age tekanan nggon tontongan.

Tekan nggone pancen rame banget wayange uga sing nonton ,aku karo heri banjur golek palungguhan sing kepenak.Ana lincak sajake mau kanggo dodolan banjur pada lingguh lincak.Karo aku ngen ngen penonton semene okehe kok aku babar pisan ora sing kenal.Iki wong ngendi wae nek jane kudu ana sing kenal lan ngerti.

Heri                 : Aku gumun wong semene akehe aku kok ora ana sing kenal

Tono               : hangok aku ya ngono ora ana kenal karo aku

Heri                 : mbok tuku kacang kana No

Tono               : Ya ayo bareng

Bocah loro mau pada mlaku neng nggone wong dodol nanging wis sepi entek kabeh malah da ditinggal nonton dagangane .

Dumadakan aku weruh wong sing nonton ketok aku kenal ning wong mau wis mati rong tahun kepungkur aku arep takon wedi gek mung mada rupa.

Aku karo Heri nonton nganti bubar alias bangun esuk dumadakan aku kaget sing tak lungguhi jebul sekaran alias kijing,dadi aku karo heri nonton wayang lelebut dalange ya kalebu lelembut,sebab dalang Krusuk wis mati lima tahun kepungkur.Nanging heri ketoke wedi banget anggone mulih ora guneman babar pisan dak takoni mung meneng wae.

Jebul tenan Heri njur lara meneng ora isa guneman dak teliki neng ngomahe ya deweke meneng wae ora ngomong.Banjur bapakne jaluk tulung karo wong tuwa jenenge mbah sakarta tangga desa.Mbah Sokarta butuhake aku aku ditimbali,karo rada wedi aku nyedak mbah Sokarta.

Sak wis nyedak mbah takon

Mbah              : No malem jemuah kliwon da neng ngendi karo Heri

Tono               : Mlaku-mlaku teng pinggir pantai

Mbah              : Sak wise kuwi

Tono               : Nonton wayang mbah

Mbah              : Ngendi ana wayang

Terus tak crita nek wayang demid sing digelar neng kuburan nyamplung,dalange swargi mbah Krusuk,lakone semar bangun kayangan ,sing nonton akeh banget ,ning anehe ora sing kenal babar pisan,malah uga tak critake weruh kaya swargi lek Marga ya nonton ning aku ora takon.>

Sak wise iku mbah Sokarta ngendika nek tambane kudu sing golek arupa lemah kuburan nyamplung sing jupuk kudu tengah bengi.Wah aku gragapan apa ora wedi ning demi kanca tak wanek-waneke muga muga ora ana  apa apa.Bengi iku uga aku mlaku neng kuburan tanpa kanca tanpa kanti.Tekan ngarep kuburan aku mandeg mangu ,pa mlebu pa ora ,apa wani apa ora.Paitan nekat aku mlebu kuburan jupuk lemah neng ngisor kijing sing tak nggo lungguh.E gene ora apa dumadagan neng ngarep ana kucing jrantal kagetku kepati –pati nganti jantung kaya arep copot.

Kira-kira jam setengah siji bengi wis tekan nggone heri mbah Sokarta  karo bapak Heri tetep isih nunggu durung sare.Sak wise lemah tak serahke banjur disawurke neng ngisore heri le turu,pada sakala heri jenggerat tangi karo omong “Ana apa ta”.Nah lega kabeh heri mari nggone lara bisu.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Massa yang tertipu

Demo 4 Nop 2016

Berdemo memang mengasyikian apalagi temanyabanyak sekali ,tetapi seharusnya berpikir apakah pemicunya dapat dipercaya kebenaranya.Maaf seperti Demo 4 Nop 16 pemicunya adalah Buni Yani yang telah mengedarkan vedio Ahok yang sudah mengalami pemotongan sebagian kata dari Ayat 51 Al Maidah .

Jadi kalau ada massa yang begitu banyak berkumpul seperti saat ini yang harus manggung dosanya adalah Buni Yani.Dan ternyata masyarakat indonesia sebagian kaum muslimin masih suka untuk ditipu ,seperti peristiwa 4 Nop dan peristiwa Dimas kanjeng.

Sudah seharusnya masyarakat muslim jangan mudah tergoyahkan pendirianya apalagi tindakannya yang membuang-buang waktu untuk kepentingan apa saja  ingat Wal’asry,Allah saja sangat menghargai waktu ,demikian seharusnya kita.Apakah Ahok memang bersalah atau Ahok menjadi kurban dari sebuah fitnah nanti hukum yang membuktikan.

Kalau ternyata Ahok adalah kurban dari sebuah fitnah maka dari sudut pandang politik justru Ahok akan melejit  posisi nya.Ingat jaman ibu mega yang sangat terjepit oleh rezim orde baru ,malahan namanya semakin melejit setelah orde baru lengser.Ingat pula waktu SBY terjepit posisi nya rezim ibu Mega ,malah akhirnya terpilih jadi Presiden.

Jadi kalau di analisa sebenarnya massa yang berkumpul begitu banyak adalah juga kurban dari Buni Yani dan kader-kader lawan Ahok yang ingin melengserkan Ahok sebelum kompetisi alangkah jahatnya orang ini punya kemampu .an mengumpulkan puluhan ribu orang untuk menuntut dugaan kesalahan dari seseorang.Besuk kalau ternyata Ahok dari fihak yang apakah kepada Buni Yani akan dituntut seperti sekarang ini,kalau tidak artinya tidak Adil masyarakat indonesia/nb sebagian kaum Muslim.

Kalau itu perwujudan pertentangan antar rezim justru ini sangat berbahaya sebab calon Gubernur saat ini berasal dari Rezim keturunan china (Ahok),rezim keturunan arab (Anis) dan rezim keturuan jawa (Agus),coba kita lihat yang jadi pemuka demo orang orang keturunan apa lalu dari fihak mana kita dapat mencium kemauanya.Kalau yang jadi pemuka demo itu ora jawa dapat ditafsirkan demo ini rekayasa siapa dan sebagainya.

 

 

Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar

Sang Aji Panemabahan

SINOPSIS

SANG AJI PANEMBAHAN

Di wilayah kabupaten Temanggung ,tepatnya didesa kupen kecamatan Pringsurat dusun Gunung kekep ada sebuah tempat yang konon tempat orang orang senang bertapa,tempat itu dikenal dengan sebutan Puser.

Pada tahun 1981 aku menyunting gadis dari daerah itu ,yang kebetulan juru kunci Puser namanya Pak Sastra ,otomatis aku pingin ngerti tempat yang keramat itu.Suatu hari pas hari jumat kliwon aku matur arep derek neng puser ,bapak mertua mengiyakan dan biasanya membawa rokok jeruk dan bunga mawar tapi aku tidak diwajibkan karena aku hanya pingin menyaksikan saja.

Malam itu jumat kliwon aku jadi ikut jalan kaki sejauh dua kilo mendaki berangkat jam 11 malam sampai disana bapak terus mimpin ritual pakai membakar dupa segala,orang yang mempunyai tujuan duduk dibelakang bapak ,sedang aku diminta duduk paling belakang.

Sehabis ritual semuanya diminta bergeser duduknya kira 10 meter,dan bapak menasehati saya yang tujuan mengarahkan saya nanti setelah sampai dirumah aku diminta semedhi sebisanya ,gambaran dalam semedhi itulah kenyataan tempat puser berada.

Betul setelah sampai dirumah aku jalankan apa yang nasehatkan bapak ,ternyata betul aku dapat gambaran secara jelas alam ghoib keadaan Puser seperti apa dan merupakan pengalaman pertama dalam hidup mengenal alam lain.

 

 

 

 

 

 

SANG AJI PANEMBAHAN

 

Awal mula

Awal mulanya aku agak heran mengapa disetiap malam selasa kliwon dan jumat kliwon dirumah mertua selalu banyak orang kumpul ,ada pertemuan apa dan mengapa setelah jam 11 malam mereka ikut bapak entah kemana.

Semula aku tanyakan pada isteri ,tetapi jawabannya masih mentah artinya tidak sampai pada tujuan yang saya harapkan.Aku curiga jangan jangan bapak penganut aliran malah jadi pimpinan juga.Rasa curigaku ini kalau saya biarkan terus malah menjadikan hubungan saya dengan bapak mertua.

Untuk itu memberanikan diri mau bertanya langsung pada bapak mertua ,tapi cari waktu yang baik segang ,sebab bapak juga jadi petani yang getol.Biasanya kalau sedang ramai bapak juga menjadi pembajak sawah kesana kemari ,disamping ia juga petani lombok yang besar .Pas hari minggu bapak sedang leye-leye dirumah pendapa sendiri sambil merokok klembag menyan lintingan sendiri.Aku mendekat dan menyapa :

Aku                 : sawek ngaso pak(sedang ngaso pak)

Bapak               ; Iya ee nak ( Iya Nak) kene kene lenggah cerak bapak (sini-sini duduk dekat bapak)

Aku terus geser duduk dekat beliau dan aku memberanikan diri untuk tanya

Aku     : Pak menapa ingkang pun sedya tiang tiang saben malem selasa kliwon kalian jumat kliwon sami kempal wonten mriki (Pak apa tujuan orang-orang itu ,setiap malam selasa kliwon dan jumat kliwon kok ngumpul disini)

Bapak               : Oo iku ta nak deweke ngresaya bapak kon nyuwunke palilah sang Panembahan supaya usahane kasil (Oo iku ta nak mereka minta pada bapak supaya memohonkan ijin restu pada Sang Aji Panembahan agar berhasil usahanya.)

Aku                   : Sang Aji Panembahan menika sinten ta pak.

Bapak terus cerita bab Sang Aji Panembahan nganti tuntas .Singkatnya Sang Aji Panembahan itu pertapa sakti pada waktu mataram hindu ,dia tidak meninggal tapi musna dengan raga ,terus manggon ana ing puser alam ghoib ,sebab yen alam nyata puser mung berupa tugu pengawasan jaman belanda.

Aku matur lagi yen kapan aku pingin ikut ke Puser dengan tujuan pingin nyekseni secara lahir syukur secara batin.Bapak malah senang sekali mendengar perkataanku dia janji malem jumat kliwon saja datang kesana ,sebab malem jumat kliwon ada pertemuan yang dihadiri Kajeng Ratu Suci.

Aku melanjutkan pembicaraan

Aku                 : Kajeng Ratu Suci menika sinten pak(Kajeng Ratu Suci itu siapa pak)

Bapak menjelaskan bahwa kajeng Ratu Suci adalah kakaknya Nyai Lara Kidul,hanya sifat berbeda kalau Nyai Lara Kidul itu kejam brangasan sedang Ratu Suci penuh rasa kasih sayang kepada manusia.

Demikian awal mula percakapan saya bapak mertua .Sambil menunggu hari yang telah ditentukan ,aku mulai ngenam-enam lahir batin apa iya apa hanya semu saja ,apa yang dikatakan bapak mertua.Kalau benar dapat dibuktikan secara lahir dan batin aku akan percaya.Kalau hanya gagasan aku akan membetulkan.

Malem Jumat Kliwon

Pada malam jumat kliwon aku jadi ikut bapak naik ke Puser,tapi aku tidak diperkenankan membawa alat dan sarana seperti yang dibawa orang –orang.Mereka membawa bunga mawar dan rokok kretek jeruk serta dupa ?menyan jawa .Waktu itu aku bersama sebelas orang termasuk bapak jam 11 malam berangkat dari rumah.Gelapnya bukan kepalang untung aku membawa lampu senter bisa menolong mencari jalan setapak.

Kira –kira setengah jam kemudian sudah sampai lokasi terus bapak mulai mengatur tempat duduk dan menggelar tikar padan .Aku dipersilahkan duduk paling belakang sendiri ,orang lain duduk didepan ku berjajar sesuai urutan dari kiri ke kanan.Bapak mempersiapkan upacara ritual semua sarana dikumpul dan setiap orang ditanya apa maunya setelah itu bapak mulai membakar dupa dan setelah dupa nyala bapak mulai mengucap mantra pinuwunan.Setelah selesai upacara semuanya diminta duduknya bergeser kebelakang lima langkah.

Mereka diminta untuk memusat pikirannya guna mohon restu pada Sang Aji Panembahan apa kebutuhanya masing-masing.Hanya aku yang didekati bapak sambil memberikan nasehat

Bapak             : Nak mengko tekan ngomah penjenengan sak bisa bisa semedhi  maneges marang gusti manut cara penjenengan dewe(Nak nanti sampai dirumah kamu saya harap semedhi minta keterangan dari Gusti miturut cara anda sendiri)

Aku                 :  Nggih bapak (ya Bapak).

Tidak lama kemudian barang kali waktu 15 menit bapak mengajak kembali kerumah masing-masing dan mereka langsung menuju rumah masing –masing tidak kembali ke rumah bapak kecuali aku bersama satu penderek.

Dalam Alam Ghoib

Pada jam satu malam setelah sesuci aku mulai melaksanakan semedhi ,tiba –tiba yang kurasa aku berjalan kembali ke Puser lagi tapi tanpa teman satupun.Sesudah sampai disana penglihatanku seperti dibalik yang kelihatan bukan Puser seperti dialam lahir.Yang ku lihat bangunan megah menghadap keselatan yang didepannya ada pendapanya.Tiba-tiba aku ditemui seorang penjaga dengan sopan mempersilahkan aku duduk di Pendapa yang sudah siap kursi seperti mau ada pertemuan.Kemudian dia menyapa aku

Penjaga         : Sami sugeng rawuhipun (selamat datang)

Aku                 : Inggih wilujeng pak (ya selamat Pak)

Penjaga         : Tengga sekedap mangke rak sami rawuh(tunggu sebentar nanti se

mua akan datang)

Aku                 : Inggih pak

Tak lama kemudian pendapa sudah penuh tamu hadirin sepertinya mereka akan mengadakan musyawarah,tiba-tiba ada sosok wanita ayu terbang menuju serambi terus duduk dikursi yang mewah,kemudian sang penjaga mungkin melaporkan aku ,sebab kemudian aku dipanggil untuk menghadap ,terus putri tadi menyapaku

Putri                : Apa kowe pangling karo aku rak ibumu sing wis nate ketemu dek slira

mu neng pinggir segara kae.(Apa kamu panling kepadaku,aku ini ibumu yang pernah ketemu dipinggir segara )

Aku                 : inggih bu kulo mboten kesupen ,kula namung pingin nyekseni leres

lan mbotenipun kawontenan punika.(Ya bu saya ingat,saya hanya pingin nyekseni betul dan tidaknya keadaan ini)

Putri                : Ya wis yen kaya ngono ,enggal bali mesakna ragamu(Ya sudah kalau

Seperti itu ,cepat kembali kasihan Ragamu)

Aku terus keluar melaihat kanan kiri pendapa ,didepan pendapa sebelah kiri ada telaga yang banyak ikannya dan angsa seperti dari emas semua sedang disebelah kanan ada bangunan besar seperti mesjid,sempat aku duduk diserambi mesjid terus terjaga dari semedhi.

Aku duduk lama tidak dapat tidur mengingat apa yang sudah aku alami dialam Ghoib,terutama masalah pertemuanya dengan putri yang mengaku ibuku dan sudah pernahn bertemu dipiggir laut.Saya pikir pikir memang benar kata putri itu waktu itu aku pingsan karena hampir kerem dilaut yang nolong beliau.

Pagi harinya aku menemui bapak yang duduk dipendapa rumah terus tanya

Bapak             : Piye nak ana kawruhan apa (Bagaimana nak ada apa)

Aku                 : Matur nuwun kula sampun nyekseni kewontenan (terima kasih saya sudah nyekseni keadaan

Bapak             : Ha piye ta (Ha Bagaimana ta)

Aku terus menceritakan semua yang aku alami dialam Ghoib,sepertinya bapak agak heran kenapa bisa sedetail itu sampai kelengkapanya saja tahu ,mungkin malah heran aku sudah kenal dengan ratu suci.Terus siapa yang jadi penjaga itu saya simpulkan sendiri bahwa penjaga adalah Sang Aji Panembahan.Bapak membetulkan kesimpulan saya tersebut.

Hari hari berikut saya malah dilarang ikut kalau pas ada pinuwunan seperti biasanya,alasan bapak percuma aku ikut karena sudah kenal dengan ratu suci,kalau mau minta sesuatu langsung saja dengan kajeng Ratu Suci,hanya caranya aku belum ngerti waktu itu.

 

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Purnama Sing Serem

SINOPSIS

PURNAMA SING SEREM

Tahun wulung puluhan aku ditugas mulang neng salah siji SMA Negeri ana ing tlatah Nusa Tenggara Timur,sawise anak bojoku tak jak mrana aku oleh jatah omah brag keluarga .Ya wis akeh guru sing manggon kono ,utamane guru seka rantau,ana saka ,saka Jawa saka Sumatra ,ujung Pandan lan liya liya ne.

Dumadakan ana ing wulan Agustus 1983 ngepasi padang bulan bulan purnama sisan ,omah omah guru kena lemparan watu .Gadeng omahe dipayoni nganggo seng dadi suarane dar der wiwit bagda magrip tekan tengah wengi.Mesake banget guru guru sing dawe anak cilik.

Kedadean iku suwene telung bengi malem 14 ,malem 15 lan malem 16. Banjur kepriiye usahane para guru kanggo ngatasi bab kuwi,malem 15 guru kompak goleki wong sing nglempar watu,hasile nihil ora ketemu,malem 16 laporan polisi seka polisi ngirim personil sing cacah ora sitik,hasil uga nihil sementara balangan watu malah saya rame.

Wulan ngarem tanggal pada dibaleni maneh guru bingung maneh trus  jaluk tulung wong pinter hasil ana ,nanging dadak nganggo srana tumbal.

Mengkono singkat crita iki lan maneh iki crita pengalaman nyata saka penulis rikala merantau neng tanah timor wektu semana.

 

 

 

 

 

 

 

 

Mula Buka

Ana tahun wulung puluh loro aku oleh SK mulang neng salah sijine  SMA Negeri neng tlatah timor.Aneh memang aneh aku dibageke nganggo kedadean sing ora ketemu akal.Kiro-kiro jam wolu bengi dina disik dewe aku manggon neng barak guru bujang dumadakan listrik mati ,sing aneh maneh sing mati mung listrik neng nggone barak bujang.Pak.Ahmad terus berkata :

Pak Ahmad               : Pak Har, itu listrik ditempat kita mati

Pak Har                      : o ya,ada apa pak.Mad?

Pak Ahmad               : Pengalamanku pada waktu datang juga seperti ini ,awas kalau ada uang dikamar mesti hilang

Pak Har                      : Coba aku lihat dulu

Kanyata bener apa sing dingendaki pak Mad ,duwit sing simpen ana koper hilang untung sebagian besar saya simpan didompet.Aku terus nemoni pak Mad sing isih lenggah ana laboratorium ipa,takon apa wae sing aneh aneh sing nate dialami pak.Mad.Pak Mad terus crita nek neng daerah kene magik magik isih getol ,roh banyak yang gentayangan.Malah ana salah sawiji wong tuwa (wong pinter) wis klakon rabi karo wewe/kuntilanak lan nurun anak wedok sing ayu ora karuan.Biasane bocah mau kluyuran tekan lab .kene ,nanging cat ketok cat ora.

Krungu crita sing kaya ngono aku rada miris ning pingin botekake,pas malem jumat aku asik neng lab,dumadakan neng jendela kaca ana cak wedok ayu banget guya guyu nanging aku ora ngira yen kuwi sing dimaksud pak.Mad.Aku terus metu seka lab pingin nemoni bacah mau,nanging bocah terus mlayu ngedoh aku nututi terus tekan mata air buri brag bocah ngilang.

Wis pengalaman kedua tak alami banjur apa maneh bakal tak alami.Jane mono aku sakdurunge ora pati percaya ana bab bab ngono,ning gandeng kepengkok ya piye maneh nek perlu aku kudu sianu neng wong pinter.

Kedadehan sing serem

Wis genap setahun aku merantau lan membujang ya tak betah-betahake urip dewe tanpa anak bojo.Tahun sabanjure anak bojoku wis melu aku dadi uripku tambah tentrem .Genep setahun karo anak bojo wektu iku pas wulan Agustus dumadaan ana bab sing nganeh-anehi ,pas bulan purnama tanggal 14 ,15 lan 16 omah barag guru dibalangi waktu ,gandeng payone seka seng ramaine ora jamak.Malam tanggal 14 kabeh penghuni omah barag pada metu kabeh ,kedadean iku wiwit bar magrip nganti tengah wengi.

Malam tanggal 15 dibaleni maneh malah saya ramai ,kabeh kanca guru sepakat goleki sapa balang watu iku,nanging hasilnya nihil alias ora ketemu.Guru-guru terus musyawarah malah dirawuhi kepala sekolah barang,hasil musyawarah sepakat sesuk lapor neng polres jaluk bantuan polisi .

Malam tanggal 16 temenan polisi sing akeh pada teka neng sekolahan ,wiwit ngarepe magrip polisi wis siap.Nanging sing dadi balangan watu saya tambah ramai tinimbang sing uwis .Kebeneran sing dadi komandan ki wong Banyuwangi terus nyeraki aku karo kanda

Polisi              : Pak Har ,iki sembarang sing balangi ayo coba awak dewe neng ngarep omahmu kocentrasi

Pak Har          : Ya pak

Mereka  berdua berkoncentrasi neng ngarep omah dumadaan wong loro yen watu sing ngarepe mluncat dewe,terus pak komandan ngendika

Polisi              : Bener tha pak Har dudu sebahene

Pak Har          : Terus pripun pak sae ne

Polisi              : Ya apik musyawarah wae disik karo guru,anak buahku ben bali

Malam iku dianake musyawarah guru karo pak komandan polisi.Deweke nyritake apa sing diweruhi mau bareng-bareng p.Har,sak bajure pak komandan nyaran golek wong pinter/dukun sing isa gawe reda kahananiku.Ora ana guru suwala kabeh setuju ,malah kepasang yogya ketua BP3 termasuk wong pinter bengi iku uga diparani.Ora antara suwe pak ketua BP3 (pak Anis asmane) ,aneh pak anis marani aku disik ,takon” ana apa guru kok kumpul malah ana polisi barang.”

Aku jelasake duduk perkarane ,sawise pak .Ketua BP3 nyaguhi bakal ngusadani bab kuwi ,embuh sebabe aku dijak maneh nyeraki barag guru karo ngendika”Pak Har pingin weruh apa sing jalari”Aku pingin banget weruh kahanan terus dikon raup banyu kumkuman godong dadap srep.

Pak Ketua BP3         : wis siap pak Har

P.Har                          : Siap pak Anis

Pak Ketua BP3         : Aku tak donga penjengan lenggah kene wae

Sak rampunge pak Anis donga pada sakala pedelenganku kaya diwalik aku bisa kahanan sak nyatane yen kono kuwi bekas kuburan masal.

Pak Ketua BP3         : wis priksa pak .Har

P.Har                          : sampun pak

Pak Ketua BP3         : penjenengan kendel disik aku komunikasi karo ketua

Sak suwene pak Anis komunikasi karo ketua aku namatke jebul ketuan sing duweni mata kae,aku ya ra ngerti bahasane komunikasi ketoke serius banget.Pak Anis terus balik marani aku ,tanganku digadeng tumuju ana papan panggonane ketua.Anehe ketua hormat marang ,jarene aku duwe pendamping sing tuwa banget ilmune.Terus musyawarah wong telu sing disik deweke njaluk tumbal bocah wedok balita ,dirembugi isa ganti wedus loro lanang kabeh ,sing kudu disembelih dina sesuk.

Hasil musyawarah karo demit lan pak Anis terus tak gawa neng musyawarah guru,pak Anis kanti gamblang nyritake ketemune karo ratu demid,lan seksi pak.Har.Dene karepe njaluk tumbal bocah wedok balita ,kabeh guru kaget banget terus pada meneng.Pak Anis terus nyritake rembuge yen bisa diganti nganggo wedus loro lanang kabeh sing kudu dibeleh sesuk ngarepke magrip.

Keterangan pak Anis ora ana sing bantah termasuk pak komandan polisi,deweke mengiyakan,guru-guru banjur rada seneng penggalihe lan age-age dapuk sapa golek wedus ,dene duwite sekolah nyaguhi.Kanca guru pak Mundus sing nyaguhi golek wedus’

Kira –kira jam 12.00 awan wedus wis siap gari nunggu tekan ngarepe magrip,ning banjur sing tugas nyembeleh sapa durung kedapuk.Kancaku terus marani pak Anis takon sapa tugas nyembeleh.Pak Anis ngendika jarene aku sing ditugasi nyembeleh sebab aku sing wong Islam.Bar asar siap ngasah parang amrih landep karo ngenteni wektu.Temanan sak durung magrip wedus loro mau wis tak sembeleh ,dene sing ngeleti ana dewe.Ana keanehan maneh wedus loro mau empedune ora ana kabeh embuh neng ngendi,sing ngeleti dadi kaget.Daging banjur digule bareng bareng lan dimaem bareng bareng ,Aneh maneh rasane iwak wedus wis kaya ampas aruma wedus ilang.

Sak banjure saben tahun kudu nganake wedus loro kanggo tumbal ,bojo lan anaku tak baleke neng jawa aku wedi nek kedadehan wong anak wedok wedok.Tahun ngarepe isih pada kelingan kudu tumbal wedus loro.Tahun ngarepe maneh pada lali ora beleh wedus,apa kedadeane anake kancaku wong bali mati dadak awak biru kabeh bocah wedok umur telung tahun

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar